Tangerang > Laporan Utama

Fakta Mengerikan Dibalik Predikat Kota Layak Anak Tangerang Selatan

Kamis, 27 April 2017 18:07 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Reporter : Handrian

tangerang
Ilustrasi anak-anak yang bermain di kolam Puspem Tangsel
Foto : Handrian

Share this




0


0

Menurut Bayu (11), tidak adanya lapangan yang membuat mereka berani bermain di kolam Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan.

TANGSEL - Meski bahaya mengancam, namun tak dihiraukan oleh segerombolan anak-anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel)‎. Mereka tetap asyik bermain di kolam kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) meski kedalaman dan aliran listrik sewaktu-waktu bisa merenggut nyawanya.

"Ga takut. Udah biasa main disini bang,"‎ kata Bayu (11), ditemui Puspem Tangsel, di Jalan Raya Maruga Nomor 1 , Serua, Kecamatan Ciputat, Kamis (27/4/2017).

Bersama rekan-rekannya bocah kelas V Sekolah Dasar (SD) itu memancing ikan di kolam kantor Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Bayu terlihat cuek meski terpampang tulisan bernada peringatan bahaya, kedalaman kolam disebutkan mencapai tiga meter. 

Bayu tetap asyik mancing di bibir kolam. Sambil melempar kail ke tengah permukaan ‎kolam. Ia tak mengerti bahwa Kota Tangsel menyandang predikat Kota Layak Anak dan pemerintah daerah setempat berkewajiban menfasilitasi arena bermain.

Baca juga: Fifi : Ahok Adalah Aset Bangsa

"Mancing gabus. Habis mau main bola, lapangan udah gak ada," katanya.

Usai memancing ikan ia beranjak pergi. Sementara ikan hasil pancingan dibawa oleh Alvin, rekan sebayanya. Bocah-bocah polos tampak riang memperlihatkan ikan hasil pancingan, dari dalam plastik.

Alvin nyebur ke kolam air mancur yang masih berada di kawasan pusat pemerintahan.‎ Aliran listrik tinggi tak membuat nyalinya ciut hingga telapak kakinya terus ditempeli ke pancuran air. "Enak geli, kayak dikelitikin," ucapnya.