Sunter Ancol > Laporan Utama

Satu Dekade Kebebasan Etnis Tionghoa

Minggu, 19 Maret 2017 21:57 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Adi Wijaya

Forum Bersama Indonesia Tionghoa (FBIT) kembali menggelar perayaan Cap Go  Meh dalam perayaan Imlek 2568 tahun 2017
Forum Bersama Indonesia Tionghoa (FBIT) kembali menggelar perayaan Cap Go Meh dalam perayaan Imlek 2568 tahun 2017
Foto : Adi Wijaya

Share this

0





0

FBIT menggelar perayaan Cap Go Meh sekaligus peringatan satu dekade Etnis Tionghoa mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia.

KEMAYORAN – Forum Bersama Indonesia Tionghoa (FBIT) kembali menggelar perayaan Cap Go  Meh dalam perayaan Imlek 2568 tahun 2017. Perayaan ini sekaligus memperingati satu dekade atau sepuluh tahun, Etnis Tionghoa mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia, sejak disahkan UUD nomor 12 tahun 2006, tentang Kewarganegaraan.

Ketua FBIT, Murdaya W Poo mengatakan, etnis Tionghoa tak pernah absen membangun negara dalam berbagai bidang. Keberadaannya, sudah ada sejak zaman kemerdekaan.

"Tak sedikit, etnis Tionghoa yang gugur dalam peperangan merebut kemerdekaan," ujar Murdaya, saat memberikan sambutan dalam acara, yang berlangsung di Hall-D2 Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/3/2017).

Baca : Bekas Tempat Pemulung Ini Jadi Perpustakaan Warga Pasar Baru

Bertema 'Mengatasi Kesenjangan, Menciptakan Kesejahteraan Rakyat yang Lebih Merata dan Berkeadilan', etnis Tionghoa berjanji akan membantu mengatasi permasalahan negara. Caranya, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM), kemajuan teknologi, dan menggalakkan investasi domestik.

"Dengan seperti itu, maka kesejahteraan menjadi lebih baik, lebih berkeadilan dan lebih merata, sehingga kesenjangan dapat berkurang," paparnya.

Lebih jauh, perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini yang jatuh pada tahun 'Ayam Api', etnis Tionghoa berharap adanya kehangatan serta ketenangan batin dalam menjalin hubungan antar sesama. Terutama, tak ada lagi isu Suku Ras Agama dan Antar golongan (SARA) yang kerap membelenggu etnis Tionghoa.

"Demi kecintaan kepada negara, marilah kita bersama-sama menjauhi kegaduhan antar sesama," tutupnya.