Sunter Ancol > Laporan Utama

Anies – Sandi Janji Berikan Kemudahan Warga Jakarta Rekreasi ke Pantai

Rabu, 11 Januari 2017 15:20 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Anies Baswedan – Sandiaga Uno saat blusukan ke Gelanggang Olahraga (GOR) Danau Sunter, Jakarta Utara.
Anies Baswedan – Sandiaga Uno saat blusukan ke Gelanggang Olahraga (GOR) Danau Sunter, Jakarta Utara.

Share this





Anies – Sandi janji memberikan kemudahan akses yang tidak memberatkan secara ekonomi untuk menikmati pantai di wilayah utara Jakarta.

TANJUNG PRIOK – Pasangan cagub dan cawagub Anies Baswedan dan Sandiaga Uno blusukan ke Gelanggang Olahraga (GOR) Danau Sunter, Jakarta Utara. Kedatangan pasangn nomor urut tiga ini disambut meriah warga dengan meneriakan yel-yel yang dinyanyikan para pendukungnya.

Dalam sambutannya, Anies – Sandi berjanji akan memberikan akses wisata yang mudah bagi warga Jakarta, khususnya yang berdomisili di Jakarta Utara. Salah satunya memberikan kemudahan akses yang tidak memberatkan secara ekonomi untuk menikmati pantai di wilayah utara Jakarta.

Sandiaga Uno mengatakan, jika dirinya terpilih maka akan bekerjasama dengan BUMD yang memiliki akses pantai dan bisa mengakomodir panta-pantai yang khusus bisa dinikmati publik tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

"Ancol milik Pemprov tetapi memang ada pemegang saham publik. Kita coba cari cara agar bisa menurunkan biaya akses masuk pantai tanpa mengurangi sisi komersil dari pengelola Ancol sendiri," ujarnya, Rabu (11/1/2017).

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Warga Tidak Sabar Nunggu RPTRA Sutra 4 Diresmikan

Rabu, 18 Januari 2017 15:55 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

RPTRA Sutra 4 di Jalan Danau Sunter 3, Sunter Agung, Jakarta Utara.
RPTRA Sutra 4 di Jalan Danau Sunter 3, Sunter Agung, Jakarta Utara.

Share this





Pengerjaan RPTRA sudah 98 persen, warga sekitar juga sudah tidak sabar menunggu RPTRA tersebut diresmikan.

TANJUNG PRIOK – Pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sutra 4 di Jalan Danau Sunter 3, Sunter Agung, Jakarta Utara memasuki tahap pengerjaan akhir. RPTRA tersebut hanya menunggu diresmikan instansi terkait agar segera digunakan oleh warga.

Kordinator RPTRA Sutra 4 Tuminah mengatakan, pengerjaan RPTRA sudah 98 persen. Menurutnya, warga sekitar sudah tidak sabar menunggu RPTRA tersebut diresmikan. Dia mengaku pengelola juga sudah siap jika RPTRA akan diresmikan,

"Tinggal pasang pintu dan memperbaiki permainan anak yang mengalami kerusakan. Jika akan diresmikan kita sudah siap tinggal menunggu kabar pastinya saja," katanya saat ditemui, Rabu (18/1/2017).

Tuminah menjelaskan, RPTRA Sutra 4 memiliki sejumlah fasilitas yang lengkap. Terpadat ruang laktasi, perpustakaan, dapur,  kolam ikan yang akan dijadikan tempat budidaya ikan lele, joging track, tempat refleksi kaki, dan tanaman toga yang sudah ditanami 10 variasi bibit tanaman.

Dia menambahkan, sebelum melakukan kegiatn pihaknya akan berkoordinasi dengan RT dan RW sekitar. "Untuk sekarang belum bisa melakukan kegiatan disini. Rencananya jika sudah diresmikan akan ada kegiatan menari, taekwondo, futsal, dan senam lansia. Nantinya, sekolah-sekolah yang berdekatan dapat melakukan kegiatan disini juga," katanya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Begini Strategi Kelurahan Sunter Jaya Hadapi Musim Hujan

Rabu, 18 Januari 2017 15:36 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Posko banjir di Kelurahan Sunter Jaya.
Posko banjir di Kelurahan Sunter Jaya.

Share this





Kelurahan Sunter Jaya sudah menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasi terjadinya banjir di saat musim hujan.

TANJUNG PRIOK – Mengantisipasi datangnya musim hujan, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara melakukan peninggian jalan, pengerukan kali, dan membersihkan tali-tali air di lingkungan sekitar.

Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman, dan Ketertiban Kelurahan Sunter Jaya Eka P. Yeluma mengatakan, tidak ada program khusus untuk menghadapi musim penghujan, kelurahan sudah mempunyai program jangka panjang seperti peninggian Jalan Danau Elok, Jalan Skip, dan Jalan Bentengan. Normalisasi saluran di Jalan Haji Mawar merupakan salah satu antisipasi banjir.

Selain itu, Kelurahan Sunter Jaya juga sudah menertibkan Lokasi Pembuangan Sampah (LPS) liar dibeberapa lokasi, akan ada sanksi tegas bagi warga yang masih melanggar. Pihaknya, juga telah mendirikan posko banjir. "Tiap malam dilakukan piket oleh PPSU dan Satpol PP, jika turun hujan serta ada genangan kita langsung turun," ungkapnya saat ditemui infonitas.com, Rabu (18/1/2017).

Tidak hanya itu, untuk menghindari dampak musim hujan seperti bahaya demam berdarah (DBD), Kelurahan Sunter Jaya memiliki program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan oleh kader jumantik tiap minggunya. "Alternatif terakhir, bila sudah ada korban akibat DBD akan dilakukan fogging," katanya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Taman Sunter Minim Penerangan, Rawan Kriminal dan Asusila

Jumat, 13 Januari 2017 14:53 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Taman Sunter, di Jalan Sunter Raya, Jakarta Utara.
Taman Sunter, di Jalan Sunter Raya, Jakarta Utara.

Share this





Hanya terdapat satu penerangan yang mengandalkan pencahayaan dari lampu penerangan jalan umum (PJU).

TANJUNG PRIOK – Taman Sunter yang terletak di Jalan Sunter Jaya, Jakarta Utara, minim penerangan. Kurangnya penerangan taman sangat dikhawatirkan memicu tindakan negatif seperti kriminalitas dan asusila. Terlebih banyak anak muda yang datang ke taman saat malam hari.

Jamal (35), warga RW 03, Kelurahan Sunter Agung mengatakan, minimnya penerangan di taman tersebut sudah terjadi saat taman tersebut mulai beroperasi. "Saat malam hari di akhir pekan taman ramai dikunjungi anak muda. Kalau gelap bisa saja mereka membuat asusila disana," ujarnya, Jumat (13/1/2017).

Pantauan infonitas.com di taman tersebut sangat minim lampu penerangan. Hanya terdapat satu penerangan yang mengandalkan pencahayaan dari lampu penerangan jalan umum (PJU).

Yanti (34), warga Kelurahan Sunter Agung menambahkan, dengan minimnya penerangan, Taman Sunter kurang berfungsi dengan baik. "Taman seharusnya menambah nilai estetika sebuah lingkungan, kalau tidak ada penerangan, pada malam hari tidak terlihat disitu ada taman atau tidak," katanya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Begini Aturan Kampanye yang Ditetapkan KPU

Kamis, 12 Januari 2017 14:49 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Rapat terbuka bersama Bawaslu dan Stakeholder
Rapat terbuka bersama Bawaslu dan Stakeholder

Share this





Sedikitnya, ada 3 jenis kampanye: Rapat umum, pertemuan terbatas, dan tatap muka.

KEMAYORAN - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Dahliah Umar mengatakan, setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta bebas melakukan kampanye pertemuan terbatas dan tatap muka tanpa batasan waktu. Sedangkan kampanye rapat umum hanya diperbolehkan maksimal dua kali.

Kendati begitu, bukan berarti tanpa koordinasi. Pelaksanaan kampanye jenis apapun tetap harus melapor ke KPU terlebih dahulu.”Yang penting, mereka lapor, sehingga kami bisa menjaga agar kampanye berjalan lancar,” tuturnya.

Dahliah menyampaikan itu saat rapat terbuka bersama Bawaslu dan Stakeholder di Best Western Kemayoran, Rabu (11/1/2017).

Rapat umum adalah kampanye yang mengumpulkan massa sangat besar, bisa mencapai 100.000 orang. Biasanya, dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dan dilakukan pada awal atau akhir masa kampanye.

Sedangkan pertemuan terbatas adalah kampanye yang dihadiri maksimal 2.000 orang. Skala lebih kecil yakni kampanye tatap muka. "Bedanya dari sisi jumlah dan dari sisi bentuk acara," ucap Dahliah.

Adapun Ketentuan rapat umum menurut PKPU 12/2016 sebagai berikut:

1. Rapat umum dimulai pukul 09.00 dan berakhir paling lambat 18.00 dengan menghormati hari dan waktu ibadah di indonesia.

2.Dilaksanakan di lapangan stadion, alun-alun, atau tempat terbuka lainnya.

3. Petugas kampanye wajib memperhatikan daya tampung tempat rapat umum.

4. Petugas dan peserta kampanye dilarang membawa atau menggunakan tanda gambar, simbol-simbol, panji, pataka, dan/atau bendera yang bukan tanda gambar atau atribut lain dari pasangan calon yang bersangkutan.

5.Rapat umum berlaku kententuannya palibg banyak 2 kali untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

Peserta kampanye yang menghadiri kampanye rapat umum dengan menggunakan kendaraan bermotor secara rombongan atau konvoi dalam keberangkatan dan kepulangannya dilarang melakukan pawai kendaraan bermotor dan melanggar peraturan lalu lintas.

 

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Ketua KPU Jakut Optimistis Proses Perekrutan KPPS Selesai Sesuai Target

Kamis, 12 Januari 2017 14:15 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Kantor KPU Kota Jakarta Utara.
Kantor KPU Kota Jakarta Utara.

Share this





Syarat menjadi anggota KPPS adalah minimal berusia 25 tahun, memiliki ijazah SMA, dan belum menjabat sebagai anggota KPPS sebelumnya.

JAKARTA – Ketua KPU Kota Jakarta Utara Abdul Muin optimistis proses perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas pengawas TPS berjalan lancar hingga batas waktu 14 Januari 2017.

"Harus segera terpenuhi agar mereka yang terpilih bisa mengikuti bimbingan teknis (bimtek). Saya sadar, ada kendala terkait persayaratan untuk calon anggota KPPS. Namun, saya pun terus sosialisasikan kepada mereka. Saya yakin akan terpenuhi 100 persen,” tuturnya saat ditemui infonitas.com di kantor KPU Kota Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017).

Sesuai peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 2016 No 3 terkait Pilkada, syarat menjadi anggota KPPS adalah minimal berusia 25 tahun, memiliki ijazah SMA, dan belum menjabat sebagai anggota KPPS sebelumnya.

“Jika memang tidak ada yang daftar, boleh anggota KPPS dari wilayah terdekat dialihkan,” tuturnya.

KPU Kota Jakarta Utara membutuhkan 15.050 anggota KPPS dan 4.300 pengawas TPS. Setiap TPS akan diisi 7 anggota KPPS dan 2 pengawas TPS. Adapun jumlah TPS di Jakarta Utara, mencapai 2.150 TPS.

 







Sunter Ancol > Laporan Utama

Pengerukan Kali Ancol

Rabu, 11 Januari 2017 18:41 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Pengerukan Kali Ancol
Pengerukan Kali Ancol

Share this





Pengerukan kali dilakukan tanpa batas waktu. Wali Kota Jakarta Utara berharap hasilnya optimal, Jalan RE Martadinata tidak lagi tergenang air.

PADEMANGAN - Sebanyak 5 alat berat milik Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta dikerahkan untuk  melakukan pengerukan di Kali Ancol, Rabu (11/1/2017).

Menurut Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi, itu kegiatan rutin. Tujuannya mengantisipasi genangan saat musim penghujan. Terlebih, BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari-Februari 2017.

“Namun, proses detailnya saya tidak tahu pasti. Data ada di Suku Dinas Sumber Daya Air,” katanya.

Yang pasti, pengerukan kali dilakukan tanpa batas waktu. Dia berharap hasilnya optimal, Jalan RE Martadinata tidak lagi tergenang air.

"Pelaksanakan sampai kira-kira di rasa sudah cukup, sekarang masih pendalaman. Harapan jika sudah dilakukan pendalaman maka air yang bisa ditampung lebih banyak lagi. Ke depan, tidak hanya Kali Ancol, kami juga akan melakukan normalisasi di sejumlah kali lainnya," pungkas Wahyu.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Pendistribusian Kotak dan Bilik Suara di Jakarta Utara Sudah Rampung

Rabu, 11 Januari 2017 17:57 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Pendistribusian kotak dan bilik suara
Pendistribusian kotak dan bilik suara

Share this





Total, ada 2.218 kotak suara dan 6.450 bilik suara yang didistribusikan.

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Utara telah mendistribusikan kotak suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 ke enam kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Utara.  Pendistribusian dilakukan secara bertahap selama tiga hari dari 7-9 Januari 2017.

Menurut Ketua KPU Kota Jakarta Utara Abdul Muin, kotak suara langsung diserahkan ke Panitia Pengawas Kecamatan (PPK). Nantinya, kotak suara akan kembali didistribusikan ke Panitia Pengawas Suara (PPS) kelurahan satu hari jelang pemilihan dan langsung dikembalikan ke PPK setelah pemilihan.

"Jadi, kotak suara hanya semalam saja berada di PPS, setelah pencoblosan kotak suara langsung dibawa ke PPK untuk dilakukan penghitungan. Semua akan dilakukan pengawasan dan pengawalan ketat dari pihak kepolisian,"paparnya saat dihubungi infonitas.com Rabu (11/1/2017).

Berdasar data yang dihimpun infonitas.com, ada 2.218 kotak suara dan 6.450 bilik suara yang didistribusikan. Dengan rincian:

Kecamatan Cilincing 501 kotak suara, 1.458 bilik suara
kecamatan Koja 410 kotak suara, 1.191 bilik suara
Kecamatan Kelapa Gading 186 kotak suara, 537 bilik suara
Kecamatan Tanjung Priok 498 kotak suara, 1.449 bilik suara
Kecamatan Pademangan 222 kota suara, 645 bilik suara
Kecamatan Penjaringan 401 kotak suara, 1.170 bilik suara

Adapun jumlah TPS di wilayah Jakarta Utara sendiri ada 2.150 TPS.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Ditanya Konsep Greencity, Anies : Kami Akan Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari

Rabu, 11 Januari 2017 16:32 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Anies Baswedan saat menggelar sesi tanya jawab dengan warga Sunter, di GOR Danau Sunter, Jakarta Utara.
Anies Baswedan saat menggelar sesi tanya jawab dengan warga Sunter, di GOR Danau Sunter, Jakarta Utara.

Share this





Jika Anies terpilih, dirinya akan membangun pembangkit listrik tenaga matahari secara bertahap.

TANJUNG PRIOK – Saat blusukan ke GOR Danau Sunter, Jakarta Utara, calon gubernur Anies Baswedan tidak hanya memaparkan program kerja jika dirinya terpilih. Dalam agneda Rabu Bersama tersebut, Anies juga menyempatkan menjawab pertanyaan warga yang hadir.

Seorang warga bernama Aldi bertanya mengenai konsep greencity yang ditawarkan oleh pasangan nomor urut 3 tersebut. Menurutnya, konsep tersebut sulit terwujud mengingat di Jakarta sudah ditumbuhi gedung-gedung pencakar langit. Tidak hanya itu, Aldi pun menanyakan bagaimana dengan kesejahteraan guru mengaji.

Dengan gamblang, Anies menjawab kedua pertanyan tersebut. menurutnya, konsep greencity yang akan dilakukan yakni dengan memanfaatkan energi, yakni dengan mengembangkan pembangkit listrik tenaga matahari yang akan dibangun bertahap. Tidak hanya itu, untuk Jakarta Utara di setiap ruas jalan akan ditanami pohon.

"Untuk guru mengaji, kita akan memberikan fasilitas kesehatan kelas satu bagi pekerja di bidang keagamaan. Karena mereka yang membentuk mental anak bangsa," katanya, menjawab pertanyaan warga, di GOR Danau Sunter, Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017).







Sunter Ancol > Laporan Utama

PPS Sunter Jaya Masih Kekurang Anggota KPPS

Rabu, 11 Januari 2017 13:06 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

 PPS Kelurahan Sunter Jaya
PPS Kelurahan Sunter Jaya

Share this





Sejumlah persyaratan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam merekrut anggota KPPS banyak yang tidak terpenuhi.

TANJUNG PRIOK – Rekruitmen KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di Kelurahan Sunter Jaya sudah ditutup. Namun, masih banyak kuota KPPS yang belum terpenuhi. Dari 91 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada diwilayah Sunter Jaya, baru 47 TPS yang anggota KPPS nya lengkap. Sisanya masih terkendala dengan persyaratan, tidak boleh anggota KPPS menjabat dua periode.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Sunter Jaya Pratomo mengatakan, PPS Sunter jaya telah melakukan perekrutan pada 5 November 2016 hingga 17 Desember 2016. Namun, sejumlah persyaratan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam merekrut anggota KPPS banyak yang tidak terpenuhi.

Syarat terebut antara lain, tidak boleh dua periode, berijazah SLTA, dan membuat surat keterangan sehat. “Setelah melakukan sosialisasi ke RW dan RT ternyata terdapat kendala, karena hampir semua warga sudah menjadi KPPS selama dua periode,” ujarnya.

Selain itu, ada warga yang terkendala ijazah, dan banyak warga yang bekerja di siang hari sehingga kesulitan membuat surat keterangan kesehatan dari puskesmas sekitar.

“Contohnya ada warga yang seorang pengusaha, dia terkendala karena ijizah. Ada juga kendala karena membuat surat kesehatan karena rata-rata bekerja pada siang hari. Sehingga kami bekerjasama dengan puskesmas, akhirnya ada yang mau buka hingga 24 jam,” ujarnya saat ditemui di Kelurahan Sunter Jaya, Selasa (10/1/2017).

Pratomo berharap, anggota KPPS di Kelurahan Sunter Jaya lengkap. Setelah anggota KPPS lengkap, nantinya akan diberikan bimtek (bimbingan teknis) pada tanggal 14 Januari sampai 7 Februari 2017. “Untuk Kelurahan Sunter Jaya belum tau kebagian tanggal berapa tetapi akan dilakukan selama empat hari, satu hari dilakukan bimtek untuk 23 TPS,” tutupnya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Sekolah IPEKA Sebabkan Kemacetan di Jalan Sunter Garden

Rabu, 11 Januari 2017 12:50 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Mardia Ningsih

Kendaraan saling serobot dan tidak mau ngalah saat melintas di perempatan Jalan Sunter Garden Raya.
Kendaraan saling serobot dan tidak mau ngalah saat melintas di perempatan Jalan Sunter Garden Raya.

Share this





Kemacetan tersebut kerap terjadi pada sore hari saat jam pulang sekolah IPEKA Sunter.

TANJUNG PRIOK – Kemacetan parah kerap terjadi di perempatan Jalan Sunter Garden Raya, Sunter, Jakarta Utara. Kemacetan tersebut kerap terjadi pada sore hari saat jam pulang sekolah IPEKA Sunter.

Pantauan infonitas.com, kemacetan terjadi akibat banyaknya kendaraan yang keluar dari sekolah IPEKA. Hal ini membuat antrian kendaraan yang cukup panjang saat melintas di lokasi tersebut. Untuk mengurai kemacetan petugas keamanan dan pengendara motorcoba mengatur arus lalu lintas.Petugas keamanan yang berada di empat sisi jalan, mencoba mengatur agar kendaraan tidak jalan berbarengan sehingga menimbulkan kemacetan.

Salah satu petugas keamanan Haerudin (27) mengatakan, kemacetan hampir setiap hari terjadi pada pukul 3 sore atau jam pulang sekolah. Tidak adanya lampu merah membuat pengendara tidak ada yang mau mengalah. "Seharusnya dibuat lampu merah karena kemacetan diakibatkan karena tidak ada kendaraan yang mau mengalah satu sama lain," ujarnya.

Salah satu pengguna jalan, Edi (36) berharap, agar petugas berwenang membuat lampu lalu lintas di perempatan Jalan Sunter Garden Raya. Menurutnya, lampu lalu lintas dapat berfungsi menahan arus lalu lintas sehingga tidak terjadi saling serobot kendaraan.

"Saya tiap hari lewat sini, kalau sudah jam segini selalu saja macet, tidak ada yg mau mengalah. Petugas kepolisian atau petugas yang berwenang tolong pasang lampu merah di daerah ini," katanya saat ditemui dilokasi.