Sabtu, 26 Mei 2018 10:32:00
Editor : Galih Pratama | Reporter : Alfi Dinilhaq
Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak di Ciputat, Tangsel.
Foto : istimewa
 

TANGSEL - Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendeklarasilan Sekolah Ramah Anak (SRA) di SDS Bethseda, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jum'at (25/5/2018). 

Yohana Yembise menilai, kasus kekerasan di lingkungan sekolah sering menimbulkan keresahan terhadap orangtua. Berbagai kasus kekerasan seperti kekerasan fisik, bullying kerap terjadi di sekolah, padahal sekolah menjadi lokasi anak untuk berinteraksi lama dengan orang sekitar selain di rumah. 

"Sekolah perlu dikedepankan lagi  sebagai ruang bagi anak dan SRA ini merupakan jawaban atas krisis kepercayaan terhadap sekolah," jelasnya. 

Lanjut Yohana,bahwa sudah tugas kita semua agar menjamin setiap anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan mereka harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan. 

“Mari kita kedepankan kembali lingkungan sekolah yang ramah bagi anak dengan menciptakan interaksi positif dan mendidik anak tanpa kekerasan,” ujarnya. 

Sementara Anastasia Supriati, Kepala Sekolah SDS Bethseda sudah sejak lama menerapkan SRA ketika berdiri 7 tahun silam. Ia pun sangat mendukung program Kementrian PPPA agar semakin banyak sekolah yang ramah anak.

"Kami telah mendorong budaya dan lingkungan positif seperti disiplin, cinta dan hormat pada orangtua, jujur, dan tidak ada kekerasan yang dilakukan guru maupun sesama anak," pungkasnya.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda