Mensos Jenguk Marcel di Rumah Singgah
Tangerang > Laporan Utama

Mensos Jenguk Marcel di Rumah Singgah

Kamis, 05 Januari 2017 17:36 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : kabar6.com

bocah marcel
bocah marcel

Share this





Untuk menyelamatkan kehidupannya, Marcel dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang. Ia pun sempat digendong Menteri Sosial.
TANGERANG - Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Rumah Singgah Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis (5/1/2017).
 
Ya, kedatangan Mensos kali ini sekaligus untuk menjenguk Marcel, bocah yang ditelantarkan oleh ibunya, Mariska dan hidup bersama Bibinya, Desi yang diketahui memiliki keterbelakangan mental alias gila di Bugel Mas Indah, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.
 
Khofifah yang tiba di Rumah Singgah sekira pukul 12.30 WIB langsung memangku Marcel dan mengajaknya bermain.
 
Tampak hadir pula Wakil Walikota Tangerang H. Sachrudin, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Rahmat Hadis, dan Kepala Dinas Kesehatan (DInkes) Kota Tangerang, Dr. Liza Puspadewi.
 
Untuk diketahui, Marcel dan kakaknya, Soni beserta Desi telah dibawa oleh Dinsos Kota Tangerang pada Rabu (4/1/2017) kemarin menuju RSUD Tangerang, guna mendapatkan penanganan medis.
 
Setelah mendapatkan penangan medis, Marcel dan Soni dibawa ke Rumah Singgah Dinsos Kota Tangerang. Sementara, Desi dibawa ke Rumah sakit Jiwa (RSJ) Grogol, Jakarta.

Tangerang > Laporan Utama

Kisah Pilu Marcel Bocah Berusia 3,5 Tahun

Rabu, 04 Januari 2017 18:01 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : TangerangNews.com

Rumah marsel
Rumah marsel

Share this





Marsel ditelantarkan ibunya. Hal itu terjadi pasca ayahnya meninggal karena penyakit stroke ketika dia masih bayi.

TANGERANG - Seorang bocah 3,5 tahun bernama Marsel, harus merasakan kehidupan tidak layak. Sejak lahir, Marsel ditelantarkan ibunya. Hal itu terjadi pasca ayahnya meninggal.

Dia harus tinggal di sebuah rumah yang kondisinya buruk di Perumahan Bugel Mas Indah, Blok D2, RT 005/05, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, bersama tantenya, Desi (31), yang mengalami gangguan jiwa dan kakak pertamanya Soni (15), yang sudah putus sekolah.
 
Marsel merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya telah meninggal karena penyakit stroke ketika dia masih bayi. Ibunya, Mariska, juga pergi dari rumah dengan membawa anak kedua dan ketiga, kemudian menikah lagi.
 
Dia ditinggalkan dengan kakak pertamanya, Soni yang berumur 15 tahun. Soni yang sudah putus sekolah ini  pun harus bekerja memenuhi kebutuhan, lantaran tantenya memliki gangguan jiwa. Akhirnya Marsel sering ditinggal dan tak ada yang mengasuhnya.
 
Menurut warga sekitar, Teti, bocah malang tersebut hidup jauh dari kata layak. Sejak balita, dia kerap mengalami kekerasan oleh tantenya.
 
"Tantenya stress sudah lama, suka ngamuk-ngamuk sendiri. Marsel pernah diangkat-angkat kakinya, dipelintir-pelintir, dibawa dan digeletakkan begitu aja di jalan," katanya, Rabu (4/1/2017).
 
Karena diperlakukan demikian, kondisi fisik marsel agak cacat. Dia tidak bisa jalan dan bicara. Dia cuma bisa memberikan isyarat lewat tangan jika ingin sesuatu.
 
"Kalau jalan, dia harus merangkak. Kakinya agak bengkok, mungkin karena pernah dipelintir," tambah Teti.
 
Untuk hidup, Marsel hanya mengandalkan belas kasihan warga. Kadang warga memberi makan dan memandikannya secara diam-diam, karena tantenya, Desi, kerap mengamuk.
 
"Ya kalo makan dia suka ke rumah tetangga. Kadang suka sedih, melihat pakaiannya kotor, tidak mandi berhari-hari. Biaya listrik dan air juga ditanggung warga lewat kas RT," katanya.
 
Sementara Agus, warga lainnya mengatakan, hal ini pernah dilaporkan kepihak Kelurahan dan Dinas Sosial. Marsel sempat dibawa pegawai dinas dan dirawat di rumah sakit. Namun dikembalikan lagi ke rumah.
 
"Sudah berkali-kali dilaporin, cuma dirawat sebentar. Tidak ada kelanjutanya. Malah dibalikin lagi, sudah tahu kondisinya begini," katanya.
 
Namun kali ini, Marsel telah ditolong oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Sosial pasca kisahnya disebar ke sosial media. "Cepat penanganannya, kemarin ramai di media. Pagi ini sudah dibawa. Tidak hanya Marsel, tapi juga Soni dan tantenya Desi," ungkapnya.


Tangerang > Laporan Utama

Kemensos Siap Bina PSK Dadap Cheng In

Selasa, 08 Maret 2016 20:59 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Wahyu

Lokalisasi Dadap.
Lokalisasi Dadap.

Share this





Seluruh PSK Lokalisasi Dadap akan dibina dan diberikan keterampilan oleh Kementerian Sosial.

KAB. TANGERANG - Jelang Penutupan lokalisasi Dadap Cheng In pada mei nanti. Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, rencana tersebut telah mendapatkan sinyal positif  dari Kementerian Sosial (Kemensos). Surat perintah pengosongan lokalisasi pun telah ia siapkan.

"Minggu lalu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa memanggil saya terkait rencana penertiban Dadap Cheng In. Kemensos memberikan dukungan penuh, " kata Zaki, Selasa (8/3/2016).

Lebih lanjut Zaki menjelaskan, Kemensos akan membantu mengenai lokasi penampungan bagi ratusan wanita pekerja seks Dadap Cheng In.

"Untuk sementara para wanita pekerja seks akan ditampung di Panti Sosial Karya Wanita di Pasar Rebo Jakarta Timur,"  tungkasnya.

Selain mendukung tempat penampungan, lanjut Zaki, nantinya akan ada dana kerohiman bagi para warga dan wanita pekerja seks yang kehilangan tempat mereka mencari pekerjaan.

Sebelumnya, Wakil Bupati Tangerang Hermansyah menambahkan, tidak semua kawasan dadap kena penggusuran, hanya jalan kiri dan kanan saja yang akan ditertibkan karena tanah tersebut milik negara. Adapun area yang akan digusur 10 m – 20 m untuk bagian sebelah kiri, dan 5 m – 10 m untuk bagian kanan.

Hermansyah juga menghimbau agar penggusuran tersebut berjalan maksimal tanpa menyisahkan permasalahan baru.

“Saya harapkan penggusuran ini perlu diantisipasi oleh pihak kecamatan dan satpol pp. jangan sampai, setelah dadap digusur malah timbul tempat baru di kecamatan lain, yang dari kalijodo saja bisa berpindah dan membuat tempat baru. bagaimana dengan para PSK yang berada di Dadap,” tuntasnya.