Serpong > Laporan Utama

Sebelum Dibuang ke Tong Sampah Regency Melati Mas, Bayi Disiram dan Dipukul

Senin, 20 Maret 2017 16:23 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Handrian

Suasana rekonstruksi pembunuhan dan pembuangan bayi di kawasan Regency Melati Mas, Serpong.
Suasana rekonstruksi pembunuhan dan pembuangan bayi di kawasan Regency Melati Mas, Serpong.
Foto : Handrian

Share this





Kasus pembuangan bayi di tong sampah perumahan Regency Melati Mas Serpong terungkap. Bayi ternyata alami penyiksaan sebelum tewas dan dibuang.

TANGSEL – Setelah mengungkap kasus dan menangkap pelaku pembuangan bayi di tong sampah kawasan perumahan Regency Melati Mas, Polisi kini melakukan rekonstruksi di TKP. Dari rekonstruksi tersebut, diketahui pelaku menyiksa bayi hingga tewas sebelum membuangnya ke tong sampah.

Pada rekosntruksi yang berlangsung Senin (20/3/2017) siang ini, BMB (22) yang merupakan pelaku sekaligus ibu korban menjalani sedikitnya 22 adegan. Rekonstruksi dilakukan mulai dari kamar mandi tempat ia melahirkan, sampai dengan tong sampah yang ada di perumahan Regency Melati Mas Blok E12/46 RT 04/01, Kelurahan Jelumpang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tempat pelaku membuang bayi.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander mengatakan, dari seluruh adegan yang dilakukan, diketahui bahwa pelaku menghabisi nyawa anaknya dengan cara memukul dan menyiramnya dengan air.

"Rekonstruksi ini memakan 22 adegan. Tindakan pembunuhan diperagakan tersangka dalam adegan ke-9," ucapnya di lokasi rekonstruksi.

Baca Juga : Bayi Asal Ciputat Tangsel Diduga Jadi Korban Malpraktek

Alexander menambahkan, tersangka yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga ini melahirkan secara mandiri. Ia melahirkan di rumah majikannya yang masih di kawasan Regency Melati Mas, pada saat kondisi rumah dalam keadaan sepi.

"Tersangka melahirkan di kamar mandi. Saat kejadian, majikan sedang pergi kerja. Kepada majikan dia bilang kalau perutnya yang membesar itu karena sakit. Tapi karena merasa takut, yang bersangkutan berfikir singkat agar kelahiran ini tidak diketahui oleh semua orang," terang Alexander.

Setelah melahirkan, lajut Alexander, bayi disiram hingga 10 kali agar tidak menagis. Tersangka juga memukul kepala bayi dengan gayung sebanyak tiga sampai lima kali.

Akibat perbuatannya itu, BMB terancam pasal penganiayaan anak dengan hukuman 15 tahun penjara. “Untuk sementara kami belum tahu apakah anak ini hasil hubungan gelap atau bukan. Masih dalam penyelidikan,” tandas Alexander.

Hunian Mewah Siap Huni

dibaca 360 kali