Serpong > Properti

Keterbatasan Lahan, Jadi Kendala Sektor Properti

Kamis, 18 Mei 2017 17:48 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Reporter : Handrian

ilustrasi hunian vertikal
ilustrasi hunian vertikal
Foto : istimewa

Share this








Saat ini, sektor properti sudah memasuki era vertikal karena keterbatasan lahan.

TANGSEL - Laju pertumbuhan properti di Tanah Air masih menunjukkan tren penjualan yang positif, namun keterbatasan lahan dimanfaatkan pengembang untuk memaksimalkan landbank yang dimiliki. 

Seperti diakui Managing Director President Office Sinarmas Land, Dhonie Rahajoe, menyatakan bangunan vertikal saat ini adalah yang paling tepat. 

"Saat ini sudah masuk era vertikal, karena harga tanah per meter, dengan membangun persegi vertikal lebih murah vertikal. Jadi dengan tanah lebih sedikit bisa membangun bangunan lebih banyak," kata dia usai acara Ground breaking kawasan Digital Hub di BSD City, Tangerang, Kamis (18/5/2017).

Baca juga : Lippo Tanam Rp 278 Triliun untuk Tumbuhkan Jakarta Baru

Dia memastikan, penjualan hunian vertikal Sinarmas Land di semester pertama 2017 ini menunjukkan angka yang positif. Mengingat capaian target penjualan yang ditetapkan pihaknya hampir mencapai 100 persen. 

"Penjualan saat ini banyak faktor yang menyebabkan penjualan itu, tapi sejauh ini apa yang kita targetkan pada semester satu ini masih sesuai target kita, hampir 100 persen," ungkapnya.