Sunter Ancol > Laporan Utama

Jadwal Rapat Umum Cagub dan Cawagub DKI Jakarta

Kamis, 12 Januari 2017 14:57 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

ilustrasi paslon
ilustrasi paslon

Share this





Masing-masing pasangan cagub dan cawagub DKI sudah menentukan jadwal rapat umum.

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI telah menetapkan jadwal untuk kampanye rapat umum yang akan dihelat oleh masing-masing pasangan calon gubernur DKI Jakarta.

"KPU DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan para pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk pelaksanaan kampanye rapat umum. Kami juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan," papar Sumarno, ketua KPU DKI Jakarta saat dihubungi infonitas.com, Kamis (12/1/2017).

Rapat umum adalah bentuk kampanye yang diatur oleh KPU. Kegiatan dilaksanakan di tempat yang dapat menampung ribuan pendukung. Paslon diberi kesempatan untuk melaksanakan rapat umum itu hingga 11 Februari 2016 yang merupakan hari terakhir kampanye.

Jadwal dari masing-masing tim kampanye pun sudah ditentukan. Berikut jadwal rapat umum masing-masing calon :

- Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (lokasi masih tentatif) Estimasi massa 30.000 orang. Lokasi pertama: Hall Basket Senayan pada 21 Januari 2017 dan Lokasi kedua, GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta Selatan pada 11 Februari 2017

- Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
Estimasi massa: 100.000 orang. Lokasi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada 11 Februari 2017.

- Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Estimasi massa: 15.000 sampai 70.000 orang.
Lokasi pertama di Lapangan Arcici, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada 29 Januari 2017 dan lokasi kedua di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada 5 Februari 2017.

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Bank Sampah Berdiri di Kantor Kelurahan Serdang

Jumat, 13 Januari 2017 18:08 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Mardia Ningsih

Rumah Kompos Kelurahan Serdang
Rumah Kompos Kelurahan Serdang

Share this





Bank Sampah berdiri di Kantor Kelurahan Serdang untuk menumbuhkan rasa cinta lingkungan sekaligus mengatasi masalah sampah ibu kota.

KEMAYORAN - Bank Sampah berdiri di Kanto Kelurahan Serdang, Jakarta Pusat. Tempat pengumpulan dan pegolahan sampah tersebut dihadirkan untuk menumbuhkan rasa cinta lingkungan sekaligus mengatasi masalah sampah di ibu kota.

Lurah Serdang Riska Handayani sampah yang dikumpulkan memiliki nilai. Untuk sampah berupa kardus akan dibeli Rp 1.500 per kilo gram, gelas plastik bersih Rp 5.500, gelas plastik kotor RP 2.500, koran 1.200, majalah licin Rp 800.000, dan kaleng Rp 1.500 per kilo.

Bank sampah tersebut tak hanya mengumpulkan barang-barang bekas, tapi juga mengolah sampah organik menjadi kompos. “Hasil dari pengolahan sampah menjadi pupuk kompos tidak dijual, tapi digunakan untuk taman di tingkat RW,” tutur Yuswati, bidang perekonomian, pembangunan dan lingkungan hidup Kelurahan Serdang, Jumat (13/1/2017). 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Lurah Baru Serdang Fokus Program Cegah Banjir dan Renovasi Pasar

Jumat, 13 Januari 2017 17:17 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Lurah Serdang Riska Handayani
Lurah Serdang Riska Handayani

Share this





Lurah Serdang Riska Handayani yang baru menjabat dua minggu mempunyai program khusus untuk memajukan wilayahnya.

KEMAYORAN - Sudah dua pekan Riska Handayani menjabat sebagai Lurah Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Meski baru seumur jagung memimpin, namun Riska mengaku sudah memiliki program untuk memajukan Kelurahan Serdang. Program tersebut mulai dari membersihkan saluran air hingga renovasi pasar.

Riska ingin merubah stigma Kelurahan Serdang sebagai lokasi rawan banjir. Oleh karena itu, dirinya akan fokus mengerahkan petugasb Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk membersihkan saluran yang banyak mengendap lumpur. "Setiap harinya PPSU harus lihat tali-tali air yang tersumbat dan segera dibersihkan," ungkapnya saat ditemui di Kelurahan Serdang, Jumat (13/1/2017).

Dia berharap kepada warga Serdang agar turut serta dalam melalukan pembersihan saluran air. "Warga sudah menjaga infrastruktur yang ada, sudah sadar akan penghijauan, tinggal secara mandiri melakukan pembersihan lumpur yang mengedap di saluran-saluran air agar secara bertahap serdang tidak lagi banjir," tutupnya.

Selain itu, secara bertahap dirinya juga akan memberikan imbauan kepada pedagang di Pasar Serdang agar tidak berjualan di pinggir jalan karena mengakibatkan kemacetan. Riska akan berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya untuk merenovasi dan memperbaiki pasar tersebut.

"Mudah-mudahan Pemprov DKI bisa membangun PD Pasar Jaya di wilayah Kelurahan Serdang karena kondisi pasar saat ini sudah tidak layak. Jika dibangun, pasar akan lebih bersih dan rapi sehingga tidak ada pedagang yang berjualan di pinggir jalan lagi," ungkapnya pada infonitas.com Jumat (13/1/2017).







Sunter Ancol > Laporan Utama

Taman Sunter Minim Penerangan, Rawan Kriminal dan Asusila

Jumat, 13 Januari 2017 14:53 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Taman Sunter, di Jalan Sunter Raya, Jakarta Utara.
Taman Sunter, di Jalan Sunter Raya, Jakarta Utara.

Share this





Hanya terdapat satu penerangan yang mengandalkan pencahayaan dari lampu penerangan jalan umum (PJU).

TANJUNG PRIOK – Taman Sunter yang terletak di Jalan Sunter Jaya, Jakarta Utara, minim penerangan. Kurangnya penerangan taman sangat dikhawatirkan memicu tindakan negatif seperti kriminalitas dan asusila. Terlebih banyak anak muda yang datang ke taman saat malam hari.

Jamal (35), warga RW 03, Kelurahan Sunter Agung mengatakan, minimnya penerangan di taman tersebut sudah terjadi saat taman tersebut mulai beroperasi. "Saat malam hari di akhir pekan taman ramai dikunjungi anak muda. Kalau gelap bisa saja mereka membuat asusila disana," ujarnya, Jumat (13/1/2017).

Pantauan infonitas.com di taman tersebut sangat minim lampu penerangan. Hanya terdapat satu penerangan yang mengandalkan pencahayaan dari lampu penerangan jalan umum (PJU).

Yanti (34), warga Kelurahan Sunter Agung menambahkan, dengan minimnya penerangan, Taman Sunter kurang berfungsi dengan baik. "Taman seharusnya menambah nilai estetika sebuah lingkungan, kalau tidak ada penerangan, pada malam hari tidak terlihat disitu ada taman atau tidak," katanya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Kecamatan Kemayoran Bersiap Hadapi Musim Hujan

Jumat, 13 Januari 2017 10:08 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Camat Kemayoran Herry Purnama
Camat Kemayoran Herry Purnama

Share this





Kecamatan Kemayoran mengagendakan kerja bakti massal dan fokus membersihkan saluran untuk mencegah banjir.

KEMAYORAN – Menghadapi musim hujan, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat akan mengagendakan kerja bakti massal yang akan dilakukan seluruh warga. Camat Kemayoran Herry Purnama mengatakan, warga nantinya akan bertugas membersihkan saluran air di lingkungan yang tersumbat.

Sedangkan, untuk saluran air besar , pihaknya akan berkoordinasi dengan Sudin Tata Air Jakarta Pusat untuk membersihkan dan mengeruk sejumlah saluran air.  “Menghadapi musim hujan yang diprediksi Januari hingga Februari 2017 kami sudah siap. Untuk pintu air dan pompa sudah siap tidak ada masalah," ungkapnya saat ditemui infonitas.com (12/1/2017).

Herry mengimbau, bagi warga yang tinggal di Kelurahan Serdang, Sumur Batu, Kebon Kosong, Kemayoran, dan Gunung Sahari Selatan, agar lebih waspada menghadapi banjir. Daerah tersebut menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba. Untuk itu masyarakat diminta agar melakukan normalisasi saluran air dan melakukan kerja bakti setiap minggu pagi.

Tidak hanya itu, untuk menghindari dampak musim hujan seperti bahaya DBD, Herry berkerjasama dengan Dewan Mesjid Indonesia (DMI) untuk mengumandangkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Program tersebut akan disosialisasikan setiap dua kali dalam seminggu yang dilakukan secara mandiri oleh warga.

"Kita minta warga agar mandiri untuk membersihkan sarang nyamuk dua kali dalam seminggu pada jam 08.30 - 09.00 WIB dirumah masing-masing. Selain itu juga adanya ibu-ibu jumantik yang berkeliking setiap minggunya," tutupnya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

TPS Liar di Jalan Benyamin Sueb Dibongkar Petugas

Jumat, 13 Januari 2017 09:43 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

 Herry Purnama Camat Kemayoran (tengah) diapit oleh Marsigit kasudin lingkungan hidup (kiri) saat melakukan penertiban TPS liar, di Jalan Benyamien Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Herry Purnama Camat Kemayoran (tengah) diapit oleh Marsigit kasudin lingkungan hidup (kiri) saat melakukan penertiban TPS liar, di Jalan Benyamien Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Share this





Setelah TPS liar tersebut ditertibkan, petugas akan menjada 24 jam penuh setiap harinya, agar masyarakat tidak kembali buang sampah sembarangan.

KEMAYORAN – Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat bersama Kecamatan Kemayoran menertibkan tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang berada di Jalan Benyamien Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Camat Kemayoran Herry Purnama mengatakan, penertiban TPS liar tersebut sekaligus mengembalikan fungsi jalan. Penertiban dilakukan oleh petugas gabungan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat  PPKK (pusat pengelolaan komplek kemayoran), dan Satpol PP. "Hari ini akan dibuat surat untuk warga agar tidak membuang sampah disini lagi," ungkapnya saat ditemui dilokasi.

Setelah ditertibkan, lanjut Herry, pihaknya akan membuat posko yang dijaga oleh pihak keamanan. Penjagaan akan dilakukan 24 jam penuhg setiap harinya, agar tidak ada yang membuang sampah lagi. "Jika ada yang melanggar akan dikenakan sanksi agar mereka jera," katanya.

Selain pengembalian fungsi jalan, PPKK juga melakukan pembongkaran terhadap kandang ayam dan burung yang dibangun di lahan yang diperuntukan untuk taman ini.

"Sebelumnya sudah kita kasih surat berkali-kali agar dibongkar tapi tidak dihiraukan oleh warga. Jadi kita lakukan bersama, pembongkaran dan pengembalian fungsi jalan," ungkap Djhiatnika, Kepala divisi pengamanan dan bina lingkungan PPKK sekneg RI.

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Begini Aturan Kampanye yang Ditetapkan KPU

Kamis, 12 Januari 2017 14:49 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Rapat terbuka bersama Bawaslu dan Stakeholder
Rapat terbuka bersama Bawaslu dan Stakeholder

Share this





Sedikitnya, ada 3 jenis kampanye: Rapat umum, pertemuan terbatas, dan tatap muka.

KEMAYORAN - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Dahliah Umar mengatakan, setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta bebas melakukan kampanye pertemuan terbatas dan tatap muka tanpa batasan waktu. Sedangkan kampanye rapat umum hanya diperbolehkan maksimal dua kali.

Kendati begitu, bukan berarti tanpa koordinasi. Pelaksanaan kampanye jenis apapun tetap harus melapor ke KPU terlebih dahulu.”Yang penting, mereka lapor, sehingga kami bisa menjaga agar kampanye berjalan lancar,” tuturnya.

Dahliah menyampaikan itu saat rapat terbuka bersama Bawaslu dan Stakeholder di Best Western Kemayoran, Rabu (11/1/2017).

Rapat umum adalah kampanye yang mengumpulkan massa sangat besar, bisa mencapai 100.000 orang. Biasanya, dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dan dilakukan pada awal atau akhir masa kampanye.

Sedangkan pertemuan terbatas adalah kampanye yang dihadiri maksimal 2.000 orang. Skala lebih kecil yakni kampanye tatap muka. "Bedanya dari sisi jumlah dan dari sisi bentuk acara," ucap Dahliah.

Adapun Ketentuan rapat umum menurut PKPU 12/2016 sebagai berikut:

1. Rapat umum dimulai pukul 09.00 dan berakhir paling lambat 18.00 dengan menghormati hari dan waktu ibadah di indonesia.

2.Dilaksanakan di lapangan stadion, alun-alun, atau tempat terbuka lainnya.

3. Petugas kampanye wajib memperhatikan daya tampung tempat rapat umum.

4. Petugas dan peserta kampanye dilarang membawa atau menggunakan tanda gambar, simbol-simbol, panji, pataka, dan/atau bendera yang bukan tanda gambar atau atribut lain dari pasangan calon yang bersangkutan.

5.Rapat umum berlaku kententuannya palibg banyak 2 kali untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

Peserta kampanye yang menghadiri kampanye rapat umum dengan menggunakan kendaraan bermotor secara rombongan atau konvoi dalam keberangkatan dan kepulangannya dilarang melakukan pawai kendaraan bermotor dan melanggar peraturan lalu lintas.

 

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Ketua KPU Jakut Optimistis Proses Perekrutan KPPS Selesai Sesuai Target

Kamis, 12 Januari 2017 14:15 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Kantor KPU Kota Jakarta Utara.
Kantor KPU Kota Jakarta Utara.

Share this





Syarat menjadi anggota KPPS adalah minimal berusia 25 tahun, memiliki ijazah SMA, dan belum menjabat sebagai anggota KPPS sebelumnya.

JAKARTA – Ketua KPU Kota Jakarta Utara Abdul Muin optimistis proses perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas pengawas TPS berjalan lancar hingga batas waktu 14 Januari 2017.

"Harus segera terpenuhi agar mereka yang terpilih bisa mengikuti bimbingan teknis (bimtek). Saya sadar, ada kendala terkait persayaratan untuk calon anggota KPPS. Namun, saya pun terus sosialisasikan kepada mereka. Saya yakin akan terpenuhi 100 persen,” tuturnya saat ditemui infonitas.com di kantor KPU Kota Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017).

Sesuai peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 2016 No 3 terkait Pilkada, syarat menjadi anggota KPPS adalah minimal berusia 25 tahun, memiliki ijazah SMA, dan belum menjabat sebagai anggota KPPS sebelumnya.

“Jika memang tidak ada yang daftar, boleh anggota KPPS dari wilayah terdekat dialihkan,” tuturnya.

KPU Kota Jakarta Utara membutuhkan 15.050 anggota KPPS dan 4.300 pengawas TPS. Setiap TPS akan diisi 7 anggota KPPS dan 2 pengawas TPS. Adapun jumlah TPS di Jakarta Utara, mencapai 2.150 TPS.

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Pengerukan Kali Ancol

Rabu, 11 Januari 2017 18:41 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Pengerukan Kali Ancol
Pengerukan Kali Ancol

Share this





Pengerukan kali dilakukan tanpa batas waktu. Wali Kota Jakarta Utara berharap hasilnya optimal, Jalan RE Martadinata tidak lagi tergenang air.

PADEMANGAN - Sebanyak 5 alat berat milik Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta dikerahkan untuk  melakukan pengerukan di Kali Ancol, Rabu (11/1/2017).

Menurut Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi, itu kegiatan rutin. Tujuannya mengantisipasi genangan saat musim penghujan. Terlebih, BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari-Februari 2017.

“Namun, proses detailnya saya tidak tahu pasti. Data ada di Suku Dinas Sumber Daya Air,” katanya.

Yang pasti, pengerukan kali dilakukan tanpa batas waktu. Dia berharap hasilnya optimal, Jalan RE Martadinata tidak lagi tergenang air.

"Pelaksanakan sampai kira-kira di rasa sudah cukup, sekarang masih pendalaman. Harapan jika sudah dilakukan pendalaman maka air yang bisa ditampung lebih banyak lagi. Ke depan, tidak hanya Kali Ancol, kami juga akan melakukan normalisasi di sejumlah kali lainnya," pungkas Wahyu.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Pendistribusian Kotak dan Bilik Suara di Jakarta Utara Sudah Rampung

Rabu, 11 Januari 2017 17:57 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Pendistribusian kotak dan bilik suara
Pendistribusian kotak dan bilik suara

Share this





Total, ada 2.218 kotak suara dan 6.450 bilik suara yang didistribusikan.

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Utara telah mendistribusikan kotak suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 ke enam kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Utara.  Pendistribusian dilakukan secara bertahap selama tiga hari dari 7-9 Januari 2017.

Menurut Ketua KPU Kota Jakarta Utara Abdul Muin, kotak suara langsung diserahkan ke Panitia Pengawas Kecamatan (PPK). Nantinya, kotak suara akan kembali didistribusikan ke Panitia Pengawas Suara (PPS) kelurahan satu hari jelang pemilihan dan langsung dikembalikan ke PPK setelah pemilihan.

"Jadi, kotak suara hanya semalam saja berada di PPS, setelah pencoblosan kotak suara langsung dibawa ke PPK untuk dilakukan penghitungan. Semua akan dilakukan pengawasan dan pengawalan ketat dari pihak kepolisian,"paparnya saat dihubungi infonitas.com Rabu (11/1/2017).

Berdasar data yang dihimpun infonitas.com, ada 2.218 kotak suara dan 6.450 bilik suara yang didistribusikan. Dengan rincian:

Kecamatan Cilincing 501 kotak suara, 1.458 bilik suara
kecamatan Koja 410 kotak suara, 1.191 bilik suara
Kecamatan Kelapa Gading 186 kotak suara, 537 bilik suara
Kecamatan Tanjung Priok 498 kotak suara, 1.449 bilik suara
Kecamatan Pademangan 222 kota suara, 645 bilik suara
Kecamatan Penjaringan 401 kotak suara, 1.170 bilik suara

Adapun jumlah TPS di wilayah Jakarta Utara sendiri ada 2.150 TPS.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Ditanya Konsep Greencity, Anies : Kami Akan Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari

Rabu, 11 Januari 2017 16:32 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Anies Baswedan saat menggelar sesi tanya jawab dengan warga Sunter, di GOR Danau Sunter, Jakarta Utara.
Anies Baswedan saat menggelar sesi tanya jawab dengan warga Sunter, di GOR Danau Sunter, Jakarta Utara.

Share this





Jika Anies terpilih, dirinya akan membangun pembangkit listrik tenaga matahari secara bertahap.

TANJUNG PRIOK – Saat blusukan ke GOR Danau Sunter, Jakarta Utara, calon gubernur Anies Baswedan tidak hanya memaparkan program kerja jika dirinya terpilih. Dalam agneda Rabu Bersama tersebut, Anies juga menyempatkan menjawab pertanyaan warga yang hadir.

Seorang warga bernama Aldi bertanya mengenai konsep greencity yang ditawarkan oleh pasangan nomor urut 3 tersebut. Menurutnya, konsep tersebut sulit terwujud mengingat di Jakarta sudah ditumbuhi gedung-gedung pencakar langit. Tidak hanya itu, Aldi pun menanyakan bagaimana dengan kesejahteraan guru mengaji.

Dengan gamblang, Anies menjawab kedua pertanyan tersebut. menurutnya, konsep greencity yang akan dilakukan yakni dengan memanfaatkan energi, yakni dengan mengembangkan pembangkit listrik tenaga matahari yang akan dibangun bertahap. Tidak hanya itu, untuk Jakarta Utara di setiap ruas jalan akan ditanami pohon.

"Untuk guru mengaji, kita akan memberikan fasilitas kesehatan kelas satu bagi pekerja di bidang keagamaan. Karena mereka yang membentuk mental anak bangsa," katanya, menjawab pertanyaan warga, di GOR Danau Sunter, Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017).