Serpong > Laporan Utama

Tekan Penyebaran DBD, BATAN Tangsel Buat Nyamuk Mandul

Kamis, 15 Juni 2017 18:15 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Handrian

Ilustrasi nyamuk DBD,  Aedes aegypti
Ilustrasi nyamuk DBD, Aedes aegypti
Foto : istimewa

Share this








BATAN Tangsel melakukan TSM untuk membuat nyamuk mandul sehingga mampu menekan penyebaran DBD.

TANGSEL – Guna mengendalikan dan menekan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN) melakukan Teknik Serangga Mandul (TSM).

Humas BATAN Purnama mengatakan, budidaya ratusan ribu nyamuk tersebut sudah dilakukan di ruang Aegypti Mass Rearing Laboratory, komplek Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, kawasan Lebak Bulus, Jakarta.

"Program serangga mandul juga difokuskan di kota Tangsel dan Bogor. Mengingat BATAN juga (berada) di komplek Puspiptek di Tangsel. Kehadiran BANTAN agar bisa bermanfaat untuk masyarakat, membantu Pemkot Tangsel menangulangi DBD," ujarnya di Komplek BATAN, Puspitek, Tangsel, Kamis (15/6/2017).

Lebih lanjut Purnama menjelaskan, program TSM dengan radiasi nuklir dilakukan dengan beternak nyamuk terlebih dahulu. Budidaya dilakukan dengan perkawinan alami dalam kandang. Selanjutnya, nyamuk betina bertelur setelah menghisap darah dari marmut di dalam kandang.

"Setelah telur disimpan bisa bertahan enam bulan, dimasukkan ke dalam air untuk penetasan jadi larva. Lalu berkembang menjadi pupa jantan dan betina," jelasnya.

Dengan mandulnya nyamuk-nyamuk yang akan disebarkan, apabila serangga tersebut kawin, tetap bisa bertelur namun tidak menetas.

"Jadi dalam beberapa periode akan turun populasinya. Dan kita sudah melakukan percobaan di perumahaan BATAN Indah Serpong dengan melepaskan nyamuk yang sebelumnya sudah dimandulkan," katanya.