Menang-Kalah Kuasa Tuhan
Tangerang > Komunitas

Menang-Kalah Kuasa Tuhan

Jumat, 16 Desember 2016 15:04 WIB
Editor : Admin | Reporter : Wahyu Muntinanto

Royal Valhalla.
Royal Valhalla.

Share this





Komunitas ini selalu bermain dengan hati dalam setiap pertandingan yang dijalani, tidak memusingkan hasil yang dicapai.

Info Komunitas - Siapa yang tidak kenal dengan olahraga Bola Basket. Populer di Negeri Paman Sam, olahraga ini memiliki penggemar di berbagai penjuru dunia, tidak terkecuali di Kota Tangerang, Banten. Selain dipengaruhi faktor lifestyle, ada seni dan keindahan tersendiri saat memasukkan bola ke dalam keranjang maupun saat men-dribble bola melewati lawan.

Keindahan dan seni ini pula yang melatar belakangi sejumlah pemuda di Kota Tangerang dan sekitarnya mendirikan Royal Valhalla pada 2015 lalu. Digawangi senior basket di Kota Tangerang yang memiliki pengalaman bermain di tingkat nasional, Royal Valhalla memiliki esensi, ‘rumah para dewa’. Bagaimana menjadikan basket jalan menuju surga, berdoa dapat bermain basket di surga. “Basic-nya memang komunitas anak-anak yang gila basket. Mereka punya niat dan visi yang sama untuk kumpul dan main basket,” jelas salah satu founder Royal Valhalla Andi Permana.

Meski belum genap berusia setahun, Royal Valhalla cukup memiliki taring di Jabodetabek dengan meraih sejumlah gelar juara. Seperti, Juara Pertama Hills Cup dan Sonic Cup, juara 3 antar klub se-Banten dan juara 1 antar klub se-Jabodetabek. “Kita main tidak result oriented, tapi pakai hati yang dibawa dari rumah dan direfleksikan di lapangan. Bagi kita, menang-kalah adalah kuasa Tuhan,” tuturnya bijak.

Andi menambahkan, Royal Valhalla memiliki slogan ‘Basket for All’, tidak ada sekat kaya-miskin, suku, ras dan agama. Menurutnya, yang terpenting bisa kumpul bareng, menambah saudara dan bisa bermain basket dengan fun. “Kami terbuka lebar, siapa saja bisa bergabung, asalkan memiliki keinginan bermain basket dengan fun. Kita main setiap Selasa jam 8 sampai 11 malam di GOR Tangerang. Silahkan datang, kami terima dengan lapang dada,” pungkasnya.

Tangerang > Komunitas

Komunitas Cintai Kecepatan, Perhatikan Keselamatan

Rabu, 23 November 2016 13:13 WIB
Editor : Admin | Reporter : Purwanto

Komunitas #anaktangerang.
Komunitas #anaktangerang.

Share this





Info Komunitas - Bermula dari delapan sekawan yang kerap kongko di Perumahan Modernland dua tahun silam. Komunitas #anaktangerang tumbuh dan berkembang sebagai salah satu komunitas otomotif yang masih eksis hingga saat ini. “Awal tahun ini anggota kami sudah meningkat jadi 30 orang,” ujar Humas #anaktangerang Ari Haryanto.

Ari mengenang, berawal dari kebiasaan nongkrong bareng, tanpa mengharuskan memiliki mobil sendiri, komunitas ini didirikan. Siapa pun bisa bergabung, asalkan masih tinggal di Tangerang dan sekitarnya. Kebanyakan dari kawasan Kota Tangerang, namun ada pula yang berasal dari kawasan Sepatan dan Gading Serpong. “Enggak harus punya mobil, minimal punya interest yang sama di dunia otomotif agar bisa sharing bareng-bareng,” kenangnya.

Dalam setiap kesempatan kopdar yang dilakukan awal bulan, lanjutnya, anggota komunitas ini memanfaatkannya untuk sharing seputar permasalahan mobil atau motor kesayangannya. Menurutnya, anggota #anaktangerang tidak pelit berbagai ilmu seputar otomotif, saling support dan bantu, terlebih jika ada event yang diikuti #anaktangerang. “Kami sudah seperti keluarga sendiri, saling tolong. Mereka yang baru bergabung enggak bisa langsung jadi anggota. Harus nongkrong bareng beberapa kali dahulu sebelum jadi anggota #anaktangerang,” paparnya.

Soal tunggangan andalan, #anaktangerang kebanyakan menggunakan lansiran Honda, mulai dari Jazz, City hingga Civic. Kendati demikian, ada pula anggota komunitas ini yang menggunakan mobil lansiran Toyota, KIA bahkan hingga Volkswagen (VW). Menurutnya, kendati spareparts mobil lansiran Honda lebih mahal, namun, model, speed dan kompresinya disenangi #anaktangerang. Namun, faktor keselamatan juga menjadi concern #anaktangerang.

“Harapan saya, komunitas ini dapat terus tumbuh dan berkembang lebih baik. Eksis di Kota Tangerang maupun di kota lainnya,” tutupnya.

Tangerang > Komunitas

Pendaki Tangerang (Penta), Wadah Berbagi Pengalaman Mendaki Gunung

Kamis, 29 September 2016 13:37 WIB
Editor : Admin | Reporter : Oktaviani

Pendaki Tangerang (Penta).
Pendaki Tangerang (Penta).

Share this





Komunitas ini juga mengajarkan setiap anggotanya untuk peduli dan melestarikan keindahan alam, termasuk menjaga kebersihan saat mendaki gunung.

INFO KOMUNITAS - TERLIHAT mengasyikan dan sepertinya mudah dilakukan. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mendaki gunung. Mulai dari keberadaan teman selama pendakian, hingga faktot keselamatan dan keamanan. Jika Anda tinggal di kawasan Tangerang dan memiliki hobi naik gunung, tidak ada salahnya bergabung dengan komunitas ini.

Didirkan pada tahun 2012 silam oleh 4 sekawan pecinta alam, Pendaki Tangerang atau Penta merupakan wadah komunitas pendaki gunung yang dibentuk untuk menyatukan para pecinta alam, di Kota Seribu Industri ini. “Tujuannya, memberikan edukasi bagi pemula mengenai keamanan hingga hal-hal yang diperlukan selama pendakian. Ya, saling belajar satu sama lain,” jelas Ketua Pendaki Tangerang Septian Dwi Saputra.

Lebih lanjut Septian menerangkan, komunitas yang digawanginya ini memiliki visi memberikan pengetahuan bagaimana cara mendaki gunung yang baik dari segi keselamatan dan keamanan. Karenanya, setiap kali mengadakan kopi darat (kopdar), mereka selalu sharing berbagai pengetahuan tentang  mendaki. Seperti bagaimana mengatasi hipotermia, cara memasang tenda, menggunakan kompor, sampai bagaimana cara memasak nasi.

“Kita berikan pengetahuan yang sederhana tetapi bermanfaat ketika mendaki. Saya pernah ketemu pendaki pemula yang tidak bisa menggunakan kompor dan memasak nasi di gunung. Hal itu jadi pembelajaran untuk saya. Pengalaman ini menjadi pembelajaran dan kita sharing, agar jangan sampai kita mengalaminya,” tandasnya.

Tangerang > Komunitas

Tangerang Retro Car (TRC), Pemersatu Penggila Mobil Retro

Selasa, 16 Februari 2016 17:36 WIB
Editor : Denny | Reporter : M Nashrudin Albaany

Tangerang Retro Car (TRC)
Tangerang Retro Car (TRC)

Share this





Komunitas ini tak hanya sekadar sebagai wadah berkumpul para pecinta mobil retro, tapi tempat berorganisasi sekaligus memperkenalkan mobil tua kepada masya

Info Komunitas - Mobil klasik atau retro memang punya nilai jual yang istimewa. Makin klasik makin mahal harganya. Belum lagi kelangkaan dan keindahan mobil klasik, seolah menyihir sebagian orang untuk memilikinya. Tak heran bila kini pencinta mobil klasik makin banyak kita jumpai. Di Kota Tangerang misalnya, ada sekumpulan pencinta mobil klasik yang menamakan diri Tangerang Retro Car (TRC).

Menurut Asep Zulfikar, Ketua TRC, komunitas yang berdiri sejak lima tahun silam ini hadir sebagai bentuk kepedulian dari semakin hilangnya mobil retro di Indonesia. "Kami bukan komunitas sembarangan yang hanya ingin berkumpul. Tapi kami wadah untuk berorganisasi dan mau memperkenalkan mobil tua kepada masyarakat, khususnya di Kota Tangerang," ujar Asep.

Tercatat ada sekitar 100 anggota aktif yang bergabung di TRC. Mereka datang dari beragam profesi, baik pria maupun wanita berkumpul membaur jadi satu. Selain berasal dari Tangerang, komunitas ini juga menerima anggota dari wilayah lain. Ini sesuai dengan keinginan TRC, yaitu menjadikan komunitas ini sebagai komunitas mobil retro yang menyatukan berbagai kalangan yang ingin melestarikan mobil tua. "Kami ingin mobil retro tidak hanya jadi kenangan masa lalu. Tapi juga sebagai satu bagian penting bagi setiap orang,"kata Asep.

Untuk jenis mobilnya sendiri, lanjut Asep, TRC tak membatasi jenis pabrikan ataupun mobil klasik. Semua jenis mobil klasik bisa bergabung di sini. Sebut saja Toyota Corolla DX tahun 1980, Honda Civic 1980, Datsun tahun 1980 hingga yang tertua ada Corolla Corvette dan Corolla KE20 tahun 1970. Saban Sabtu malam, mereka berkumpul atau kopi darat (kopdar) di kawasan Tangcity Mall dan selalu menjadi pusat perhatian banyak orang.

Selain kopdar, komunitas ini juga rutin menggelar kegiatan sosial. Ini untuk menunjukkan kalau komunitas mobil juga punya rasa kepedulian terhadap sesama. "Saya punya tujuan agar komunitas tidak hanyak dikenal doyan urakan, tapi juga punya jiwa solidaritas terhadap sesama yang membutuhkan," jelasnya.

Tangerang > Komunitas

Menyalurkan Hobi Sekaligus Jalin Silaturahmi

Senin, 21 Desember 2015 18:32 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Wahyu

Tiger Thunder Tangerang Community (GERTAC)
Tiger Thunder Tangerang Community (GERTAC)

Share this





Tak hanya kegiatan yang berbau otomotif, komunitas ini juga tak pernah luput menggelar kegiatan sosial.

Info Komunitas - Sejak 2014 silam, Tiger Thunder Tangerang Community (GERTAC), sebuah komunitas sepeda motor ini telah mengibarkan benderanya di kawasan Tangerang. Sesuai namanya, komunitas ini merupakan kumpulan para pecinta motor jenis Honda Tiger dan Yamaha Thunder. Tercatat ada sekitar 36 anggota yang telah bergabung dan aktif dalam setiap kegiatan GERTAC.

Menengok ke belakang, komunitas ini berdiri atas pertemanan empat sekawan yang punya kesamaan hobi otomotif, khususnya sepeda motor. Dari situ, mereka sepakat membentuk GERTAC. “Awalnya terdiri dari empat orang yang punya motor Tiger dan Thunder. Dari situ muncul keinginan untuk mendirikan sebuah komunitas,” kenang Adrian Herianto, Ketua umum GERTAC.

Dijelaskannya, visi dan misi GERTAC utamanya adalah menjalin dan memelihara tali silaturahmi antaranggota. Lebih dari itu, GERTAC juga sangat concern terhadap budaya keselamatan kerja atau safety riding. Makanya, GERTAC tak pernah bosan untuk membina para anggotanya untuk menjadi pribadi atau pengendara yang disiplin berlalu-lintas. 

“Disiplin menjadi kunci utama dalam berkendara di jalan raya. Caranya dengan mematuhi rambu lalu-lintas dan menghormati sesama pengguna jalan. Selain itu kami juga selalu berusaha semaksimal mungkin membantu sesama pengguna sepeda motor di jalan yang memiliki kendala, seperti kehabisan bensin ataupun masalah lainnya,” ujar Ryan, sapaan akrab Adrian Herianto.

Selain itu, mereka juga aktif dalam kegiatan sosial. Tak heran bila GERTAC kerap kali mengadakan atau mengikuti kegiatan bakti sosial. Itu dilakukan untuk mengubah paradigma masyarakat yang buruk terhadap komunitas motor. “Tidak selamanya komunitas motor itu identik dengan hal yang negatif, makanya kami mencoba untuk mengubah paradigma yang keliru tersebut,” tegasnya.

Setiap Sabtu malam, komunitas ini rutin menggelar kopi darat (kopi darat) di kawasan Perumnas 2, Tangerang. Sharing seputar perkembangan otomotif terbaru, spare part, hingga masalah pekerjaan jadi obrolan hangat yang sering kali dibahas di setiap kali pertemuannya.