‘I Love You’ Kue Cubit di Warbit Tebet
Tebet > Kuliner

‘I Love You’ Kue Cubit di Warbit Tebet

Kamis, 29 Desember 2016 16:53 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Purwanto

Kue cubit
Kue cubit

Share this





Nyatakan cinta lewat kue cubit, bisa. Aneka bentuk kue cubit hadir di Warbit.

TEBET - Kue cubit. Siapa yang tak kenal panganan satu ini, khusunya bagi warga Jakarta dengan zaman sekolah era 1990-an. Bentuk mini, rasa manis, sempat menjadi primadona anak sekolahan sebelum generasi Milenial.

Ternyata, eksistensinya pada jajanan sekolah, bahkan menjadi jajanan rakyat dahulu menjadi perjalanan kue ini. Kini,beranjak berubah. Kue cubit sudah naik kelas, cita rasa bertambah. Sebab, jika diingat, saat itu belum ada pilihan rasa seperti sekarang.

Dari oven gerobak, kini kue cubit dibuat pada oven kedai. Jangan heran, harganya juga tak sama. Bagi yang suka jajanan semasa kecil satu ini, jangan khawatir. Kue cubit sudah menjamur di berbagai wilayah Jakarta dengan penampakan berbeda.

Salah satunya, berbagai macam kue cubit hadir di Warbit alias Warung Cubit di kawasan Tebet Utara, Jakarta Selatan. Dari rasa adonan beraneka ragam, kue cubit ‘modern’ ini bisa dipenuhi dengan topping sebagai penambah rasa.

Sebelum bicara varian topping dan rasa tiap kue cubit, bentuk yang tak biasa pun dapat ditemukan di warung ini. Bayangkan, jika sebelumnya hanya ada bentuk bulat atau jaring laba-laba, saat ini bentuk kue cubit juga variatif.

Pembuatan kue cubit memakai banyak cetakan. Dari cetakan huruf, hingga bentuk tanda kasih sayang bisa disajikan di warung ini.

Seperti kesempatan yang diberikan pemilik Warbit, Haryo Budi Prakoso dengan mengenalkan satu menu spesial kepada Infonitas.com saat berkunjung ke warung yang terletak di Jalan Tebet Utara Dalam Nomor 29, RT 07 RW 02, Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Lima buah kue cubit dengan ragam bentuk tersaji di atas sebuah papan talenan kayu, cantik dengan hiasan meses, corn flakes dan es krim berwarna hijau. Kue-kue itu pun membentuk sebuah kalimat, “I love You” dengan pemakaian lambang hati, untuk love.

Soal rasanya, meski enggan menelan kue lantaran bentuknya yang unik, tidak salah nyatanya saat mencoba gigitan pertama. Manis, sudah pasti. Tetapi, rasa manis itu melebur tidak berlebihan. Bukan rasa gula yang kentara. Namun, cokelat dan karamel turut hadir di dalamnya.

Selain itu, lembutnya kue yang tak bikin susah mengunyah, ada ice krim Green Tea di tengah sajian. Cocolkan kue ke es krim, tak salah. Tambah meriah makan kue cubit menu ini. Rasa es krim pun tak kemanisan, wangi tehnya terasa.

"Rasa Greentea dan Original sangat diminati pelanggan, ditambah dengan toping Keju atau Tobleron dan ice cream cokelat. Saya memilih jajanan ini, pada dasarnya saya suka jajan, dan suka cemilan," tutur Haryo kepada infonitas.com saat dijumpai di kedai Warbit.

Untuk memulai, sedikit ia bercerita, sesuatu dimulai dari yang disukainya. “Nah, saya mengawali usaha kuliner ini dengan jajanan yang saya sukai yaitu kue cubit,”ujarnya.

Alhasil, Warbit pun berhasil didirikannya, pada Desember 2015. Original, Cappucino, Red Velvet, Avocado, Taro, Blueberry, Cookie and Cream, Hazelnut, Bubblegum, dan Green Tea adalah pilihan rasa kue cubit.

Sedangkan variant topping, ia hadirkan aneka rasa ice cream . Di antaranya rasa Vanilla, Chocolate, Oguta Green Tea. Dan Mix Topping, Meises, Orep, Cheese, Marshmallows, Pebbles Cereal, Silverqueen, Toblerone, Nutella, Ovomaltine, Kitkat Green Tea.

Resto Warbit memiliki jam operasional di hari biasa mulai pukul 11.00 -  23.00 WIB. Pada hari libur, Warbit buka pukul 11.00 - 24.00 WIB.

Soal harga, kue cubit di Warbit cukup terjangkau. Dalam 1 paket kue cubit yang terdiri 5 buah dibanderol mulai dari Rp 17 ribu - Rp19 ribu. Sedangkan untuk minuman, dimulai dari Rp6 ribu - Rp22 ribu.

 

 







Tebet > Kuliner

Sensasi Puncak Krakatau di Warung Petualang Tebet

Rabu, 11 Januari 2017 18:58 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Purwanto

Penampakan menu Puncak Krakatau di Warung Petualang, Tebet, Jakarta Selatan. (Ipunk)
Penampakan menu Puncak Krakatau di Warung Petualang, Tebet, Jakarta Selatan. (Ipunk)

Share this





Berbagai menu dan nama unik sengaja dihadirkan oleh pemilik Warung Petualang. Para pengunjung diajak berpetualang bersama.

TEBET  - Tak semua orang menyukai hidangan daging sapi, apalagi daging yang masih lengkap dengan tulang atau biasa disebut iga. Namun, saat ini varian rasa dan penampilan hadir dalam dunia kuliner Jakarta.

Salah satunya, menu Iga Sapi anda di Resto Warung Petualang yang terletak di Jalan Tebet Barat Dalam Raya nomor 20, Tebet Barat, Tebet, Jakarta Selatan.

Nama menu juga diberikan dengan unik, yaitu Puncak Krakatau.  Menu satu ini merupakan salah satu terfavorit, sajian Iga Bakar dilengkapi dengan sup, nasi, lalapan dan sambal dijamin membuat Anda ketagihan.

Adika Wicaksono, Operational Manager Resto Warung Petualang, menjelaskan resto yang beridiri sejak Oktober 2016 ini dengan memiliki konsep resto petualangan di alam.

Sebab, beberapa keluarga pemilik resto, kata dia, menyukai traveling ke gunung dan juga merupakan anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala).

"Jadi dari hobi sekalian kami buat konsep tempat makan dan juga disalurin hobi mereka ke dalam sebuah konsep restoran. Terciptalah Warung Petualang ini," tutur Adika kepada infonitas.com saat ditemui di Warung Petualang, Tebet, Rabu (11/1/2017).



Proses pembuatan hidangan Puncak Krakatau, ia menerangkan, pertama-tama 200 gram daging iga sapi import didiamkan sejenak lalu direbus hingga empuk. Kemudian diolah dengan beberapa bumbu pilihan dan selanjutnya, daging iga dibakar di atas bara api.

Di sebuah piring datar, iga bakar diletakkan bersama dengan nasi, lalapan segar, sambal ijo, dan kerupuk emping. Secara terpisah sop daging diletakkan didalam wadah berbentuk wajan kecil.

"Yang berbeda dengan menu iga di resto lain, terletak pada bumbu khas untuk memasak daging, dan juga tekstur daging iga yang empuk membuat pengunjung tidak terasa kesulitan mencicipinya,"papar Adika.

Menu Puncak Kerakatau, lanjut Adika, sebenarnya bercitarasa pedas, sesuai dengan nama sebuah gunung di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatera. Gunung tersebut masih menjadi gunung merapi aktif hingga saat ini.

Walau pun demikian, diakuinya masih banyak pelanggan yang juga tidak suka pedas. Oleh sebab itu, sambal ijo diletakkan terpisah. Jadi, yang tidak suka pedas tidak perlu khawatir untuk mencicipi menu yang satu ini.

"Cita rasa menu Iga Bakar Puncak Krakatau ini gurih, lembut dan manis sangat terasa pada daging Iga Bakar ini. Selain itu soal harga tidak terlalu mahal dan cukup terjangkau,"pungkasnya.

Resto Warung Petualang, menyajikan menu makanan seperti Puncak Krakatau, Sop Iga Kawah Merapi, Mie Curug Sigora-gora, Nasi Anjani, Bukit Kintamani, Bebek Bukit Geger dan juga Blank 75. Harga menu-menu bernama unik itu dibandrol dari Rp 22 ribu-Rp100 ribu.

Sedangkan untuk minuman, tersedia menu Iced Bella, Lychee Tea, Tambora, Wedus Gembel, dan Orange Uluwatu, harganya mulai dari Rp15 ribu- Rp35 ribu.

Bagi Anda yang ingin datang ke resto Warung Petualang, Anda bisa datang di hari Minggu- Kamis mulai pukul 10.00 - 22.00 WIB.

Hari Jumat-Sabtu, warung ini buka mulai pukul 10.00 - 01.00 WIB dengan kapasitas 160 pengunjung dan terdiri dari 2 lantai. Selain itu, warung ini juga dilengkapi dengan ruangan outdoor d ilantai 2 yang cocok untuk nongkrong bareng teman, rekan bisnis, keluarga, atau pacar.