Serpong > Properti

Mengusung Konsep Smart Loft

Jumat, 11 Agustus 2017 15:15 WIB
Editor : Galih Pratama | Reporter : Alfi Dinilhaq

ApartemenThe Venetian
Penampakan Apartemen The Venetian
Foto : istimewa

Share this








Pembangunan tahap pertama tower The Venetian memiliki konsep smart loft yang berdiri di atas lahan seluas 2,2 hektare.

Serpong - PT Hong Kong Kingland memulai pembangunan tahap pertama tower The Venetian di kawasan Kingland Avenue. Kingland Avenue dengan konsep smart loft. Berdiri di atas lahan seluas 2,2 hektare, proyek ini nantinya terdiri dari apartemen, perkantoran, kondotel, dan commercial retail yang didukung fasilitas bertaraf internasional.

Kelebihan yang dimiliki proyek ini telah mendapatkan respons pasar yang sangat baik. Pada penjualan tahap pertama tower The Venetian yang terdiri dari 600 unit, sudah terjual lebih dari 70 persen. “Kami membangun sebuah hunian yang mengedepankan kenyamanan dan aksesibilitas tinggi dengan harga terjangkau bagi semua kalangan. Mulai dari mahasiswa, pasangan muda, profesional yang masih single, hingga para investor yang mendambakan keuntungan berlipat,” ungkap Bambang Sumargono, Direktur Marketing Kingland Avenue.

Dijelaskannya, The Venetian memiliki konsep smart loft pertama di Indonesia yang memiliki tinggi ceiling 5 meter perlantainya. Sedangkan arsitektur yang diusungnya bergaya French Neo-Classical. Ini terlihat pada penggunaan kolom yang tinggi pada dinding eksteriornya. Sedangkan tipe unitnya sendiri terbagi menjadi empat pilihan. Di antaranya ada Loft A (3 Bedroom) seluas 84 m2, Loft B (3 Bedroom) seluas 68 – 73 m2, Loft C (1 Bedroom) seluas 46 – 51 m2 dan Loft D (1 Bedroom) seluas 40 – 44 m2. Harga per unit dimulai dari Rp 693 juta.  

Ditambahkannya, kelak penghuni semakin dimanjakan dengan ketersediaan berbagai fasilitas pendukung kawasan. Seperti kolam renang, private clubhouse, indoor sporting hall, perpustakaan, club house, pusat kebugaran, serta call-in medical service, dan maid service. Dari sisi lokasi pun sangat stategis, karena hanya butuh waktu sekira empat menit menuju pintu masuk Tol Tangerang dan 15 menit dari Tol BSD. 

Selain itu, lanjut Bambang, pembangunan insfrastruktur Outer Ring Road (JORR) sesi 2, jaringan Bus Transjakarta, dan monorel, akan siap memberikan layanan transportasi umum 24 jam non-stop. “Ini tentunya akan mampu menjawab kebutuhan konsumen yang memiliki mobilitas tinggi di luar rumah,” tutupnya.