Sunter Ancol > Laporan Utama

Nasib Transportasi Tua

Pemilik Bemo Kerap Tolak Peremajaan Kendaraan dari Organda

Kamis, 13 April 2017 09:49 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Rilangga Firsttian

Bemo di kawasan RSCM Jakarta Pusat
Bemo di kawasan RSCM Jakarta Pusat
Foto : Rilangga Firsttian

Share this





Kondisi kendaraan yang tua dan spare part yang langka membuat Organda menawarkan peremajaan kendaraan, namun ditolak oleh pemilik Bemo.

SENEN – Pemilik Bemo yang kerap mangkal di kawasan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sering ditawari pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk merevitalisasi kendaraan. Namun, tawaran peremajaan angkutan umum jadul tersebut ditolak dengan alasan kapasitas penumpang.

"Saya sering dapat penawaran buat ganti kendaraan, biasanya dari Organda, cuma penawaran yang dikasih itu enggak sesuai maunya saya, soalnya kendaraan tawarannya cuma bisa menampung 4 orang saja," ujar Salah satu pemilik Bemo di kawasan RSCM Qodri kepada Infonitas.com, Kamis (13/4/2017).

Baca juga : Pasukan Orange Bersihkan Saluran air RW 10 Pejagalan

Bertahan dengan kendaraan jasa ternyata tidak membuat pria yang tinggal di kawasan Kuningan Jakarta Selatan ini mengeluh. Ia mengaku, peminat Bemo masih belum berkurang dari dahulu hingga sekarang.

Qodri yang mulai mengemudikan Bemo sejak puluhan tahun lalu mematok tarif per penumpang sebesar Rp 4.000. Untuk trayek, Ia hanya melayani RSCM-Manggarai Pulang Pergi.

"Enggak masalah banyak transportasi yang lebih modern, menurut saya peminat bemo masih banyak, yang jadi kendala para sopir cuma macetnya aja, untuk tarif sama kayak angkot, sekitar 4000 sekali naik jauh dekat," tutupnya.