Selasa, 17 Oktober 2017 15:28:00
Editor : Melati Amaya DS | Reporter : Alfi Dinilhaq
Acara  Conference On Religion Journalist di UMN
Acara Conference On Religion Journalist di UMN, Serpong.
Foto : Alfi Dinilhaq
 

TANGSEL-Acara diadakan di Lecture Hall Lantai 3, New Media Tower, Selasa - Kamis (17-19/10). Conference on Religion Journalist ini terselenggara atas kerjasama International Association of Religion Journalist (IARJ) dan Serikat Jurnalis Keberagaman (SEJUK). 

Pada acara konferensi yang diikuti 20 peserta dari luar Indonesia dan 50 peserta dari Indonesia mengangkat isu mengenai Jurnalisme Agama. Isu agama menjadi penting karena di sebagian besar negara Asia hidup beragam agama meskipun terjadi serangan modernitas.

Pada kegiatan ini para jurnalis yang memiliki pengalaman dalam meliput agama berbagi cerita dengan peserta yang sebagian besar berpfofesi sebagai jurnalis dan akademisi. 

"Di Indonesia Jurnalisme IPTEK dan Jurnalisme Politik menjadi yang paling beken. Akan tetapi seiring berjalan waktu dan perkembangan zaman masalah agama ini semakin membutuhkan perhatian dengan seksama. Karena apabila masalah agama dilaporkan dengan salah dan disalahgunakan untuk kepentingan lain seperti politik, maka itu harus mendapat perhatian yang seksama," ungkap Ninok Leksono, Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN). 

Lebih lanjut Ninok mengatakan bahwa wartawan yang meliput masalah agama agar memiliki pemahaman yang baik tentang agama dan keterbukaan pemikiran.

"Mereka yang meliput tentang agama mengetahui bahwa yang diliput adalah hal sensitif dan dituntut untuk bisa memandang agama lain. Jadi pikiran mereka harus terbuka, tidak karena beragama A jadi tidak meliput dan melaporkan berita tentang agama B," pungkasnya. 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda