Tebet > Laporan Utama

JPU Tuntut Ahok 1 Tahun Penjara

Kamis, 20 April 2017 11:43 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter :

Sidang Ahok.
Sidang Ahok.
Foto : istimewa

Share this





Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut tersangka kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan 1 tahun penjara, masa percobaan selama 2 tahun.

PASAR MINGGU – Akhirnya persidangan kasus penistaan agama atas terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencapai titik pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ahok dituntut satu tahun penjara dengan masa percobaan selama dua tahun.

Ahok didakwa melanggar Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. “Bahwa unsur barang siapa telah terpenuhi menurut hukum,” kata jaks di PN Jakut, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

Baca : Seorang Ibu Siap Penuhi Janji Potong Payudara

Jaksa juga menagatakan bahwa perbuatan Ahok telah memenuhi unsur di muka umum. Alasannya, karena pidato Ahok di Pulau Pramuka, 27 September 2016 dan di depan umum.

“Kegiatan itu telah direkam dan diliput Dikominfo dan diunggah ke Youtube yang berdurasi 1 jam 40 menit dan dapat diakses secara luas,” kata dia.

Ini kalimat Ahok yang diucapkan menggunakan pengeras suara :

"Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak bapak-ibu ya. Jadi kalau bapak-ibu perasaan enggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, enggak apa-apa. Karena ini panggilan bapak ibu. Program ini jalan saja. Jadi, bapak ibu enggak usah merasa enak, karena nuraninya enggak bisa pilih Ahok. Kalau kerasa enggak enak, bapak ibu bisa mati pelan-pelan lho kena stroke"

Sementara, isi Pasal 156 a KUHP berbunyi :

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan, a. Yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia, b. Dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.