Tebet > Kuliner

Kuliner Tebet

Sensasi Puncak Krakatau di Warung Petualang Tebet

Rabu, 11 Januari 2017 18:58 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter :

Penampakan menu Puncak Krakatau di Warung Petualang, Tebet, Jakarta Selatan. (Ipunk)
Puncak Krakatau
Foto : Purwanto

Share this

0


0


0

Berbagai menu dan nama unik sengaja dihadirkan oleh pemilik Warung Petualang. Para pengunjung diajak berpetualang bersama.

TEBET  - Tak semua orang menyukai hidangan daging sapi, apalagi daging yang masih lengkap dengan tulang atau biasa disebut iga. Namun, saat ini varian rasa dan penampilan hadir dalam dunia kuliner Jakarta.

Salah satunya, menu Iga Sapi anda di Resto Warung Petualang yang terletak di Jalan Tebet Barat Dalam Raya nomor 20, Tebet Barat, Tebet, Jakarta Selatan.

Nama menu juga diberikan dengan unik, yaitu Puncak Krakatau.  Menu satu ini merupakan salah satu terfavorit, sajian Iga Bakar dilengkapi dengan sup, nasi, lalapan dan sambal dijamin membuat Anda ketagihan.

Adika Wicaksono, Operational Manager Resto Warung Petualang, menjelaskan resto yang beridiri sejak Oktober 2016 ini dengan memiliki konsep resto petualangan di alam.

Sebab, beberapa keluarga pemilik resto, kata dia, menyukai traveling ke gunung dan juga merupakan anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala).

"Jadi dari hobi sekalian kami buat konsep tempat makan dan juga disalurin hobi mereka ke dalam sebuah konsep restoran. Terciptalah Warung Petualang ini," tutur Adika kepada infonitas.com saat ditemui di Warung Petualang, Tebet, Rabu (11/1/2017).



Proses pembuatan hidangan Puncak Krakatau, ia menerangkan, pertama-tama 200 gram daging iga sapi import didiamkan sejenak lalu direbus hingga empuk. Kemudian diolah dengan beberapa bumbu pilihan dan selanjutnya, daging iga dibakar di atas bara api.

Di sebuah piring datar, iga bakar diletakkan bersama dengan nasi, lalapan segar, sambal ijo, dan kerupuk emping. Secara terpisah sop daging diletakkan didalam wadah berbentuk wajan kecil.

"Yang berbeda dengan menu iga di resto lain, terletak pada bumbu khas untuk memasak daging, dan juga tekstur daging iga yang empuk membuat pengunjung tidak terasa kesulitan mencicipinya,"papar Adika.

Menu Puncak Kerakatau, lanjut Adika, sebenarnya bercitarasa pedas, sesuai dengan nama sebuah gunung di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatera. Gunung tersebut masih menjadi gunung merapi aktif hingga saat ini.

Walau pun demikian, diakuinya masih banyak pelanggan yang juga tidak suka pedas. Oleh sebab itu, sambal ijo diletakkan terpisah. Jadi, yang tidak suka pedas tidak perlu khawatir untuk mencicipi menu yang satu ini.

"Cita rasa menu Iga Bakar Puncak Krakatau ini gurih, lembut dan manis sangat terasa pada daging Iga Bakar ini. Selain itu soal harga tidak terlalu mahal dan cukup terjangkau,"pungkasnya.

Resto Warung Petualang, menyajikan menu makanan seperti Puncak Krakatau, Sop Iga Kawah Merapi, Mie Curug Sigora-gora, Nasi Anjani, Bukit Kintamani, Bebek Bukit Geger dan juga Blank 75. Harga menu-menu bernama unik itu dibandrol dari Rp 22 ribu-Rp100 ribu.

Sedangkan untuk minuman, tersedia menu Iced Bella, Lychee Tea, Tambora, Wedus Gembel, dan Orange Uluwatu, harganya mulai dari Rp15 ribu- Rp35 ribu.

Bagi Anda yang ingin datang ke resto Warung Petualang, Anda bisa datang di hari Minggu- Kamis mulai pukul 10.00 - 22.00 WIB.

Hari Jumat-Sabtu, warung ini buka mulai pukul 10.00 - 01.00 WIB dengan kapasitas 160 pengunjung dan terdiri dari 2 lantai. Selain itu, warung ini juga dilengkapi dengan ruangan outdoor d ilantai 2 yang cocok untuk nongkrong bareng teman, rekan bisnis, keluarga, atau pacar.