Sunter Ancol > Laporan Utama

Begini Aturan Kampanye yang Ditetapkan KPU

Kamis, 12 Januari 2017 14:49 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Rapat terbuka bersama Bawaslu dan Stakeholder
Rapat terbuka bersama Bawaslu dan Stakeholder

Share this





Sedikitnya, ada 3 jenis kampanye: Rapat umum, pertemuan terbatas, dan tatap muka.

KEMAYORAN - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Dahliah Umar mengatakan, setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta bebas melakukan kampanye pertemuan terbatas dan tatap muka tanpa batasan waktu. Sedangkan kampanye rapat umum hanya diperbolehkan maksimal dua kali.

Kendati begitu, bukan berarti tanpa koordinasi. Pelaksanaan kampanye jenis apapun tetap harus melapor ke KPU terlebih dahulu.”Yang penting, mereka lapor, sehingga kami bisa menjaga agar kampanye berjalan lancar,” tuturnya.

Dahliah menyampaikan itu saat rapat terbuka bersama Bawaslu dan Stakeholder di Best Western Kemayoran, Rabu (11/1/2017).

Rapat umum adalah kampanye yang mengumpulkan massa sangat besar, bisa mencapai 100.000 orang. Biasanya, dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dan dilakukan pada awal atau akhir masa kampanye.

Sedangkan pertemuan terbatas adalah kampanye yang dihadiri maksimal 2.000 orang. Skala lebih kecil yakni kampanye tatap muka. "Bedanya dari sisi jumlah dan dari sisi bentuk acara," ucap Dahliah.

Adapun Ketentuan rapat umum menurut PKPU 12/2016 sebagai berikut:

1. Rapat umum dimulai pukul 09.00 dan berakhir paling lambat 18.00 dengan menghormati hari dan waktu ibadah di indonesia.

2.Dilaksanakan di lapangan stadion, alun-alun, atau tempat terbuka lainnya.

3. Petugas kampanye wajib memperhatikan daya tampung tempat rapat umum.

4. Petugas dan peserta kampanye dilarang membawa atau menggunakan tanda gambar, simbol-simbol, panji, pataka, dan/atau bendera yang bukan tanda gambar atau atribut lain dari pasangan calon yang bersangkutan.

5.Rapat umum berlaku kententuannya palibg banyak 2 kali untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

Peserta kampanye yang menghadiri kampanye rapat umum dengan menggunakan kendaraan bermotor secara rombongan atau konvoi dalam keberangkatan dan kepulangannya dilarang melakukan pawai kendaraan bermotor dan melanggar peraturan lalu lintas.

 

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Putaran 2, KPU DKI Jakarta Siap Melakukan Evaluasi

Senin, 20 Februari 2017 06:30 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adi Wijaya

Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno di TPS 001, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Adi)
Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno di TPS 001, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Adi)

Share this





Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno mengatakan akan terjadi penambahan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

KEMAYORAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memastikan akan belajar dari kesalahan, jika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mengharuskan putaran dua.

Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno mengatakan akan terjadi penambahan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Penambahan itu, menyertakan pemilih tambahan dan warga yang kemarin belum mendapatkan hak pilih.

"Kami akan kaji ulang DPT, agar jika terjadi proses Pilkada putaran kedua berjalan maksimal," kata Sumarno saat ditemui di TPS 001 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017).

Selain DPT, dia pun memastikan persiapan logistik untuk putaran dua. Seeperti surat suara sesuai DPT dan memaksimalkan pendiatribusian formulir C6 kepada calon pemilih.

"Ada warga yang mengeluh formulir C6 terlalu cepat," kata dia.

Dari pantauan Infonitas.com, proses pemungutan suara di TPS 001, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat berjalan kondusif. Paslon Gubernur Anies-Sandi menang dengan perolehan 134 surat suara.

Kali ini, Anies-Sandi sukses mengalahkan paslon Ahok-Djarot yang hanya mendapatkan 103  suara. Sedangkan posisi buncit diduduki oleh Agus-Sylvi. Mereka hanya menoreh 15 surat suara.

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Hadar Nafis Gumay Ikut Pantau Pencoblosan Ulang di 2 TPS

Minggu, 19 Februari 2017 19:45 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adi Wijaya

TPS 001, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Adi)
TPS 001, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Adi)

Share this





Minim dan terbatasnya waktu, kata dia, menjadi faktor utama rendahnya pemilih pada dua TPS itu.

KEMAYORAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memastikan telah dilakukan pemilihan ulang pada dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yaitu TPS Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat dan TPS 029 Kalibata, Jakarta Selatan. Pada dua TPS tersebut, terjadi penurunan partisipasi pemilih dari pemungutan suara sebelumnya.

Komisioner KPU RI Hadar Nafis Gumay yang turut memantau pencoblosan atau pemungutan suara itu mengatakan, penurunan partisipasi pemilih merupakan konsekuensi dalam pemungutan suara ulang. Minim dan terbatasnya waktu, kata dia, menjadi faktor utama rendahnya pemilih pada dua TPS itu.

"Kita perlu menerimanya. Ini konsekuensi," ujar Hadar saat ditemui Infonitas.com di TPS 001 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017).

Dalam catatannya, penurunan partisipasi terjadi pada TPS 001 Utan Panjang mencapai angka 30,78 persen. Hanya 257 pemilih berpartisipasi dari 601 DPT .

"Sedangkan, di TPS 029 Kalibata, Jakarta Selatan, terjadi penurunan 8,7 persen. Dari sebanyak 512 DPT, hanya 456 pemilih berpartisipasi,” kata dai.

Terkait perbedaan hasil pemenang suara dibanding pemilihan sebelumnya di TPS 001 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Hadar mengimbau warga harus menerimanya. Dia mengklaim proses pemilihan ulang berjalan demokratis.

"Ini bisa saja terjadi. Kita harus bisa menerimanya (penurunan partisipasi pemilih),” kata dia.

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Anies-Sandi Menang di TPS 001 Utan Panjang

Minggu, 19 Februari 2017 17:00 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adi Wijaya

TPS 001 Utan Panjang. (Adi)
TPS 001 Utan Panjang. (Adi)

Share this





Dari data yang dihimpun infonitas.com, dari 601 Daftar Pemilih Tetap, hanya 257 warga menggunakan hak pilih.

KEMAYORAN - Proses pemungutan dan penghitungan suara ulang di TPS 001 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat telah usai. Hasilnya, Pasangan Calon (Paslon) Anies-Sandi menang dengan perolehan sebanyak 134 surat suara.

Dari data yang dihimpun infonitas.com, dari 601 Daftar Pemilih Tetap, hanya 257 warga  menggunakan hak pilih. Paslon nomor urut 1 yaitu Agus-Sylvi meraih 15 surat suara, dan paslon nomor urut 2 yaitu Ahok-Djarot menoreh 103 suara. Lima suara sisanya dinyatakan tidak sah.

Pesta demokrasi rakyat semakin terasa saat penghitungan suara. Sejumlah simpatisan di TPS itu saling berteriak menjagokan masing-masing paslon.

"Hidup Agus !! Ahok-Djarot menang. Anies-Sandi jujur," teriak ketiga simpatisan tiga paslon di TPS 001 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017).

Tak hanya itu, usai penghitungan suara, sejumlah simpatisan Anies-Sandi bersalawat di sekeliling TPS. Mereka nampak bahagia, Paslon yang didukungnya menang pada pemungutan suara ulang di TPS itu.

"Pemungutan suara sebelumnya, Anies-Sandi kalah. Tapi sekarang menang," ungkap Tedi Ahmadi, simpatisan Anies-Sandi.

 

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Di Kecamatan Ini, Rekapitulasi Suara Dilakukan Dua Tahap

Kamis, 16 Februari 2017 17:56 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Mardia Ningsih

Rapat Pleno PPK Tanjung Priok
Rapat Pleno PPK Tanjung Priok

Share this





Usai pemungutan suara kemarin, PPK Kecamatan Tanjung Priok melakukan rekapitulasi hasil dalam dua tahap.

TANJUNG PRIOK – Antisipasi adanya kecurangan dalam perhitungan surat suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta di Kecamatan Tanjung Priok. Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tanjung Priok melakukan rekapitulasi dalam tua tahap.

PPK Tanjung Priok, Lili Sofyan menjelaskan dua tahap rekapitulasasi suara, yakni  pertama dalam satu wilayah kelurahan dan kedua dalam satu wilayah kecamatan. Nantinya, perhitungan suara dilaksanakan secara paralel.

"Kita membagi menjadi tiga ruang. Ruang pola untuk Kelurahan Sunter Jaya dan Kelurahan Papanggo. Ruang tenda di lapangan Kelurahan Papanggo untuk Kelurahan Sungai Bambu, Kebon Bawang dan Tanjung priok. Untuk Kelurahan Sunter Agung dan Kelurahan Warakas ruanganya antara di tenda lapangan atau ruang PKK," jelas Lili di Ruang Pola Kelurahan Papanggo pada Kamis (16/2/2017).

Dia menambahkan, ketua dan wakil PPK akan memimpin rapat pleno di masing-masing kecamatan. Nantinya, saksi dari pasangan calon (Paslon) dapat mengajukan keberatan dalam perhitungan suara. "Jika ada yang berbeda boleh mengajukan keberatan nanti akan kita cari solusi bersama," tutupnya.

Sementara itu, Camat Tanjung Priok, Syamsul Huda mengatakan perlu diapresiasi kerja para Pawas, KPPS, PKK, PPS, Polri, Brimob, dan Satpol PP karena pencoblosan perjalan dengan aman, tertib dan lancar.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Pawas, PKK, PPS, polri, brimob, dan satpol PP," ungkapmnya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Wali Kota Jakut Ingatkan Warga Gunakan Hak Pilih

Senin, 13 Februari 2017 20:40 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Muhammad Azzam

Walikota Jakarta Utara, Wahyu Haryadi. (Azzam)
Walikota Jakarta Utara, Wahyu Haryadi. (Azzam)

Share this





Ia menyayangkan jika ada warga Jakarta Utara yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI Jakarta.

YOS SUDARSO - Menjelang Pilkada DKI Jakarta yang akan berlangsung pada 15 Februari mendatang, Walikota Jakarta Utara, Wahyu Haryadi berpesan kepada warga Jakarta Utara pemilik hak suara untuk menggunakan dengan baik.

"Gunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin DKI Jakarta yang akan bekerja selama 5 tahun kedepan. Saya harap warga Jakarta Utara bisa hadir di TPS dan memilih pemimpin sesuai pemilihnya, yang dianggap tepat untuk memimpin DKI Jakarta," ujar Wahyu Haryadi di Kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (13/2/17).

Ia menyayangkan jika ada warga Jakarta Utara yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI Jakarta. Sedangkan Pilkada DKI Jakarta hanya diselenggarakan setiap 5 tahun sekali jadi harus dimanfaatkan dengan menggunakan hak suara yang dimiliki oleh warga yang berKTP DKI Jakarta.

"Pilihan boleh berbeda tapi harus tetap jaga persatuan. Hargai perbedaan itu sebagai suatu dinamika untuk menciptakan kondisi yang kondusif. Jangan terpecah belah karena kita semua bersaudara," imbau Walikota.

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Tiga Paslon Gubernur Terpantau Praktik ‘Money Politic’

Senin, 13 Februari 2017 13:17 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Ilustrasi Money Politic
Ilustrasi Money Politic

Share this





Praktik politik uang di Pilkada DKI Jakarta masih dilakukan oleh tiga Paslon melalui kupon pasar murah, kartu prioritas dan formulir pendaftaran relawan.

SUNTER – Tiga Pasangan Calon (Paslon) terindikasi melakukan praktik politik uang (Money Politic) pada Pilkada DKI 2017. Dugaan ini berasal dari pantauan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR).

"Praktik ini tentu bertujuan mempengaruhi pemilik hak suara agar memenangkan salah satu Paslon," ujar Masykurudin Hafidz, Koordinator JPPR, saat ditemui di kantor Bawaslu DKI Jakarta, Jalan Danau Sunter III, Sunter, Jakarta Utara, Senin (13/2/2017).

Dia menerangkan, praktik indikasi 'Money Politik' itu ditemukan dalam bentuk dokumen digital yang disebar melalui media sosial. Seperti, kartu prioritas milik Paslon satu, kupon pasar murah milik Paslon dua, serta formulir pendaftaran relawan dengan imbalan kupon minyak gratis.

"Ini melanggar UU No.10 Tahun 2016 Pasal 73 tentang Money Politik. Sanksinya pidana maksimal enam tahun atau denda maksimal satu Milyar," ungkapnya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Masa Tenang, Alat Peraga Kampanye Paslon Bertebaran

Senin, 13 Februari 2017 13:00 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Alat Peraga Kampanye
Alat Peraga Kampanye

Share this





Masa tenang kampanye Pilkada DKI Jakarta berlangsung mulai 12-14 Februari, tetapi alat peraga kampanye Paslon masih terpampang di beberapa titik Ibukota.

SUNTER – Meskipun masa tenang kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta sedang berlangsung hingga lusa. Namun, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) justru menemukan alat peraga kampanye masih terpampang.

"Hal itu melanggar UU No.10 Tahun 2016 Pasal 66, yang berbunyi alat peraga kampanye harus dibersihkan paling lambat tiga hari sebelum pemungutan suara," ujar Masykurudin Hafidz, Koordinator JPPR saat ditemui di kantor Bawaslu DKI Jakarta, Jalan Danau Sunter III, Sunter, Jakarta Utara, Senin (13/2/2017).

Dia mengatakan alat peraga kampanye yang masih terpasang dibeberapa titik spanduk milik Pasangan Calon (Paslon) nomor urut satu, Agus-Silvy. Poster tersebut terpasang di Jalan Mandor Iren, Jalan Sunter Jaya, Jalan Kayu Manis, serta Jalan Matraman. Sedangkan, spanduk Paslon bernomer urut dua, Ahok-Djarot berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

"Spanduk Paslon bernomer urut tiga di Jalan Raya BKT, Duren Sawit, Utan Kayu Selatan, Matraman, Serdang, dan Kemayoran," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Komisioner Bawaslu DKI Jakarta, Ahmad Fahrudin mengatakan, laporan itu telah ditemukan sebelumnya. Pihaknya, bersama anggota Satpol PP dan KPUD terus melakukan pembersihan alat peraga hingga hari pemungutan suara.

"Kita minta Timses juga berperan aktif mencopot alat peraga kampanye itu," ungkapnya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Kampanye Ahok-Djarot Berakhir di Kemayoran

Sabtu, 11 Februari 2017 20:07 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Mardia Ningsih

Ahok-Djarot
Ahok-Djarot

Share this





Ahok-Djarot bergoyang dan melakukan flash mob bersama ribuan pendukungnya di JI Expo, Kemayoran.

KEMAYORAN – Kampanye pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta Ahok-Djarot berakhir di JI Expo Kemayoran. Acara resmi dibuka pukul 17.27 WIB dengan pelepasan balon. Usai itu, Ahok, Djarot, bersama ribuan pendukung lainnya bergoyang mengikuti irama yang dilanjutkan dengan aksi flash mob oleh para dancer di depan panggung.

Ahok menyampaikan terima kasih kepada para relawan dan pendukungan. Dia meminta doa restu agar bisa terpilih lagi menjadi gubernur.

"Saya kalau dipercaya satu periode lagi, satu putaran, saya dengan Bapak djarot, Bapak Ibu sekalian akan melihat Basuki," kata Ahok di lokasi acara, Sabtu (11/2/2017).

Djarot berucap sama. Tak lupa, dia pun memohon maaf bila tidak bisa melayani pendukungnya satu persatu. "Sebenarnya lebih afdhol bila disampaikan setelah 15 Februari 2017. Tapi saya akan berterima kasih lagi. Jadi terima kasihnya dua kali nanti," ujar Djarot.

KPU menetapkan hari ini merupakan hari terakhir kampanye. Selanjutnya, pada 12-14 Februari 2017 masuk masa tenang.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Sudin Dukcapil Jakut Terbitkan 17.611 Suket Pengganti e-KTP

Jumat, 10 Februari 2017 10:08 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : DBS

Ilustrasi Pelayanan KTP
Ilustrasi Pelayanan KTP

Share this





Suket tersebut nantinya bisa digunakan sebagai identitas diri agar warga bisa menggunakan hak pilihnya di Pilkada DKI 15 Februari 2017.

JAKARTA – Sudin Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Utara telah menerbitkan 17.611 surat keterangan (suket).

Kasudin Dukcapil Jakarta Utara Erik Polim Sinurat mengatakan, suket tersebut nantinya bisa digunakan sebagai identitas diri agar warga bisa menggunakan hak pilihnya di Pilkada DKI 15 Februari 2017.

“Per Desember 2016 penduduk di Jakarta Utara berjumlah 1.707.836 jiwa dengan wajib KTP sebanyak 1.209.123 jiwa. Kita terbitkan suket sebagi pengganti KTP elektronik atau e-KTP yang belum selesai dicetak," ujarnya, Jumat (10/2/2017).

Erik melanjutkan, suket juga akan diberikan kepada warga yang ber-KTP DKI namun, belum terdaftar dalam pemilih tetap (DPT).  "Pemberian suket sudah melalui verifikasi berdasarkan database kependudukan," tandasnya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

4 Segmen Pemilih Jadi Sasaran KPU

Rabu, 08 Februari 2017 21:27 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Muhammad Azzam

Ilustrasi pilkada
Ilustrasi pilkada

Share this





Menjelang pemungutan suara, pada (15/2/2017) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Utara.

SUNTER – Menjelang pemungutan suara, pada (15/2/2017) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Utara terus gencar melakukan sosialisasi kepada warga. Itu dilakukan untuk memenuhi target partisipasi pemilih  ditetapkan baik oleh KPU DKI mau pun KPU RI sebesar 77, 5 persen untuk Pilkada serentak ini.

Menurut Anggota KPUD Jakarta Utara bidang sosialisasi Yulis Setiawati, ada empat segmen pemilih yang menjadi perhatian. Empat segmen itu, kata dia, adalah segmen perempuan, segmen disabilitas, segmen pemilih pemula, segmen kelompok marjinal, dan segmen tokoh agama.

"Selain simulasi, kami juga melakukan sosialisasi dengan berdialog, memberi pemahaman penting partisipasi dalam politik untuk kemajuan bangsa,"ungkap Yulis kepada infonitas di kantornya, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (8/2/17).

Lanjut Yulis, keempat segmen itu menjadi prioritas berdasarkan pengalaman dari Pilkada sebelumnya tingkat keikut sertaan mereka dalam memilih sangat rendah.

"Kebanyak dari segmen itu mereka abai untuk menggunakan hak pilihnya dan masing bingung serta canggung karena baru pertama untuk pemilih pemilih. Simulasi dan sosialisasi ini pokoknya dilakukan untuk menekan angka golput dan diharapkan warga memiliki Sense of belonging pada dirinya,"tutup Yulis.

Sebelumnya KPUD Jakarta Utara sudah melakukan simulasi di tiap-tiap kecamatan dengan berbagai segmen-segmen khas yang dianggap perlu dan menjadi perhatian. Seperti simulasi kemanan bekerja sama dengan Polres Jakarta Utara dan Polres pelabuhan, simulasi di apartemen, di rumah sakit, di Universitas maupun sekolah.