Lurah Sunter Agung Ajak Warga Bangun Lingkungan
Sunter Ancol > Laporan Utama

Lurah Sunter Agung Ajak Warga Bangun Lingkungan

Rabu, 11 Januari 2017 15:47 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Lurah Sunter Agung Andi Dirham
Lurah Sunter Agung Andi Dirham

Share this





Pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa peran serta dari warga.

TANJUNG PRIOK -  Lurah Sunter Agung Andi Dirham mengapresiasi upaya pengurus RT/RW serta warga yang sudah mau berswadaya membangun wilayahnya sendiri. Menurut dia, pembangunan akan berjalan optimal, bila warga juga berperan aktif dan tidak hanya mengandalkan pemerintah.

"Dulu, semua urusan seperti, bersihin saluran, pengelolaan sampah, pengelolaan tanaman diserahkan ke kelurahan. Namun, saat ini, kondisinya sudah banyak berubah. Bahkan, ada RW yang swadaya bangun taman, bangun tanggul, serta memperbaiki jalan sendiri,” tutur Andi saat ditemui infonitas.com di kantornya, Rabu (11/1/2017).

Ke depan, dia akan terus berupaya menyadarkan masyarakat terkait hal tersebut. Sebab, hasilnya sangat efektif.

“Biasanya, kalau mereka bangun lingkungan sendiri, terus ada yang ngerusak atau buang sampah sembarang, mereka pasti langsung marah. Beda kalau pemerintah yang kerjakan. Jika rusak, warga biasanya masa bodo,” sahutnya.

Kendati begitu, jangan mengartikan pihak kelurahan lepas tangan. Sejatinya, kelurahan siap memberikan pelayanan terbaik kepada warganya.

 

 

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Taman Komplek DKI Agung Niaga Jadi Tempat Mangkal Ojek

Jumat, 20 Januari 2017 19:51 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Taman Blok G Komplek DKI, di Jalan Agung Niaga 4, Sunter Agung, Jakarta Pusat.
Taman Blok G Komplek DKI, di Jalan Agung Niaga 4, Sunter Agung, Jakarta Pusat.

Share this





Taman yang berada di lingkungan dalam komplek terlihat tidak terurus. Di dalam taman, terdapat beberapa pengemudi ojek online yang sedang tidur.

TANJUNG PRIOK - Kondisi Taman Blok G Komplek DKI, di Jalan Agung Niaga 4, Sunter Agung, Jakarta Utara sangat memprihatinkan. Taman yang berada tidak jauh dari Pasar Sunter Podomoro tersebut menjadi tempat pangkal ojek online.

Warga sekitar Dimas (29) mengatakan, taman blok G sudah lama tidak digunakan. Taman tersebut memang selalu sepi karena berada di lingkungan komplek. “Karena sepi jadi disalahgunakan menjadi tempat mangkal ojek online," katanya saat ditemuin dilokasi, Jumat (20/1/2017).

Pantauan infonitas.com taman yang berada di lingkungan dalam komplek terlihat tidak terurus. Di dalam taman, terdapat beberapa pengemudi ojek online yang sedang tidur, pohon-pohon yang ditebang, dan batang-batang pohon yang dibiarkan berantakan.

Pengguna motor dan ojek online yang memarkirkan kendaraannya di rumput, sehingga membuat rusak rumput. Kondisi ini juga diperparah pagar yang karatan dan minim sarana dan prasarana pendukung.

Warga lainnya Amoy (28) berharap instansi terkait peduli dengan keberadaan taman tersebut. Dia berharap instansi terkait menata ulang taman tersebut dan menempatkan petugas keamanan yang selalu berjaga di sekitar taman.

"Karena lingkungan sepi takutnya terjadi perbuatan kriminalitas. Sangat disayangkan sekali yang seharusnya bisa menjadi tempat anak bermain, tapi terabaikan, lebih baik dialih fungsikan menjadi tempat yang bermanfaat," ujarnya.

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Kelurahan Sunter Agung Kekurangan Petugas PTSP

Kamis, 19 Januari 2017 14:20 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

PTSP Kelurahan Sunter Agung
PTSP Kelurahan Sunter Agung

Share this





Hanya ada tiga petugas untuk melayani 100 orang setiap harinya membuat pelayanan tidak efektif.

TANJUNG PRIOK – Warga mengeluhkan lambannya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara. Kurangnya petugas pelayanan membuat warga menunggu lama.

Warga Sunter Agung Lis Widya mengatakan, kurangnya petugas yang melayani membuat warga lama menunggu. "Seharusnya ditambah untuk petugas pelayanan umum, masa yang melayani hanya satu orang tapi yang datang banyak," ujarnya Kamis (19/1/2017).

Pantauan infonitas.com di Kelurahan Sunter Agung, terdapat tiga petugas yang melayani. Satu orang petugas melayani KTP, satu orang yang melayani pelayanan umum, dan satu orang petugas melayani pengembalian dokumen warga.

Ketiga petugas tersebut terlihat kewalahan melayani sekitar 100 orang yang hendak mengurus surat-surat ke Kantor Kelurahan Sunter Agung tiap harinya.

Warga lainnya, suryanti menambahkan, hanya ada tiga petugas untuk melayani 100 orang setiap harinya membuat pelayanan tidak efektif. "Saya sudah tiga kali ke kelurahan tapi nomor antrian selalu habis. Jam 10.00 WIB saja sudah habis, pelayanannya tidak efektif," katanya.

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Warga Tidak Sabar Nunggu RPTRA Sutra 4 Diresmikan

Rabu, 18 Januari 2017 15:55 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

RPTRA Sutra 4 di Jalan Danau Sunter 3, Sunter Agung, Jakarta Utara.
RPTRA Sutra 4 di Jalan Danau Sunter 3, Sunter Agung, Jakarta Utara.

Share this





Pengerjaan RPTRA sudah 98 persen, warga sekitar juga sudah tidak sabar menunggu RPTRA tersebut diresmikan.

TANJUNG PRIOK – Pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sutra 4 di Jalan Danau Sunter 3, Sunter Agung, Jakarta Utara memasuki tahap pengerjaan akhir. RPTRA tersebut hanya menunggu diresmikan instansi terkait agar segera digunakan oleh warga.

Kordinator RPTRA Sutra 4 Tuminah mengatakan, pengerjaan RPTRA sudah 98 persen. Menurutnya, warga sekitar sudah tidak sabar menunggu RPTRA tersebut diresmikan. Dia mengaku pengelola juga sudah siap jika RPTRA akan diresmikan,

"Tinggal pasang pintu dan memperbaiki permainan anak yang mengalami kerusakan. Jika akan diresmikan kita sudah siap tinggal menunggu kabar pastinya saja," katanya saat ditemui, Rabu (18/1/2017).

Tuminah menjelaskan, RPTRA Sutra 4 memiliki sejumlah fasilitas yang lengkap. Terpadat ruang laktasi, perpustakaan, dapur,  kolam ikan yang akan dijadikan tempat budidaya ikan lele, joging track, tempat refleksi kaki, dan tanaman toga yang sudah ditanami 10 variasi bibit tanaman.

Dia menambahkan, sebelum melakukan kegiatn pihaknya akan berkoordinasi dengan RT dan RW sekitar. "Untuk sekarang belum bisa melakukan kegiatan disini. Rencananya jika sudah diresmikan akan ada kegiatan menari, taekwondo, futsal, dan senam lansia. Nantinya, sekolah-sekolah yang berdekatan dapat melakukan kegiatan disini juga," katanya.

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Begini Strategi Kelurahan Sunter Jaya Hadapi Musim Hujan

Rabu, 18 Januari 2017 15:36 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Posko banjir di Kelurahan Sunter Jaya.
Posko banjir di Kelurahan Sunter Jaya.

Share this





Kelurahan Sunter Jaya sudah menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasi terjadinya banjir di saat musim hujan.

TANJUNG PRIOK – Mengantisipasi datangnya musim hujan, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara melakukan peninggian jalan, pengerukan kali, dan membersihkan tali-tali air di lingkungan sekitar.

Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman, dan Ketertiban Kelurahan Sunter Jaya Eka P. Yeluma mengatakan, tidak ada program khusus untuk menghadapi musim penghujan, kelurahan sudah mempunyai program jangka panjang seperti peninggian Jalan Danau Elok, Jalan Skip, dan Jalan Bentengan. Normalisasi saluran di Jalan Haji Mawar merupakan salah satu antisipasi banjir.

Selain itu, Kelurahan Sunter Jaya juga sudah menertibkan Lokasi Pembuangan Sampah (LPS) liar dibeberapa lokasi, akan ada sanksi tegas bagi warga yang masih melanggar. Pihaknya, juga telah mendirikan posko banjir. "Tiap malam dilakukan piket oleh PPSU dan Satpol PP, jika turun hujan serta ada genangan kita langsung turun," ungkapnya saat ditemui infonitas.com, Rabu (18/1/2017).

Tidak hanya itu, untuk menghindari dampak musim hujan seperti bahaya demam berdarah (DBD), Kelurahan Sunter Jaya memiliki program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan oleh kader jumantik tiap minggunya. "Alternatif terakhir, bila sudah ada korban akibat DBD akan dilakukan fogging," katanya.

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Wilayah di Bantaran Kali Sentiong Sudah Bebas Banjir

Rabu, 11 Januari 2017 16:31 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Sheet Pile
Sheet Pile

Share this





Yang terjadi saat ini paling hanya genangan sekitar 15-25 sentimeter. Itupun kalau kondisi air kali sedang meluap.

TANJUNG PRIOK – Lurah Sunter Agung Andi Dirham menjamin 5 RW di wilayahnya yang berada di bantaran Kali Sentiong bebas banjir. Pasalnya, kondisi kali sudah dilengkapi sheet pile.

“RW 01, 02, 03, 04, 05 dijamin bebas banjir. Yang ada paling genangan sekitar 15-25 sentimeter karena ada beberapa bagian sheet pile yang rembes. Itu pun saat air kali penuh saja, tidak setiap saat,” tuturnya kepada infonitas.com, Rabu (11/1/2017).

Kelurahan bersama warga juga sudah melakukan penambalan sendiri. Selain itu, Andi pun mengaku sudah melaporkan kondisi tersebut ke Wali Kota untuk ditindaklanjuti.

“Sulit soalnya baru ketauan saat air naik, tapi yang jelas sudah tidak lagi banjir parah, genangan pun hanya hitungan menit saja sudah surut. Tim Kelurahan kami kan saat hujan lebat turun langsung mantau ke lapangan memastikan setiap wilayah agar saluran tidak ada yang tersumbat," ungkapnya.

 

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Sekolah IPEKA Sebabkan Kemacetan di Jalan Sunter Garden

Rabu, 11 Januari 2017 12:50 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Kendaraan saling serobot dan tidak mau ngalah saat melintas di perempatan Jalan Sunter Garden Raya.
Kendaraan saling serobot dan tidak mau ngalah saat melintas di perempatan Jalan Sunter Garden Raya.

Share this





Kemacetan tersebut kerap terjadi pada sore hari saat jam pulang sekolah IPEKA Sunter.

TANJUNG PRIOK – Kemacetan parah kerap terjadi di perempatan Jalan Sunter Garden Raya, Sunter, Jakarta Utara. Kemacetan tersebut kerap terjadi pada sore hari saat jam pulang sekolah IPEKA Sunter.

Pantauan infonitas.com, kemacetan terjadi akibat banyaknya kendaraan yang keluar dari sekolah IPEKA. Hal ini membuat antrian kendaraan yang cukup panjang saat melintas di lokasi tersebut. Untuk mengurai kemacetan petugas keamanan dan pengendara motorcoba mengatur arus lalu lintas.Petugas keamanan yang berada di empat sisi jalan, mencoba mengatur agar kendaraan tidak jalan berbarengan sehingga menimbulkan kemacetan.

Salah satu petugas keamanan Haerudin (27) mengatakan, kemacetan hampir setiap hari terjadi pada pukul 3 sore atau jam pulang sekolah. Tidak adanya lampu merah membuat pengendara tidak ada yang mau mengalah. "Seharusnya dibuat lampu merah karena kemacetan diakibatkan karena tidak ada kendaraan yang mau mengalah satu sama lain," ujarnya.

Salah satu pengguna jalan, Edi (36) berharap, agar petugas berwenang membuat lampu lalu lintas di perempatan Jalan Sunter Garden Raya. Menurutnya, lampu lalu lintas dapat berfungsi menahan arus lalu lintas sehingga tidak terjadi saling serobot kendaraan.

"Saya tiap hari lewat sini, kalau sudah jam segini selalu saja macet, tidak ada yg mau mengalah. Petugas kepolisian atau petugas yang berwenang tolong pasang lampu merah di daerah ini," katanya saat ditemui dilokasi.

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Cobay Kreasi Hadir di Jembatan Item

Jumat, 06 Januari 2017 10:38 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu

Cobay Kreasi
Cobay Kreasi

Share this





Cobay Kreasi menghadirkan sejumlah wahana permainan, seperti komedi ombak, bianglala, kereta lokomotif, dan tembak sasaran.

TANJUNG PRIOK – Cobay Kreasi hadir di Jalan Kenanga Raya, Jembatan Item, Sunter Agung, Jakarta Utara selama musim libur sekolah, dari 26 Desember 2016 hingga 6 Januari 2017.

Cobay Kreasi adalah pengelola wahana permainan anak asal Purworejo. Ada sejumlah permainan yang dihadirkan, seperti komedi ombak, bianglala, kereta lokomotif, dan tembak sasaran.  Tarifnya cukup murah, Rp 6.000 untuk satu kali naik.

“Semua permainan aman. Yang paling favorit sejauh ini ya bianglala atau kincir angin. Kami memang sengaja memanfaatkan musim libur sekolah untuk meraup untung. Hasilnya, ya lumayan,” ucap Jefri, pengelola Coboy Kreasi kepada infonitas.com, Kamis (5/1/2017).

Dalam satu hari, dia bisa meraup keuntungan bersih Rp 100.000-Rp 200.000. Menurut Jefri, dibanding lokasi lain, pendapatan ini masih tergolong kecil.

“Sebenarnya, jumlah pengunjung lebih banyak kalau tempatnya di pemukiman padat penduduk. Kami buka dari pukul 15.00-22.00 WIB,” tuturnya.

 

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Perekrutan KPPS Tak Akan Terkendala

Kamis, 05 Januari 2017 13:46 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Bimtek KPU Jakarta Utara
Bimtek KPU Jakarta Utara

Share this





Sejatinya, aturan baru terkait syarat perekrutan KPPS bisa menjadi perubahan ke arah yang lebih baik.

JAKARTA – Meski ada keluhan dari sejumlah RT/RW, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Utara tetap optimistis perekrutan Komisi Panitia Pemungutan Suara (KPPS) tak akan terkendala.

“Memang pada saat sosialisasi ada beberapa RT yang mengeluh keberatan dengan aturan tersebut. Alasannya, sulit untuk mencari yang belum pernah bertugas sebelumnya. Tapi saya sampaikan jalani saja dulu. Usahakan supaya dapat. Kan tidak harus yang pernah bertugas sebagai KPPS sebelumnya, bisa istri atau anaknya. Soal pembinaan bisa dilakukan setelah terpilih,” kata Ketua KPU Kota Jakarta Utara Abdul Muin.

Muin menyampaikan itu pasca Bimbingan Teknis Pemungutan dan Perhitungan Suara oleh PPK di Kantor KPU Kota Jakarta Utara, Kamis (5/1/2016).

Berdasar aturan, KPU memang memungkinkan menggandeng lembaga pendidikan, dalam hal ini mahasiswa. Atau, melibatkan tenaga pengajar, seperti guru atau dosen. Namun, ketentuannya sama, usia minimal 25 tahun.

“Ya, kami berharap, sistem rekrut terbaru ini dapat lebih baik. Besok terakhir pendaftaran KPPS. Masyarakat harap mengawasi proses perekrutan hingga terpilih anggota KPPS,” pungkasnya.

 

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Aturan KPU Soal Perekrutan Petugas KPPS Memberatkan

Kamis, 05 Januari 2017 13:34 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Syarat perekrutan KPPS
Syarat perekrutan KPPS

Share this





Banyak ketua RW yang merasa sulit mencari orang yang berminat menjadi petugas KPPS.

TANJUNG PRIOK – Syarat perekrutan petugas Komisi Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dirasa terlalu selektif. Banyak warga yang hendak melamar mengurungkan niatnya.

Seperti yang diungkapkan Ketua RT 06 Sunter Agung, Beni. Dari 12 persyaratan, 3 di antaranya cukup memberatkan. Yakni, berusia minimal 25 tahun, ijazah minimal SLTA, dan belum menjabat 2 periode sebagai anggota KPPS.

Akibatnya, Beni merasa sulit mencari orang yang berminat menjadi anggota KPPS. “Syaratnya memberatkan, yang tidak pakai apa-apa aja susah, apa lagi yang harus pakai persyaratan kaya gitu pasti tambah susah lagi. Ga ada yang mau daftar," ujarnya kepada infonitas.com, Kamis (5/1/2017).

Ketua RW 03 Sunter Agung, Joko juga mengungkapkan hal serupa. “Persyaratannya kayak mau melamar kerja. Enggak sebanding dengan jumlah honor yang diterima. Mereka kira banyak yang berminat jadi KPPS,” ucapnya.

Pihak KPU pun tidak melibatkan RT/RW dalam proses rekrutmen KPPS. “Bikin peraturannya enggak pake survei kali, ya begini jadinya. RT/RW harusnya diajak bermusyawarah. Ini sama saja merendahkan jabatan RT/RW,” pungkasnya.

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali






Sunter Ancol > Laporan Utama

Toga di RPTRA Sungai Bambu

Kamis, 05 Januari 2017 09:40 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu

TOga di RPTRA Sungai Bambu
TOga di RPTRA Sungai Bambu

Share this





Toga ada untuk warga. Mereka yang ingin mengambil tanaman obat bisa langsung datang ke RPTRA Sungai Bambu.

TANJUNG PRIOK – Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Sungai Bambu bersama pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Sungai Bambu membudidayakan Tanaman Obat Keluarga (Toga).

Toga berfungsi sebagai tempat mengedukasi masyarakat terkait tanaman-tanaman herbal yang bisa bermanfaat sebagai obat. Nantinya, masyarakat juga bisa langsung memanfaatkan Toga.

“Jadi, warga yang ingin mengambil tanaman obat bisa langsung datang saja ke RPTRA, gratis,” ucap Leni, koordinator pengelola RPTRA Sungai Bambu, Rabu (4/1/2016).

Menurut dia, proses penanaman sudah dimulai sejak 13 Mei 2015 atau sejak RPTRA diresmikan. Saat ini, sejumlah jenis tanaman obat tersedia. Seperti, kembang teleng untuk obat mata, lidah buaya, jahe merah, dan tanaman lainnya,” ucapnya, Rabu (4/1/2016).

“Saya harap warga juga turut menjaga. Malah kalau bisa turut juga menanam tanaman yang kira-kira bisa berguna sebagai obat,” pungkasnya.

 

Pasar Senen Terbakar

dibaca 213 kali