Sunter Ancol > Laporan Utama

Pendistribusian Kotak dan Bilik Suara di Jakarta Utara Sudah Rampung

Rabu, 11 Januari 2017 17:57 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Pendistribusian kotak dan bilik suara
Pendistribusian kotak dan bilik suara

Share this





Total, ada 2.218 kotak suara dan 6.450 bilik suara yang didistribusikan.

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Utara telah mendistribusikan kotak suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 ke enam kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Utara.  Pendistribusian dilakukan secara bertahap selama tiga hari dari 7-9 Januari 2017.

Menurut Ketua KPU Kota Jakarta Utara Abdul Muin, kotak suara langsung diserahkan ke Panitia Pengawas Kecamatan (PPK). Nantinya, kotak suara akan kembali didistribusikan ke Panitia Pengawas Suara (PPS) kelurahan satu hari jelang pemilihan dan langsung dikembalikan ke PPK setelah pemilihan.

"Jadi, kotak suara hanya semalam saja berada di PPS, setelah pencoblosan kotak suara langsung dibawa ke PPK untuk dilakukan penghitungan. Semua akan dilakukan pengawasan dan pengawalan ketat dari pihak kepolisian,"paparnya saat dihubungi infonitas.com Rabu (11/1/2017).

Berdasar data yang dihimpun infonitas.com, ada 2.218 kotak suara dan 6.450 bilik suara yang didistribusikan. Dengan rincian:

Kecamatan Cilincing 501 kotak suara, 1.458 bilik suara
kecamatan Koja 410 kotak suara, 1.191 bilik suara
Kecamatan Kelapa Gading 186 kotak suara, 537 bilik suara
Kecamatan Tanjung Priok 498 kotak suara, 1.449 bilik suara
Kecamatan Pademangan 222 kota suara, 645 bilik suara
Kecamatan Penjaringan 401 kotak suara, 1.170 bilik suara

Adapun jumlah TPS di wilayah Jakarta Utara sendiri ada 2.150 TPS.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Putaran 2, KPU DKI Jakarta Siap Melakukan Evaluasi

Senin, 20 Februari 2017 06:30 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adi Wijaya

Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno di TPS 001, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Adi)
Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno di TPS 001, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Adi)

Share this





Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno mengatakan akan terjadi penambahan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

KEMAYORAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memastikan akan belajar dari kesalahan, jika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mengharuskan putaran dua.

Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno mengatakan akan terjadi penambahan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Penambahan itu, menyertakan pemilih tambahan dan warga yang kemarin belum mendapatkan hak pilih.

"Kami akan kaji ulang DPT, agar jika terjadi proses Pilkada putaran kedua berjalan maksimal," kata Sumarno saat ditemui di TPS 001 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017).

Selain DPT, dia pun memastikan persiapan logistik untuk putaran dua. Seeperti surat suara sesuai DPT dan memaksimalkan pendiatribusian formulir C6 kepada calon pemilih.

"Ada warga yang mengeluh formulir C6 terlalu cepat," kata dia.

Dari pantauan Infonitas.com, proses pemungutan suara di TPS 001, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat berjalan kondusif. Paslon Gubernur Anies-Sandi menang dengan perolehan 134 surat suara.

Kali ini, Anies-Sandi sukses mengalahkan paslon Ahok-Djarot yang hanya mendapatkan 103  suara. Sedangkan posisi buncit diduduki oleh Agus-Sylvi. Mereka hanya menoreh 15 surat suara.

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Hadar Nafis Gumay Ikut Pantau Pencoblosan Ulang di 2 TPS

Minggu, 19 Februari 2017 19:45 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adi Wijaya

TPS 001, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Adi)
TPS 001, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Adi)

Share this





Minim dan terbatasnya waktu, kata dia, menjadi faktor utama rendahnya pemilih pada dua TPS itu.

KEMAYORAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memastikan telah dilakukan pemilihan ulang pada dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yaitu TPS Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat dan TPS 029 Kalibata, Jakarta Selatan. Pada dua TPS tersebut, terjadi penurunan partisipasi pemilih dari pemungutan suara sebelumnya.

Komisioner KPU RI Hadar Nafis Gumay yang turut memantau pencoblosan atau pemungutan suara itu mengatakan, penurunan partisipasi pemilih merupakan konsekuensi dalam pemungutan suara ulang. Minim dan terbatasnya waktu, kata dia, menjadi faktor utama rendahnya pemilih pada dua TPS itu.

"Kita perlu menerimanya. Ini konsekuensi," ujar Hadar saat ditemui Infonitas.com di TPS 001 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017).

Dalam catatannya, penurunan partisipasi terjadi pada TPS 001 Utan Panjang mencapai angka 30,78 persen. Hanya 257 pemilih berpartisipasi dari 601 DPT .

"Sedangkan, di TPS 029 Kalibata, Jakarta Selatan, terjadi penurunan 8,7 persen. Dari sebanyak 512 DPT, hanya 456 pemilih berpartisipasi,” kata dai.

Terkait perbedaan hasil pemenang suara dibanding pemilihan sebelumnya di TPS 001 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Hadar mengimbau warga harus menerimanya. Dia mengklaim proses pemilihan ulang berjalan demokratis.

"Ini bisa saja terjadi. Kita harus bisa menerimanya (penurunan partisipasi pemilih),” kata dia.

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Anies-Sandi Menang di TPS 001 Utan Panjang

Minggu, 19 Februari 2017 17:00 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adi Wijaya

TPS 001 Utan Panjang. (Adi)
TPS 001 Utan Panjang. (Adi)

Share this





Dari data yang dihimpun infonitas.com, dari 601 Daftar Pemilih Tetap, hanya 257 warga menggunakan hak pilih.

KEMAYORAN - Proses pemungutan dan penghitungan suara ulang di TPS 001 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat telah usai. Hasilnya, Pasangan Calon (Paslon) Anies-Sandi menang dengan perolehan sebanyak 134 surat suara.

Dari data yang dihimpun infonitas.com, dari 601 Daftar Pemilih Tetap, hanya 257 warga  menggunakan hak pilih. Paslon nomor urut 1 yaitu Agus-Sylvi meraih 15 surat suara, dan paslon nomor urut 2 yaitu Ahok-Djarot menoreh 103 suara. Lima suara sisanya dinyatakan tidak sah.

Pesta demokrasi rakyat semakin terasa saat penghitungan suara. Sejumlah simpatisan di TPS itu saling berteriak menjagokan masing-masing paslon.

"Hidup Agus !! Ahok-Djarot menang. Anies-Sandi jujur," teriak ketiga simpatisan tiga paslon di TPS 001 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017).

Tak hanya itu, usai penghitungan suara, sejumlah simpatisan Anies-Sandi bersalawat di sekeliling TPS. Mereka nampak bahagia, Paslon yang didukungnya menang pada pemungutan suara ulang di TPS itu.

"Pemungutan suara sebelumnya, Anies-Sandi kalah. Tapi sekarang menang," ungkap Tedi Ahmadi, simpatisan Anies-Sandi.

 

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Ini Kesalahan Petugas KPPS Selama Bertugas

Jumat, 17 Februari 2017 15:33 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Mardia Ningsih

Ilustrasi Petugas KPPS
Ilustrasi Petugas KPPS

Share this





Kesalahan penulisan berita dan prosedur berkas sering dilakukan oleh petugas KPPS selama penyelenggaran Pilkada DKI Jakarta 2017.

TANJUNG PRIOK – Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dinilai belum paham dalam menjalankan tugas. Pasalnya, masih terdapat kesalahan terknis dalam proses administrasi berkas.

Menurut Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Mochamad Mualam mengatakan kesalahan yang dilakukan petugas KPPS sejauh ini tidak fatal. Sebab, saat ini belum ada kesalahan dalam perhitungan surat suara.

"Sampai saat ini kesalahan yang ada karena kurang pemahamannya KPPS seperti kesalahan dalam penulisan berita dan prosedur berkas. Yang seharusnya ditaruh didalam kotak malah tidak dilakukan," ujar Mochamad Mualam saat ditemui di Kantor Kelurahan Papanngo (17/2/2017).

Ia menambahkan dalam rekapitulasi perhitungan suara Kecamatan Tanjung Priok diawasi ketat oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Pengawasan dilakukan agar ada kesamaan hasil perhitungan yang ada dengan hasil saksi.

"Disini ada tiga ruangan jadi setiap ruang terdiri dari 1 panwascam, 1 PPL dan 1 staf panwascam" ungkapnya.

Sebagai informasi, tempat rekapitulasi perhitungan surat suara dilakukan di Ruang Pola Lantai 3 Kelurahan Papanggo, Jalan Bisma Timur, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Perhitungan dilakukan dalam seminggu ini, sejak 16 Februari sampai 22 Februari 2017.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Dua Hari, PPK Kemayoran Selesaikan Rekapitulasi 28 TPS

Jumat, 17 Februari 2017 13:03 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Mardia Ningsih

Ilustrasi surat suara
Ilustrasi surat suara

Share this





Meskipun jadwal rekapitulasi suara terakhir pada 27 Februari 2017, tetapi PPK Kemayoran telah menyelesaikan 28 dari 270 TPS.

KEMAYORAN – Jadwal rekapitulasi suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 dijadwalkan mulai 16 Februari-27 Februari 2017. Hingga saat ini, Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kemayoran telah menyelesaikan perhitungan suara sebanyak 28 dari 270 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Kemarin kita sudah selesaikan Kelurahan Gunung Sahari Selatan sebanyak 28 TPS," ungkap Ketua PKK Kemayoran, Setojo saat ditemui di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat (17/2/2017).

Rekapitulasi hasil suara dilakukan di dua ruangan pola Kantor Kecamatan Kemayoran. Perhitungan surat suara di ikuti oleh PKK, PPS, 3 saksi dari paslon, KPPS serta Panwascam. Setiap dari mereka akan dikenakan nametag agar dikenal.

"Sampai saat ini belum ada masalah yang berarti. Bagi warga yang ingin ikut melihat boleh datang langsung ke ruang pola lantai 4 Kecamatan Kemayoran. Perhitungan ini terbuka untuk umum," tuturnya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Di Kecamatan Ini, Rekapitulasi Suara Dilakukan Dua Tahap

Kamis, 16 Februari 2017 17:56 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Mardia Ningsih

Rapat Pleno PPK Tanjung Priok
Rapat Pleno PPK Tanjung Priok

Share this





Usai pemungutan suara kemarin, PPK Kecamatan Tanjung Priok melakukan rekapitulasi hasil dalam dua tahap.

TANJUNG PRIOK – Antisipasi adanya kecurangan dalam perhitungan surat suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta di Kecamatan Tanjung Priok. Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tanjung Priok melakukan rekapitulasi dalam tua tahap.

PPK Tanjung Priok, Lili Sofyan menjelaskan dua tahap rekapitulasasi suara, yakni  pertama dalam satu wilayah kelurahan dan kedua dalam satu wilayah kecamatan. Nantinya, perhitungan suara dilaksanakan secara paralel.

"Kita membagi menjadi tiga ruang. Ruang pola untuk Kelurahan Sunter Jaya dan Kelurahan Papanggo. Ruang tenda di lapangan Kelurahan Papanggo untuk Kelurahan Sungai Bambu, Kebon Bawang dan Tanjung priok. Untuk Kelurahan Sunter Agung dan Kelurahan Warakas ruanganya antara di tenda lapangan atau ruang PKK," jelas Lili di Ruang Pola Kelurahan Papanggo pada Kamis (16/2/2017).

Dia menambahkan, ketua dan wakil PPK akan memimpin rapat pleno di masing-masing kecamatan. Nantinya, saksi dari pasangan calon (Paslon) dapat mengajukan keberatan dalam perhitungan suara. "Jika ada yang berbeda boleh mengajukan keberatan nanti akan kita cari solusi bersama," tutupnya.

Sementara itu, Camat Tanjung Priok, Syamsul Huda mengatakan perlu diapresiasi kerja para Pawas, KPPS, PKK, PPS, Polri, Brimob, dan Satpol PP karena pencoblosan perjalan dengan aman, tertib dan lancar.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Pawas, PKK, PPS, polri, brimob, dan satpol PP," ungkapmnya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Kurang DPTh Bikin Ricuh TPS Rusun Marunda

Kamis, 16 Februari 2017 15:52 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Sumber : DBS

Ilustrasi Pemungutan Suara
Ilustrasi Pemungutan Suara

Share this





Kurangnya DPT tambahan membuat proses pemungutan suara di Gedung cluster 4 Rusunawa Marunda sempat terjadi kericuhan antara warga dan petugas TPS.

TANJUNG PRIOK – Kemarin, saat pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017 sempat terjadi kericuhan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 30 Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Marunda. Kejadian adu mulut antar warga dan petugas TPS tersebut dikarenakan formulir Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTh) kurang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Utara, Abdul Muin mengatakan hanya kesalahpahaman pemilih yang hendak menggunakan hak suara. Warga beranggapan tidak dapat mencoblos karena surat suara habis, padahal yang sebenarnya formulir pernyataan pemilih pengguna KTP biasa yang kurang di TPS.

“Maka dari itu, pemilih harus di fotokopi (Identitasnya) terlebih dahulu ke petugas KPPS atau Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara itu," kata Abdul, Kamis (16/2/2017).

Ia mengaku sebenarnya keributan tersebut dapat dicegah asalkan masyarakat memiliki kepedulian terhadap hak konstitusinya sejak awal. Sebab, pihaknya mengklaim telah melakukan sosialisasi sejak jauh-jauh hari agar warga secara aktif memeriksakan keikutsertaan dalam menggunakan hak suara.

“Kita sudah sosialisasi sejak jauh-jauh hari agar warga secara aktif memeriksa apa yang bersangkutan itu sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), atau belum. Kemudian, segera mungkin untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Akan tetapi, bagi para warga ini baru peduli, baru protes saat pemilihan itu mulai. Kemana saja?" jelasnya.

Untuk mengindari perilaku warga semakin brutal, petugas TPS 30 akhirnya mengalihkan ke TPS 28 yang lokasinya tidak jauh. Tetapi, masyarakat masih salah paham sehingga berujung ricuh bahkan antrian menjadi panjang juga.

“Biasanya itu disebabkan karena banyak pemilih pengguna KTP biasa atau Surat Keterangan. Maka dari itu, terjadi kekurangan form yang wajib untuk diisikan oleh pemilih. Kertas suara sebenarnya cukup di semua TPS yang ada di Rusunawa Marunda,"katanya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Antisipasi Kecurangan, Lurah Ini Ikut Amankan Kotak Suara

Kamis, 16 Februari 2017 15:02 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Mardia Ningsih

Lurah Papanggo, Maryono
Lurah Papanggo, Maryono

Share this





Guna mengantisipasi tindak kecurangan dalam penghitungan surat suara, Lurah Papanggo turut serta mengamankan 483 kotak suara.

TANJUNG PRIOK - Lurah Papanggo Maryono ikut serta untuk mengamankan ruang logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta di Kantor Kelurahan Papanggo, Jalan Bisma Timur, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Keikutsertaan dalam mengamankan ruangan logistik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tanjung Priok agar 483 kotak suara tidak dilakukan penyalahgunaan.

"Ruangan logistik dijaga ketat selama 1x24 jam oleh 4 Satpol PP Kelurahan Papanggo, 10 Satpol PP Kecamatan Tanjung Priok, Polri serta Brimob," ungkapnya saat ditemui di Kantor Kelurahan Papanggo, Kamis (16/2/2017).

Menuru Dia, ada tiga tempat yang dipakai untuk rekapitulasi perhitungan suara yaitu ruang pola kelurahan Papanggo di lantai 3 dan dua tenda di halaman kantor Kelurahan Papanggo. "Nantinya perhitungan suara, akan dihitung berdasarkan kelurahan yang memiliki TPS terbanyak. Ruangan logistik akan dipakai selama seminggu dari tanggal 15 - 23 Februari 2017. Setelah itu akan dikirim ke KPUD Jakarta Utara," tuturnya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Perhitungan Suara Tanjung Priok Selesai Senen Depan

Kamis, 16 Februari 2017 13:03 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Mardia Ningsih

Surat Suara
Surat Suara

Share this





Untuk menyelesaikan hasil rekapitulasi suara di Kecamatan Tanjung Priok dibutuhkan waktu selama empat hari.

TANJUNG PRIOK – Perhitungan suara hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dki Jakarta 2017 di Kecamatan Tanjung Priok ditargetkan selesai dalam jangka empat hari. Waktu yang tidak singkat tersebut dibutuhkan untuk menyamakan hasil rekapitulasi di TPS dan saksi yang dimiliki oleh Pasangan Calon (Paslon).

"Kita belum tahu perhitungan suara akan selesai kapan, ditargetkan akan selesai selama 4 hari," ujar  Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) Tanjung Priok, Leli Sofyan saat ditemui infonitas.com di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara (16/2/2017).

Menurut Leli, sebelum diadakan rekapitulasi pemungutan suara akan diadakan rapat pleno tentang teknis perhitungan yang akan dihadiri oleh saksi, PPK, PPS, dan Panwas.

 Dia melanjutkan perhitungan akan dilakukan Untuk rekapitulasi suara 483 kotak suara dari tujuh keluharan di Kecamatan Tanjung Priok akan dilakukan hari ini pukul 13.00 WIB. Lokasinya berada di tiga ruang di Kelurahan Papanggo. Dua ruangan di lantai dasar dan satu ruangan di ruang pola lantai 3 Kelurahan Papanggo.

Sebagai informasi, penempatan logistik untuk Kecamatan Tanjung Priok dilakukan di Kelurahan Papanggo. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya ruangan di Kecamatan Tanjung Priok.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Libur Pilkada, Ancol Diserbu Puluhan Ribu Pengunjung

Kamis, 16 Februari 2017 09:22 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Sumber : DBS

Ilustrasi Ancol
Ilustrasi Ancol

Share this





Usai menggunakan hak suara pada Pilkada kemarin, warga Jabodetabek memilih untuk menghabiskan waktu berwisata ke Ancol.

ANCOL – Kawasan wisata Ancol pada libur nasional Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta kemarin mencatat rekor tertinggi untuk jumlah wisatawan berkunjung. Pasalnya, sejak dibuka mulai pukul 10.00-16.00, tercatat dikunjungi 25 ribu wisatawan.

Menurut Manager Coorporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Rika Lestari lonjakan jumlah penumpang ini berkat promo yang diberikan pihaknya kepada warga Ibukota. Yakni bagi wisatawan yang dapat menunjukkan bukti sudah mencoblos atau tinta pada jarinya untuk masuk ke wahana Dunia Fantasi (Dufan) hanya dikenakan biaya Rp 150 ribu dari harga normal Rp 295 ribu.

"Kami targetkan pengunjung mencapai enam puluh lima ribu," ujar Rika, Rabu (15/2/2017).

Sementara, wisatawan asal RT 04/05, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Nunung (37) mengatakan seusai menggunakan hak suara, dia bersama keluarganya memilih menghabiskan liburan ke Ancol. "Kami sengaja datang sore agar tidak terlalu panas untuk menikmati suasana pantai," jelasnya.