Serpong > Properti

Jokowi Serahkan Lebih dari 10.000 Sertifikat Tanah Masyarakat Tangerang Raya

Rabu, 11 Oktober 2017 16:55 WIB
Editor : Melati Amaya DS | Reporter : Alfi Dinilhaq

Suasana pembagian sertifikat tanah bagi masyarakat Tangerang Raya.
Suasana pembagian sertifikat tanah bagi masyarakat Tangerang Raya.
Foto : Alfi Dinilhaq

Share this








Presiden RI Joko Widodo serahkan sertifikat tanah sebanyak 10.100 sertifikat untuk masyarakar Tangerang Raya.

TANGSEL- Presiden Joko Widodo menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah kepada 12 masyarakat se-Tangerang Raya di Kecamatan Setu, Rabu (11/10). Sejumlah 5.100 sertifikat diberikan kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan, 2.000 sertifikat untuk masyarakar Kota Tangerang, an 3.000 untuk masyarakat Kabupaten Tangerang.

Turut hadir dalam acara bertajuk "Penyerahan Sertifikat Untuk Rakyat" ini yaitu Sofyan Djalil, Menteri Agraria dan Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangerang Selatan, Arief R. Wismansyah, Wali Kota Tangerang, dan Ahmad Zaki, Bupati Kabupaten Tangerang. 

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa di Indonesia ini harusnya ada 126.000.000 bidang tanah yang harus di sertifikasi. Sedangkan hingga saat ini baru 46.000.000 bidang yang sudah memiliki sertifikat. Ia pun menargetkan untuk dalam tiga tahun ke depan harus menerbitkan 21.000.000 sertifikat. 

"Saya perintahkan untuk Menteri ATR/BPN untuk menyelesaikan 5 juta sertifikat tahun ini, tahun depan 7 juta dan tahun depan lagi 9 juta," paparnya.

Ditambahkan Joko Widodo bahwa sertifikat tanah merupakan tanda bukti hukum atas tanah yang sah, sehingga dengan memiliki sertifikat tanah akan mendapatkan legalitas hukum atas tanah yang dimiliki. 

Sementara, Oom Qomariyah, Seorang Ibu Rumah Tangga dan Penerima Sertifikat Tanah mengatakan bahwa ia mengalami dampak langsung dari Program Nasional (Prona) Pembuatan Sertifikat Tanah. Ia mendapatkan No. Hak 02477/Kademangan, Kecamatan Setu. 

"Alhamdulillah senang bisa dapat sertifikat tanah. Bisa ngurus cepat, gak repot, dan gak banyak mengeluarkan banyak biaya. Sehingga sangat membantu masyarakat kecil," pungkasnya. 

 

Berita Terkait