Serpong > Profil

Sujagat Muda, Persaingan Bisnis Adalah Vitamin

Jumat, 10 November 2017 12:45 WIB
Editor : Galih Pratama | Reporter : Alfi Dinilhaq

Sujagat Muda, Pemilik Malibu 62 Studio Gading Serpong.
Sujagat Muda, Pemilik Malibu 62 Studio Gading Serpong.
Foto : Abdul Rahman

Share this








Bagi Sujagat Muda persaingan bisnis adalah vitamin. Untuk itu, kita harus maksimal dalam pelayanan agar pelanggan kembali dan mengevaluasi kekurangan.

GADING SERPONG - Sujagat Muda menamatkan pendidikan tinggi di Universitas Negeri Surakarta (UNS) Jurusan Arsitektur pada tahun 1998. Setamat kuliah ia mencoba membuat konsultan bidang arsitektur. Namun pada 2001, dia hijrah ke Jakarta dan bekerja di Mall Taman Anggrek sebagai Fitout Arsitektur. 

Selang beberapa tahun kemudian, dia juga sempat bergabung di Agung Podomoro Group dengan mengelola Senayan City. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk berhenti bekerja tahun lalu.

"Saya memutuskan resign dan mencoba membuat bisnis fotografi sendiri dengan Brand Ekuador. Akan tetapi karena pemain baru, jadi agak susah berkembang hingga akhirnya ada temen yang ajak join dengan membuka Malibu 62 Studio," jelas Sujagat.

Dikatakan Sujagat bahwa keingian untuk membuat bisnis sendiri memang sudah ada sejak lama hingga akhirnya membuat bisnis bidang fotografi yang juga merupakan hobi dan passion-nya.

"Memang sejak dulu sudah suka fotografi. Meskipun tidak pernah kuliah fotografi, akan tetapi saya mengetahui dasar-dasar fotografi. Karena pada dasarnya fotografi tidak jauh berbeda dengan arsitek. Memang arsitek lebih rumit dan fotografi lebih sederhana," paparnya.

Dalam berbisnis Sujagat juga menerapkan ilmu yang ia dapatkan dari para pebisnis besar tempat ia bekerja selama ini. "Belasan tahun bekerja dengan orang, saya juga banyak mengambil intuisi bisnis dari para pebisnis besar. Hal itu akan saya terapkan dalam mengembangkan bisnis yang saya kelola saat ini."

Ketika ditanya mengenai peluang dalam bisnis fotografi, Sujagat mengatakan bahwa fotografi masih memiliki banyak peluang. Meskipun zaman semakin canggih dengan adanya smartphone dengan kamera bagus, akan tetapi orang masih membutuhkan foto dengan cara profesional.

Sedangkan untuk persaingan itu justru bagus, karena bagi Sujagat persaingam bisnis merupakan vitamin yang akan terus memacu diri untuk semangat dan kreatif.

"Bagi saya persaingan adalah vitamin. Utamanya kita harus maksimal dalam pelayanan sehingga customer akan kembali dan mengevaluasi kekurangan. Ketika customer puas, tentu akan kita akan dipercaya dan dengan kepercayaan customer akan loyal," pungkasnya.