Tebet > Profil

Bangun Warung Cubit dengan Kesenangan

Jumat, 06 Januari 2017 20:10 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Purwanto

Haryo Budi Prakoso, merupakan pemilik sebuah resto Warbit (Warung Cubit) Tebet. (Ipunk)
Owner Warbit
Foto : Purwanto

Share this





Semua berawal dari passion, berakhir ke bisnis kuliner.

TEBET - Haryo Budi Prakoso, entertainer anyar, pemilik resto kuliner jajanan. Warbit (Warung Cubit) namanya. Warung jajanan milik Haryo ini terletak di jalan Tebet Utara Dalam nomor 29 RT 7 RW 2, Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan.

Memilih usaha sesuai passion, merupakan langkah penting bagi Haryo saat ingin memulai sebuah usaha.

Cowok kelahiran Jakarta, 10 Februari 1987, ini menjelaskan pertama kali berwirausaha. Ia sendiri kini masih tercatat sebagai karyawan di salah satu perusahaan otomotif. Menjual kendaraan, sampai ke aksesorisnya, itulah kegiatannya sebagai karyawan kantoran.

Melihat peluang usaha, ia akhirnya berjumpa dengan salah satu teman sekolah yang berbisnis sebuah kuliner jajanan tradisional di salah satu pasar di Jakarta Selatan.

"Saya melihat teman saya berbisnis kuliner kue jajanan, dari situ saya melihat dia usaha berjalan dengan baik. Dan saya belajar, hingga akhirnya saya coba untuk menyemplungkan diri. Saya pelajari bagaimana cara berbisnis, dan Puji Tuhan jadi punya pengalaman," tutur Haryo kepada infonitas.com, saat dijumpai di Warbit Tebet miliknya beberapa waktu lalu.

Cowok dengan hobi kuliner, nonton dan traveling ini menjelaskan, menurutnya berbisnis harus dimulai dari yang kita suka terlebih dahulu.

Ia pun sedikit bercerita sedikit ketika memulai usahanya tersebut. Selama tiga bulan pertama, diakuinya masih mencari pangsa pasar.

Setelah enam bulan kemudian, barulah ia  melihat pola grafik. Bahkan, ia dapat melihat omset yang dihasilkan selama satu bulan.

"Jika sudah benar-benar settle atau bisa kita monitor dari jauh, ok lah kita akan coba kuliner lainnya. Meskipun saya melihat prospek bisnis kuliner memiliki risiko masakan yang bisa basi. Namun jika kita passion di situ, saya rasa ya akan enjoy mengatasi risiko berbisnis kuliner,"pungkasnya.