Sunter Ancol > Laporan Utama

Nasib Transportasi Tua

Pemilik Bemo Minta Suntikan Modal dari Pemerintah

Kamis, 13 April 2017 11:06 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Rilangga Firsttian

Bemo, transportasi umum pertama di Jakarta
Bemo, transportasi umum pertama di Jakarta
Foto : Rilangga Firsttian

Share this





Tergerusnya moda transportasi umum pertama di Jakarta yakni Bemo membuat pemilik kendaraan enggan berpaling ke angkutan lainnya.

SENEN – Para sopir Bemo yang kerang mangkal di seputaran Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat meminta bantuan modal ke pemerintah. Keinginan tersebut dikarenakan para pengemudi kendaraan umum roda tiga ini enggan angkutannya digantikan oleh moda transportasi jenis lainnya.

"Kalau bisa pemerintah tuh kasih modal pinjaman kepada kami buat ngebagusin bemo, kalau penawarannya kayak gitu pasti kami senang dan menerima, kalau dihapus bemonya wah kami enggak terima, soalnya banyak kenangan," ucap Qodri salah seorang pemilik bemo, kepada Infonitas.com, Kamis (13/4/2017).

Bapak lima anak ini mengaku, biaya perawatan dan mempercantik satu unit bemo berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Sedangkan, pendapatan rata-rata per hari Rp 200 ribu. Untuk itu, kebutuhan dana pinjaman dari pemerintah sangat dibutuhkan oleh pemilik angkutan umum tersebut

"Uang pinjaman modal kurang lebih 5 sampai 10 juta, kami pasti benerin dan ngebagusin bemo kami sampai sebagus mungkin, kami juga menyadari jika bemo ini adalah alat transportasi pertama di Jakarta selain jenis mobil," lanjutnya.

Baca juga : Tim Pemenangan Ahok-Djarot Gelar Pengobatan Gratis di Tambora

Terhitung hingga kini ada sekitar 600 bemo yang berada dilima titik di kawasan Ibu kota, diantaranya adalah kawasan Buaran, Manggarai, Pademangan, Olimo, serta di kawasan RSCM tempat biasa dia mangkal.

"Menurut padepokan yang kami buat 3 tahun lalu, terdata kurang lebih ada 600 bemo di Jakarta, tapi saya enggak tahu tepatnya berapa bemo perlokasi," tutupnya.