Serpong > Properti

Ratusan Pembeli Apartemen di Karawaci Merasa Ditipu Pengembang

Senin, 09 Oktober 2017 18:26 WIB
Editor : Melati Amaya DS | Reporter : Handrian

Para pembeli Grand Eschol Residence dan Condotel Aston Karawaci City Hote
Para pembeli Grand Eschol Residence dan Condotel Aston Karawaci City Hotel, keluhkan janji yang tak kunjung ditepati pengembang.
Foto : Handrian

Share this








Pembeli apartemen Grand Eschol Residence kecewa dengan janji serah terima yang akan dilakukan pada Desember 2016 belum terlaksana sampai sekarang.

TANGERANG- Rasa cemas dan tertipu menyelimuti raut para pembeli karena sampai saat ini pembangunannya pun tak juga terselesaikan. Seperti John Chandra, pembeli unit apartemen lantai 25 nomor 18 dan 19 mengaku telah membayar lunas unit apartemen yang ia pesan di kawasan Karawaci tersebut.

"Saya beli cash tahun 2014, waktu itu dikisaran Rp500 jutaan. Saya sudah keluar Rp1 miliar lebih," ujarnya, Senin (9/10) saat ditemui di kawasan Tangerang.

Namun lanjutnya, sejak Maret 2016 pembangunan Condotel dan Apartemen yang direncanakan sampai 36 lantai itu, sudah terhenti sampai lantai 11.John sempat datangi pada Maret silam, dijanjikan setelah lebaran (Juli) 2016. Tapi sampai hari ini pekerjaan juga tidak ada.

Pembeli lainya Sujadi, merasakan hal serupa, bahkan dia mengaku bersama 16 pembeli unit apartemen Grand Eschol Residence ini, sudah melaporkan kejadian itu ke Mapolda Metro Jaya. 

"Kami merasa tertipu dengan pengembang PT Mahakarya Agung Putra  (MAP) yang hanya memberi janji-janji, harusnya kami sudah bisa tempati atau menikmati hasil investasi sebagaimana yang dijanjikan," ucap dia.

Sujadi yang merupakan pensiunan itu, mengaku tertarik berinvestasi di bisnis condotel karena beberapa alasan. Pertama karena dikembangkan oleh Aston grup, kedua lokasinya strategis dan janji imbal hasil pertahunnya sampai 8 persen. Investasi ini buat pensiunan seperti saya pasti sangat tergiur. 

 "Kami mau uang kami kembali, karena kami ragu kalau proyek ini bisa diteruskan," ucap Sujadi yang seorang warga Cikupa. 

Julianto, pembeli lainya memperkirakan akan ada ratusan pembeli yang tertipu dari proyek tersebut. 

"Saya sudah berkali-kali datangi kantor management PT MAP, jawabannya selalu berubah-ubah. Pengakuan pihak management penjualan sudah 80 persen atau sekitar 600 pembeli. Tapi dari Desember 2016 sesuai perjanjian jual beli (ppjb) harusnya sudah serah terima, sampai saat ini juga tak ada progresnya," kata dia.

Julianto, secara pribadi juga telah membuat laporan ke Polda metro jaya atas apa yang dia alami. "Yang saya tahu sudah ada tiga kelompok yang lapor, ada juga yang melaporkan secara perdata sebanyak 16 pembeli. Mungkin total baru 40-an pembeli yang melapor," katanya.

Ketika di sambangi, kantor pemasaran PT Mahakarya Agung Putera, tak terlihat aktifitas pernigaan pada umumnya kantor pemasaran property. Hanya ada bagian legal atas nama Nico. 

"Soal itu kami belum bisa jawab, nanti kami konsultasikan ke jajaran Direksi untuk menggelar press confrence," ucap Nico bagian Hukum PT MAP.

Namun menurutnya, saa ini pembangunan apartemen dan condotel itu sudah masuk 13 lantai. Namun, ketika disambangi proyek yang berada di Jalan Raya Legok, Karawaci, Tangerang itu tak terlihat adanya aktifitas pengerjaan fisik. Hanya ada satu crane besar, yang tidak menunjukkan adanya aktifitas pembangunan. 

"Itu engga ada pekerjaan sudah lama, paling sudah lama ya begitu-begitu saja," kata Pemilik usaha dekat lokasi proyek Grand Eschol Residence dan Aston Karawaci City Hotel.

 

 

Berita Terkait