Sekolah IPEKA Sebabkan Kemacetan di Jalan Sunter Garden
Sunter Ancol > Laporan Utama

Sekolah IPEKA Sebabkan Kemacetan di Jalan Sunter Garden

Rabu, 11 Januari 2017 12:50 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Kendaraan saling serobot dan tidak mau ngalah saat melintas di perempatan Jalan Sunter Garden Raya.
Kendaraan saling serobot dan tidak mau ngalah saat melintas di perempatan Jalan Sunter Garden Raya.

Share this





Kemacetan tersebut kerap terjadi pada sore hari saat jam pulang sekolah IPEKA Sunter.

TANJUNG PRIOK – Kemacetan parah kerap terjadi di perempatan Jalan Sunter Garden Raya, Sunter, Jakarta Utara. Kemacetan tersebut kerap terjadi pada sore hari saat jam pulang sekolah IPEKA Sunter.

Pantauan infonitas.com, kemacetan terjadi akibat banyaknya kendaraan yang keluar dari sekolah IPEKA. Hal ini membuat antrian kendaraan yang cukup panjang saat melintas di lokasi tersebut. Untuk mengurai kemacetan petugas keamanan dan pengendara motorcoba mengatur arus lalu lintas.Petugas keamanan yang berada di empat sisi jalan, mencoba mengatur agar kendaraan tidak jalan berbarengan sehingga menimbulkan kemacetan.

Salah satu petugas keamanan Haerudin (27) mengatakan, kemacetan hampir setiap hari terjadi pada pukul 3 sore atau jam pulang sekolah. Tidak adanya lampu merah membuat pengendara tidak ada yang mau mengalah. "Seharusnya dibuat lampu merah karena kemacetan diakibatkan karena tidak ada kendaraan yang mau mengalah satu sama lain," ujarnya.

Salah satu pengguna jalan, Edi (36) berharap, agar petugas berwenang membuat lampu lalu lintas di perempatan Jalan Sunter Garden Raya. Menurutnya, lampu lalu lintas dapat berfungsi menahan arus lalu lintas sehingga tidak terjadi saling serobot kendaraan.

"Saya tiap hari lewat sini, kalau sudah jam segini selalu saja macet, tidak ada yg mau mengalah. Petugas kepolisian atau petugas yang berwenang tolong pasang lampu merah di daerah ini," katanya saat ditemui dilokasi.

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Taman Komplek DKI Agung Niaga Jadi Tempat Mangkal Ojek

Jumat, 20 Januari 2017 19:51 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Taman Blok G Komplek DKI, di Jalan Agung Niaga 4, Sunter Agung, Jakarta Pusat.
Taman Blok G Komplek DKI, di Jalan Agung Niaga 4, Sunter Agung, Jakarta Pusat.

Share this





Taman yang berada di lingkungan dalam komplek terlihat tidak terurus. Di dalam taman, terdapat beberapa pengemudi ojek online yang sedang tidur.

TANJUNG PRIOK - Kondisi Taman Blok G Komplek DKI, di Jalan Agung Niaga 4, Sunter Agung, Jakarta Utara sangat memprihatinkan. Taman yang berada tidak jauh dari Pasar Sunter Podomoro tersebut menjadi tempat pangkal ojek online.

Warga sekitar Dimas (29) mengatakan, taman blok G sudah lama tidak digunakan. Taman tersebut memang selalu sepi karena berada di lingkungan komplek. “Karena sepi jadi disalahgunakan menjadi tempat mangkal ojek online," katanya saat ditemuin dilokasi, Jumat (20/1/2017).

Pantauan infonitas.com taman yang berada di lingkungan dalam komplek terlihat tidak terurus. Di dalam taman, terdapat beberapa pengemudi ojek online yang sedang tidur, pohon-pohon yang ditebang, dan batang-batang pohon yang dibiarkan berantakan.

Pengguna motor dan ojek online yang memarkirkan kendaraannya di rumput, sehingga membuat rusak rumput. Kondisi ini juga diperparah pagar yang karatan dan minim sarana dan prasarana pendukung.

Warga lainnya Amoy (28) berharap instansi terkait peduli dengan keberadaan taman tersebut. Dia berharap instansi terkait menata ulang taman tersebut dan menempatkan petugas keamanan yang selalu berjaga di sekitar taman.

"Karena lingkungan sepi takutnya terjadi perbuatan kriminalitas. Sangat disayangkan sekali yang seharusnya bisa menjadi tempat anak bermain, tapi terabaikan, lebih baik dialih fungsikan menjadi tempat yang bermanfaat," ujarnya.

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Kelurahan Sunter Agung Kekurangan Petugas PTSP

Kamis, 19 Januari 2017 14:20 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

PTSP Kelurahan Sunter Agung
PTSP Kelurahan Sunter Agung

Share this





Hanya ada tiga petugas untuk melayani 100 orang setiap harinya membuat pelayanan tidak efektif.

TANJUNG PRIOK – Warga mengeluhkan lambannya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara. Kurangnya petugas pelayanan membuat warga menunggu lama.

Warga Sunter Agung Lis Widya mengatakan, kurangnya petugas yang melayani membuat warga lama menunggu. "Seharusnya ditambah untuk petugas pelayanan umum, masa yang melayani hanya satu orang tapi yang datang banyak," ujarnya Kamis (19/1/2017).

Pantauan infonitas.com di Kelurahan Sunter Agung, terdapat tiga petugas yang melayani. Satu orang petugas melayani KTP, satu orang yang melayani pelayanan umum, dan satu orang petugas melayani pengembalian dokumen warga.

Ketiga petugas tersebut terlihat kewalahan melayani sekitar 100 orang yang hendak mengurus surat-surat ke Kantor Kelurahan Sunter Agung tiap harinya.

Warga lainnya, suryanti menambahkan, hanya ada tiga petugas untuk melayani 100 orang setiap harinya membuat pelayanan tidak efektif. "Saya sudah tiga kali ke kelurahan tapi nomor antrian selalu habis. Jam 10.00 WIB saja sudah habis, pelayanannya tidak efektif," katanya.

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Warga Tidak Sabar Nunggu RPTRA Sutra 4 Diresmikan

Rabu, 18 Januari 2017 15:55 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

RPTRA Sutra 4 di Jalan Danau Sunter 3, Sunter Agung, Jakarta Utara.
RPTRA Sutra 4 di Jalan Danau Sunter 3, Sunter Agung, Jakarta Utara.

Share this





Pengerjaan RPTRA sudah 98 persen, warga sekitar juga sudah tidak sabar menunggu RPTRA tersebut diresmikan.

TANJUNG PRIOK – Pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sutra 4 di Jalan Danau Sunter 3, Sunter Agung, Jakarta Utara memasuki tahap pengerjaan akhir. RPTRA tersebut hanya menunggu diresmikan instansi terkait agar segera digunakan oleh warga.

Kordinator RPTRA Sutra 4 Tuminah mengatakan, pengerjaan RPTRA sudah 98 persen. Menurutnya, warga sekitar sudah tidak sabar menunggu RPTRA tersebut diresmikan. Dia mengaku pengelola juga sudah siap jika RPTRA akan diresmikan,

"Tinggal pasang pintu dan memperbaiki permainan anak yang mengalami kerusakan. Jika akan diresmikan kita sudah siap tinggal menunggu kabar pastinya saja," katanya saat ditemui, Rabu (18/1/2017).

Tuminah menjelaskan, RPTRA Sutra 4 memiliki sejumlah fasilitas yang lengkap. Terpadat ruang laktasi, perpustakaan, dapur,  kolam ikan yang akan dijadikan tempat budidaya ikan lele, joging track, tempat refleksi kaki, dan tanaman toga yang sudah ditanami 10 variasi bibit tanaman.

Dia menambahkan, sebelum melakukan kegiatn pihaknya akan berkoordinasi dengan RT dan RW sekitar. "Untuk sekarang belum bisa melakukan kegiatan disini. Rencananya jika sudah diresmikan akan ada kegiatan menari, taekwondo, futsal, dan senam lansia. Nantinya, sekolah-sekolah yang berdekatan dapat melakukan kegiatan disini juga," katanya.

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Begini Strategi Kelurahan Sunter Jaya Hadapi Musim Hujan

Rabu, 18 Januari 2017 15:36 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Posko banjir di Kelurahan Sunter Jaya.
Posko banjir di Kelurahan Sunter Jaya.

Share this





Kelurahan Sunter Jaya sudah menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasi terjadinya banjir di saat musim hujan.

TANJUNG PRIOK – Mengantisipasi datangnya musim hujan, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara melakukan peninggian jalan, pengerukan kali, dan membersihkan tali-tali air di lingkungan sekitar.

Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman, dan Ketertiban Kelurahan Sunter Jaya Eka P. Yeluma mengatakan, tidak ada program khusus untuk menghadapi musim penghujan, kelurahan sudah mempunyai program jangka panjang seperti peninggian Jalan Danau Elok, Jalan Skip, dan Jalan Bentengan. Normalisasi saluran di Jalan Haji Mawar merupakan salah satu antisipasi banjir.

Selain itu, Kelurahan Sunter Jaya juga sudah menertibkan Lokasi Pembuangan Sampah (LPS) liar dibeberapa lokasi, akan ada sanksi tegas bagi warga yang masih melanggar. Pihaknya, juga telah mendirikan posko banjir. "Tiap malam dilakukan piket oleh PPSU dan Satpol PP, jika turun hujan serta ada genangan kita langsung turun," ungkapnya saat ditemui infonitas.com, Rabu (18/1/2017).

Tidak hanya itu, untuk menghindari dampak musim hujan seperti bahaya demam berdarah (DBD), Kelurahan Sunter Jaya memiliki program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan oleh kader jumantik tiap minggunya. "Alternatif terakhir, bila sudah ada korban akibat DBD akan dilakukan fogging," katanya.

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Taman Sunter Minim Penerangan, Rawan Kriminal dan Asusila

Jumat, 13 Januari 2017 14:53 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Taman Sunter, di Jalan Sunter Raya, Jakarta Utara.
Taman Sunter, di Jalan Sunter Raya, Jakarta Utara.

Share this





Hanya terdapat satu penerangan yang mengandalkan pencahayaan dari lampu penerangan jalan umum (PJU).

TANJUNG PRIOK – Taman Sunter yang terletak di Jalan Sunter Jaya, Jakarta Utara, minim penerangan. Kurangnya penerangan taman sangat dikhawatirkan memicu tindakan negatif seperti kriminalitas dan asusila. Terlebih banyak anak muda yang datang ke taman saat malam hari.

Jamal (35), warga RW 03, Kelurahan Sunter Agung mengatakan, minimnya penerangan di taman tersebut sudah terjadi saat taman tersebut mulai beroperasi. "Saat malam hari di akhir pekan taman ramai dikunjungi anak muda. Kalau gelap bisa saja mereka membuat asusila disana," ujarnya, Jumat (13/1/2017).

Pantauan infonitas.com di taman tersebut sangat minim lampu penerangan. Hanya terdapat satu penerangan yang mengandalkan pencahayaan dari lampu penerangan jalan umum (PJU).

Yanti (34), warga Kelurahan Sunter Agung menambahkan, dengan minimnya penerangan, Taman Sunter kurang berfungsi dengan baik. "Taman seharusnya menambah nilai estetika sebuah lingkungan, kalau tidak ada penerangan, pada malam hari tidak terlihat disitu ada taman atau tidak," katanya.

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Ketua KPU Jakut Optimistis Proses Perekrutan KPPS Selesai Sesuai Target

Kamis, 12 Januari 2017 14:15 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Kantor KPU Kota Jakarta Utara.
Kantor KPU Kota Jakarta Utara.

Share this





Syarat menjadi anggota KPPS adalah minimal berusia 25 tahun, memiliki ijazah SMA, dan belum menjabat sebagai anggota KPPS sebelumnya.

JAKARTA – Ketua KPU Kota Jakarta Utara Abdul Muin optimistis proses perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas pengawas TPS berjalan lancar hingga batas waktu 14 Januari 2017.

"Harus segera terpenuhi agar mereka yang terpilih bisa mengikuti bimbingan teknis (bimtek). Saya sadar, ada kendala terkait persayaratan untuk calon anggota KPPS. Namun, saya pun terus sosialisasikan kepada mereka. Saya yakin akan terpenuhi 100 persen,” tuturnya saat ditemui infonitas.com di kantor KPU Kota Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017).

Sesuai peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 2016 No 3 terkait Pilkada, syarat menjadi anggota KPPS adalah minimal berusia 25 tahun, memiliki ijazah SMA, dan belum menjabat sebagai anggota KPPS sebelumnya.

“Jika memang tidak ada yang daftar, boleh anggota KPPS dari wilayah terdekat dialihkan,” tuturnya.

KPU Kota Jakarta Utara membutuhkan 15.050 anggota KPPS dan 4.300 pengawas TPS. Setiap TPS akan diisi 7 anggota KPPS dan 2 pengawas TPS. Adapun jumlah TPS di Jakarta Utara, mencapai 2.150 TPS.

 

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Pengerukan Kali Ancol

Rabu, 11 Januari 2017 18:41 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Pengerukan Kali Ancol
Pengerukan Kali Ancol

Share this





Pengerukan kali dilakukan tanpa batas waktu. Wali Kota Jakarta Utara berharap hasilnya optimal, Jalan RE Martadinata tidak lagi tergenang air.

PADEMANGAN - Sebanyak 5 alat berat milik Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta dikerahkan untuk  melakukan pengerukan di Kali Ancol, Rabu (11/1/2017).

Menurut Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi, itu kegiatan rutin. Tujuannya mengantisipasi genangan saat musim penghujan. Terlebih, BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari-Februari 2017.

“Namun, proses detailnya saya tidak tahu pasti. Data ada di Suku Dinas Sumber Daya Air,” katanya.

Yang pasti, pengerukan kali dilakukan tanpa batas waktu. Dia berharap hasilnya optimal, Jalan RE Martadinata tidak lagi tergenang air.

"Pelaksanakan sampai kira-kira di rasa sudah cukup, sekarang masih pendalaman. Harapan jika sudah dilakukan pendalaman maka air yang bisa ditampung lebih banyak lagi. Ke depan, tidak hanya Kali Ancol, kami juga akan melakukan normalisasi di sejumlah kali lainnya," pungkas Wahyu.

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Pendistribusian Kotak dan Bilik Suara di Jakarta Utara Sudah Rampung

Rabu, 11 Januari 2017 17:57 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Pendistribusian kotak dan bilik suara
Pendistribusian kotak dan bilik suara

Share this





Total, ada 2.218 kotak suara dan 6.450 bilik suara yang didistribusikan.

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Utara telah mendistribusikan kotak suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 ke enam kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Utara.  Pendistribusian dilakukan secara bertahap selama tiga hari dari 7-9 Januari 2017.

Menurut Ketua KPU Kota Jakarta Utara Abdul Muin, kotak suara langsung diserahkan ke Panitia Pengawas Kecamatan (PPK). Nantinya, kotak suara akan kembali didistribusikan ke Panitia Pengawas Suara (PPS) kelurahan satu hari jelang pemilihan dan langsung dikembalikan ke PPK setelah pemilihan.

"Jadi, kotak suara hanya semalam saja berada di PPS, setelah pencoblosan kotak suara langsung dibawa ke PPK untuk dilakukan penghitungan. Semua akan dilakukan pengawasan dan pengawalan ketat dari pihak kepolisian,"paparnya saat dihubungi infonitas.com Rabu (11/1/2017).

Berdasar data yang dihimpun infonitas.com, ada 2.218 kotak suara dan 6.450 bilik suara yang didistribusikan. Dengan rincian:

Kecamatan Cilincing 501 kotak suara, 1.458 bilik suara
kecamatan Koja 410 kotak suara, 1.191 bilik suara
Kecamatan Kelapa Gading 186 kotak suara, 537 bilik suara
Kecamatan Tanjung Priok 498 kotak suara, 1.449 bilik suara
Kecamatan Pademangan 222 kota suara, 645 bilik suara
Kecamatan Penjaringan 401 kotak suara, 1.170 bilik suara

Adapun jumlah TPS di wilayah Jakarta Utara sendiri ada 2.150 TPS.

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Wilayah di Bantaran Kali Sentiong Sudah Bebas Banjir

Rabu, 11 Januari 2017 16:31 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Sheet Pile
Sheet Pile

Share this





Yang terjadi saat ini paling hanya genangan sekitar 15-25 sentimeter. Itupun kalau kondisi air kali sedang meluap.

TANJUNG PRIOK – Lurah Sunter Agung Andi Dirham menjamin 5 RW di wilayahnya yang berada di bantaran Kali Sentiong bebas banjir. Pasalnya, kondisi kali sudah dilengkapi sheet pile.

“RW 01, 02, 03, 04, 05 dijamin bebas banjir. Yang ada paling genangan sekitar 15-25 sentimeter karena ada beberapa bagian sheet pile yang rembes. Itu pun saat air kali penuh saja, tidak setiap saat,” tuturnya kepada infonitas.com, Rabu (11/1/2017).

Kelurahan bersama warga juga sudah melakukan penambalan sendiri. Selain itu, Andi pun mengaku sudah melaporkan kondisi tersebut ke Wali Kota untuk ditindaklanjuti.

“Sulit soalnya baru ketauan saat air naik, tapi yang jelas sudah tidak lagi banjir parah, genangan pun hanya hitungan menit saja sudah surut. Tim Kelurahan kami kan saat hujan lebat turun langsung mantau ke lapangan memastikan setiap wilayah agar saluran tidak ada yang tersumbat," ungkapnya.

 

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Lurah Sunter Agung Ajak Warga Bangun Lingkungan

Rabu, 11 Januari 2017 15:47 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Lurah Sunter Agung Andi Dirham
Lurah Sunter Agung Andi Dirham

Share this





Pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa peran serta dari warga.

TANJUNG PRIOK -  Lurah Sunter Agung Andi Dirham mengapresiasi upaya pengurus RT/RW serta warga yang sudah mau berswadaya membangun wilayahnya sendiri. Menurut dia, pembangunan akan berjalan optimal, bila warga juga berperan aktif dan tidak hanya mengandalkan pemerintah.

"Dulu, semua urusan seperti, bersihin saluran, pengelolaan sampah, pengelolaan tanaman diserahkan ke kelurahan. Namun, saat ini, kondisinya sudah banyak berubah. Bahkan, ada RW yang swadaya bangun taman, bangun tanggul, serta memperbaiki jalan sendiri,” tutur Andi saat ditemui infonitas.com di kantornya, Rabu (11/1/2017).

Ke depan, dia akan terus berupaya menyadarkan masyarakat terkait hal tersebut. Sebab, hasilnya sangat efektif.

“Biasanya, kalau mereka bangun lingkungan sendiri, terus ada yang ngerusak atau buang sampah sembarang, mereka pasti langsung marah. Beda kalau pemerintah yang kerjakan. Jika rusak, warga biasanya masa bodo,” sahutnya.

Kendati begitu, jangan mengartikan pihak kelurahan lepas tangan. Sejatinya, kelurahan siap memberikan pelayanan terbaik kepada warganya.

 

 

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali