Sunter Ancol > Laporan Utama

Pilkada DKI 2017

Panwaslu Jakut Sita 20 Paket Sembako Milik Timses Ahok-Djarot

Senin, 17 April 2017 12:41 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Paket sembako yang disita Panwaslu Jakut
Paket sembako yang disita Panwaslu Jakut
Foto : Adi Wijaya

Share this

0





0

Di Warakas, Jakarta Utara, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) menyita 20 paket sembako milik Timses Ahok-Djarot yang diduga sebagai kampanye hitam.

KOJA - Sebanyak 20 paket sembako berisi mie instan, beras, sarden, dan minyak goreng disita Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Utara. Paket itu, diduga merupakan kampanye hitam salah satu Tim Sukses (Timses) Pasangan Calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta bernomer urut dua Basuki Thajaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat (Djarot).

Ketua Panwaslu Jakarta Utara Ahmad Halim mengatakan, sebanyak 20 paket sembako itu merupakan bagian dari 355 paket sembako yang akan disebarkan kepada masyarakat. Seorang pelaku, Destiawan (35) juga diamankan saat berada dikediaman Waode Jumianah di gang 19 RT12/14 No.18, Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (17/4/2017) sekitar Pukul 02.00 WIB.

"Ada masyarakat yang melaporkan sebelumnya. Alasan tak seluruh paket sembako dibagikan lantaran sudah dibuat pernyataan antar pelaku dan Panwaslu Jakarta Utara," ungkap Halim saat ditemui di kantor Panwaslu Jakarta Utara, Jalan Deli, Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara, Senin (17/4/2017).

Halim menjelaskan, pengamanan paket sembako beserta pelaku bertujuan, agar tidak mempengaruhi pilihan masyarakat saat hari Pilkada, pada Rabu (19/4/2017) mendatang. Sedangkan, barang yang disita hanya 20 paket sembako, lantaran sudah dibuatkan perjanjian untuk tidak menyebarkannya lagi.

"Sisanya masih disimpan di kediaman pemilik rumah. Jika terbukti paket sembako berkurang, maka akan dikenakan sanksi," ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya akan membawa kasus ini ke tingkat pembahasan Tim sentral Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu) Jakarta Utara. Adapun, laporan untuk kasus ini lebih terhadap adanya dugaan kampanye hitam.  

"Untuk proses awal, kita lakukan pencegahan terlebih dahulu. Agar masyarakat tidak menjadi korban kampanye hitam," tutupnya.

Baca juga : Di Tambora, Spanduk Kampanye Anies-Sandi Paling Banyak Ditertibkan