Tebet > Pendidikan

Kegigihan Valencia Mieke Randa bersama 13 Anak

Jumat, 06 Januari 2017 20:05 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter :

Pengelola Rumah Harapan mengadakan acara ulang tahun salah satu pasien di Rumah Harapan Indonesia, Jakarta, Tebet. (Ipunk)
Rumah Harapan Indonesia
Foto : Purwanto

Share this

0





0

Beragam anak pengidap penyakit tak biasa, rela dirawat oleh Valencia Mieke Randa.

TEBET - Sebanyak 13 anak dari berbagai daerah singgah di Rumah Harapan Indonesia, Jakarta, jalan Tebet Timur II B nomor 1, Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan.

Ketigabelas anak itu, di antaranya, dari daerah Lampung, seperti Ridho (1,8)  Ginjal, Agung (10)  Limfoma, Rahma (3) Cerebral Palsy, Naura (2) Cerebral Palsy.

Selain itu juga ada dari Aceh yaitu Nurin (2) Retino Blastoma, Nio (6) Sarkoma Ewing dari Bengkulu, Syahdan (1) Gizi Buruk dari Serang.

Vika (1,8) Hydrocephalus dari Rangkas Bitung, Radja (9) Sarkoma Ewing dari Jambi, Aquila (5) th Atresia Billier dari Medan, Amanda (7) bulan Microchepaly, Epilepsi dari Rangkas Bitung.

Dan juga ada Trisno pasien gedung A RSCM 104, Jodi pasien gedung A RSCM kemoterapi 112 juga ikut menginap di rumah singgah ini.

Selain memiliki berbagai macam penyakit parah, anak-anak ini juga memiliki taraf ekonomi rendah. Bahkan, beberapa dari mereka tidak memiliki orang tua.

"Kami hanya menyediakan rumah singgah untuk anak yang memiliki penyakit yang lumayan parah, dan mereka merupakan anak-anak yang tidak mampu. Selain bermain, dan berobat ke rumah sakit,mereka juga belajar dengan guru private di hari biasa," tutur Valencia Mieke Randa selaku founder Rumah Harapan Indonesia kepada infonitas.com di Rumah Harapan Indonesia, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (6/1/2017).

Lebih lanjut, Valencia menjelaskan, anak-anak yang singgah di Rumah Harapan, memiliki rutinitas di hari biasa yaitu dari pukul 7.00 - 9.00 WIB.

Anak-anak, kata dia, juga diagendakan ke rumah sakit untuk melakukan kunjungan dokter di beberapa kawasan Jakarta. Biasanya, siang sekitar pukul 14.00 - 16.00 WIB. Mereka diwajibkan untuk beristirahat di kamar.


"Tidak semua pasien di sini bisa survive dengan penyakitnya. Ada dari beberapa anak yang meninggal. Sejak 2014 kami telah menampung  80 anak-anak,"pungkasnya.

Valencia mempersilakan masyarakat yang ingin mengunjungi pasien di hari libur. Selain itu, biasanya ia juga mengundang beberapa komunitas untuk ikut hadir mengisi kegiatan di rumah singgah ini.

Ada yang mendongeng, merayakan ulang tahun, atau hanya sekadar kunjungan.

Anda juga boleh lho, berkunjung ke Rumah Harapan Indonesia.