Sunter Ancol > Laporan Utama

Pilkada DKI 2017

Kampanye Santripreneur, Anies-Sandi Dilaporkan ke Bawaslu

Kamis, 16 Maret 2017 19:58 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Ilustrasi Anies-Sandi
Ilustrasi Anies-Sandi
Foto : istimewa

Share this





Usai dilaporkan perkara ambil program dana bergulir RW milik AHY, kini Anies-Sandi kembali diadukan ke Bawaslu terkait program Santripreneur.

TANJUNGPRIOK – Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Pelaporan tersebut terkait dugaan kampanye program ilegal yakni Santripreneur yang dilakukan oleh Sandiaga Uno.

"Dia mengkampanyekan program Santripreneur, yang menjanjikan mengadakan pelatihan, pedampingan, dan bantuan dana usaha sebesar Rp. 300 juta," ujar Perwakilan Tim Advokasi Jakarta Bersih (TAJI) Partahi Sidabutar saat ditemui di kantor Bawaslu DKI Jakarta, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (16/3/2017).

Partahi mengaggap, santripeneur ilegal karena tidak terdaftar dalam  program resmi yang tercatat di Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Ditambah, rancangan kerja yang dikampanyekan berindikasi adanya politik uang.

"Dasar hukumnya tertuang dalam Pasal 73 ayat 1 yang berisi, calon atau tim kampanye dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi penyelenggara pemilih," paparnya.

Selain itu, Sandi menyampaikan program tersebut di dalam Masjid Fatahillah, di kawasan Pasar Tanah Abang, Blok B, Jakarta Pusat. "Kami membawa bukti berupa artikel dan video dari media massa, serta saksi yang saat itu berada di lokasi kampanye," jelasnya.

Baca juga : Bau Busuk Warnai Pelabuhan Kaliadem Jakarta Utara