Sunter Ancol > Laporan Utama

Nasib Transportasi Tua

Alasan Cagar Budaya, Bemo Tetap Eksis di Kawasan RSCM

Kamis, 13 April 2017 09:27 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Rilangga Firsttian

Bemo yang mangkal di seputaran RSCM
Bemo yang mangkal di seputaran RSCM
Foto : Rilangga Firsttian

Share this





Transportasi umum jenis Bemo yang lumayan Jadul tetap eksis di Kawasan RSCM karena alasan cagar budaya yang harus dilestarikan.

SENEN – Di tengah derasnya transportasi modern berbasis online di Ibu Kota Jakarta nasib angkutan umum jadul kian terpinggirkan. Namun, siapa sangka Bemo yang identik dengan Betawi masih bisa bertahan di kota Megapolitan.

Qodri, pemilik Bemo yang kerap mangkal di seputaran Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat ini mengaku, tidak khawatir dengan kondisi kendaraannya yang sudah tua. Ia beralasan masih bertahan dengan Bemo sebagai sarana mencari rezeki yakni bemo adalah salah satu cagar budaya, oleh karena itu dia tetap bertahan dengan kendaraan transportasi roda tiga tersebut.

"Saya enggak takut bersaing dengan busway sama ojek online, karena dari dulu hingga sekarang saya engga ngerasa ada yang berubah, bemo masih banyak peminatnya, lagian saya udah cinta dengan bemo, kendaraan ini adalah salah satu cagar bidaya," kata pria berusia 47 Tahun ini kepada Infonitas.com, Kamis (13/4/2017).

Namun, Qodri mengakui spare part Bemo cukup sulit didapatkan, oleh karenanya biaya perawatan yang dianggarkan cukup besar. Bahkan, bapak lima anak ini tetap tidak ingin beralih profesi.

"Emang susah cari onderdil untuk perawatannya, saya harus muter muter ke beberapa tempat buat cari onderdil, cuma saya bakal tetep jadi supir bemo, soalnya cagar budaya tinggal ini menurut saya, gedung gedung sudah ga ada di jakarta," lanjutnya.

Baca juga : Venue Perahu Layar di Pantai Mutiara Akan Jadi Destinasi Wisata

Untuk penghasilan tidak kalah dari ojek online, kata qodri pendapatannya perhari kurang lebih mencapai 200 ribu rupiah, dan rutenya adalah memutari kawasan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Manggarai.

"Penghasilan ga kalah sama ojek online lah, kurang lebih 200 perhari," tutupnya.