Tangerang > Laporan Utama

Nasib Transportasi Tua

Eretan Masih Memikat Warga Tangerang

Senin, 17 April 2017 14:09 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Handrian

Eretan di Kedaung Baru, Neglasari, Kota Tangerang.
Eretan di Kedaung Baru, Neglasari, Kota Tangerang.
Foto : Handrian

Share this





Transportasi air ini masih jadi primadona warga di dua kecamatan yang terpisah oleh aliran sungai Cisadane.

TANGERANG – Angkot boleh saja menguasai jalan. Ojek online juga bisa menerobos kemacetan. Tapi, tak ada yang bisa menyebrangi sungai layaknya eretan. Makanya, perahu sebrang tradisional ini masih diminati warga di zaman modern seperti sekarang.

Seperti di Tangerang, tepatnya di perbatasan antara Kecamatan Neglasari dengan Sepatan. Ada satu eretan yang masih jadi transportasi favorit warga. Tak sedikit pula warga yang mengandalkan moda transportasi ini untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

“Sering (naik eretan). Meski perahunya sederhana, tapi efektif untuk memangkas waktu tempuh ketimbang harus jalan memutar,” ucap Insan (25), penumpang eretan asal Kampung Bunyur, Priuk, Kota Tangerang, Senin (17/4/2017)

Kepada Infonitas.com, Insan juga mengomentari soal kondisi sungai dan eretan yang bisa dibilang sangat sederhana. Tapi, ia tidak begitu menghiraukan hal tersebut. Terpenting, eretan ini aman untuk ditumpangi bersama-sama.

"Was-was pasti ada, makanya liat situasi. Kalau air sedang tinggi atau muatan penuh, saya tunggu sepi dulu," ujarnya.

Baca Juga : Gedung 2 RSU Tangsel Mangkrak

Pengguna jasa lainnya, Risti (34), juga mengaku rutin menggunakan eretan pada siang dan malam hari. Ia menggunakan moda transportasi ini untuk menuju tempat kerjanya di wilayah Bandara Soekarno-Hatta.

"Kalau harus lewat jalan raya lama karena muter-muter, sedangkan pakai eretan lebih cepat karena motong jalan. Jadi hemat waktu," paparnya.

Sementara Joni sang penarik eretan di RT01/02 Kedaung Baru, Kecamatan Neglasari menjelaskan, ia hanya mematok tarif Rp 2.000 per orang. Sedangkan untuk pengendara motor berikut kendaraannya, dikenakan tarif Rp 3.000. “Kalau boncengan (tambah) Rp 3.000,” katanya yang saat itu tengah menarik eretan untuk mengantar penumpang ke sebrang sungai.