Tebet > Laporan Utama

Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa HAKI Serius Tanggapi Pembajakan

Rabu, 15 Maret 2017 14:39 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Adresau Sipayung

Istimewa
Istimewa
Foto : istimewa

Share this





Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa HAKI meminta agar semua lini bekerja sama tanggapi pembajakan yang kian marak terjadi di Indonesia

TEBET – Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa HAKI memandang serius tindakan pembajakan di Industri Kreatif, yang semakin marak. Institusi ini mengharapkan segala lini yang berhubungan dengan HAKI baik individu, dan asosiasi yang terkena dampak pembajakan, mau melaporkan perbuatan yang tak mengenakkan tersebut.

"Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa HAKI sangat konsen memutus mata rantai tindak kejahatan ini. Tapi kami tidak punya kekuatan tanpa ada bantuan teman-teman yang berhubungan langsung dengan HAKI, seperti BEKRAF serta APROFI. Sebab kejahatan ini adalah delik aduan (pasal 114 UU 28/2014). Harapannya, teman-teman bergerak progresif buat melaporkan tindakan tersebut," ungkap wakil dari institusi tersebut, Salmon Pardede, di Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Kerjasama antara kedua lini ini pun terbukti efektif untuk memberantas pembajakan. Hingga kini, total 324 website atau situs ilegal yang telah diblokir Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa.

Baca juga : Jadi Pemicu Tawuran, U-Turn di Jalan Dewi Sartika Ditutup

"Tahun 2015, kita sudah memblokir sekitar 21 website film, 47 website berkonten lagu. Kemudian 2016 itu, sebanyak 81 situs lagu diblokir dan terakhir tahun 2017, 92 website film yang diblokir serta ada 174 website yang tengah diproses," ujar Salmon.

Selain itu, Direktorat ini pun tengah merencanakan sesi penyuluhan ke sepuluh provinsi di Indonesia. Salmon menerangkan, mereka akan memberikan edukasi ke rumah-rumah karaoke di provinsi tersebut.