Tebet > Laporan Utama

Meruginya Produser Film Tanah Air

Selasa, 14 Maret 2017 21:00 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adresau Sipayung

Konferensi APROFI di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017). (Adre)
Konferensi APROFI di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017). (Adre)
Foto : Adresau Sipayung

Share this





Alhasil, pasokan dari dana sineas berkurang untuk menggarap film baru.

MENTENG - Kini, website ilegal kian merajalela dan digunakan sebagai akses membajak film dalam dan luar negeri. Hal ini tentu sangat merugikan para sineas Tanah Air. Alhasil, pasokan dari dana sineas berkurang untuk menggarap film baru.

"Karena kan, tiket bioskop adalah salah satu pemasukan utama kami produser. Kalau filmnya dibajak, masyarakat pun sedikit yang datang ke bioskop. Maka penting dilakukan penindakan kepada situs-situs ilegal yang membajak film," ujar Fauzan Zidin selaku ketua umum APROFI saat konferensi pers di Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, (14/3/2017).

Di samping itu, pembajakan film juga menutup kesempatan situs-situs legal, seperti Netfix, Iflix, HOOQ, dan lainnya dalam mengembangkan bisnis perfilman melalui aplikasi atau online. Diduga juga mengusik kemajuan perindustian film Indonesia.

"Kalau pertumbuhan bisnis situs legal tak berjalan baik, maka investasi para sineas Tanah Air juga turut terganggu. Karena situs ilegal termasuk alternatif distribusi baru bagi kami produser. Ya ibarat, sumber pendapatan tambahan kitalah," ujar dia.