Serpong > Laporan Utama

Riwayat Kampung Bekelir Sempat Disebut Wilayah Kumuh

Selasa, 14 November 2017 18:10 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Handrian

kampung bekelir
Istimewa
Foto : istimewa

Share this








Lurah Babakan, Abu Sofyan mengungkapkan riwayat Kampung Bekelir sempat disebut wilayah kumuh. Sehingga, masyarakat berhasrat merubahnya

TANGERANG - Lingkungan RW 01 Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang dulunya divonis sebagai wilayah kumuh oleh pemerintah setempat. Namun kini di lokasi tersebut telah mendunia dengan keberadaan objek wisatanya yang dibangun oleh warga sekitar.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Lurah Babakan, Abu Sofyan. Ia menjelaskan masyarakatnya berhasrat untuk mengubah kampungnya yang dianggap kumuh tersebut. 

Ide original dari para warga setempat berkreasi membuat wilayahnya dengan konsep warna - warni. Dan dibangun lah Kampung Bekelir yang saat ini menjadi destinasi wisata teranyar di Kota Tangerang.

"Dulunya wilayah Kampung Bekelir ini dianggap sebagai kampung kumuh, dan alhamdulillah berkat kerja sama masyarakat, sekarang kawasan ini menjadi pariwisata," ujar Abu Sofyan saat ditemui di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (14/11/2017).

Menurut Abu, wilayah yang divonis kumuh ini memang padat penduduk dan pemukiman. Sehingga terlihat begitu kotor.

Terlebih posisinya bersebrangan dengan Sungai Cisadane. Kendati demikian, wilayah itu kini dipersolek dan dapat memincut masyarakat luar lainnya.

"Saat ini banyak yang berdatangan untuk melihat Kampung Bekelir. Dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan dunia," ucapnya.

Ia menambahkan banyak pemerintah daerah yang tertarik dengan konsep Kampung Bekelir ini. Terutama dalam menggaet para wisatawan dan menjadi roda ekonomi masyarakat sekitar.

"Dengan adanya Kampung Bekelir ini, warga setempat dapat meningkatkan taraf kehidupannya. Dengan berjualan dan membuat oleh - oleh ciri khas Tangerang," kata Abu Sofyan.

Abu mengungkapkan, Kampung Bekelir tak hanya menawarkan konsep gambar mural. Tapi juga dengan penghijauan serta mengoptimalkan sumber air yang ada di Sungai Cisadane.

"Keberadaan objek wisata ini juga dapat mengubah pola hidup masyarakatnya dan membangun sumber daya manusianya," paparnya.