Serpong > Laporan Utama

Pura-pura Jadi Pilot Pria Ini Tipu Korbannya

Senin, 09 Januari 2017 11:48 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Handrian

 Rido (28) pilot gadungan dibekuk Polres Tangsel.
Rido (28) pilot gadungan dibekuk Polres Tangsel.

Share this





Dalam akun sosial media sosialnya pemuda tersebut kerap mengumbar foto mengenakan seragam pilot di dalam ruang kendali pesawat.

TANGSEL – Setelah melakukan pengembangangan kasus pencurian Iphone 6 di sebuah toko handphone Super Mal Karawaci yang dilakukan oleh Rido (28) pekan lalu, Kepolisian Resort (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan bahwa pemuda tersebut juga seorang penipu.

Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan menyebutkan, selain melakukan pencurian pemuda bergaya parlente tersebut juga kerap melakukan aksi penipuan dengan modus berpura-pura mengaku sebagai seorang pilot maskapai Garuda.

“Setelah melakukan penyelidikan di situs infopenerbang.com , pelaku diketahui juga sering menipu sejumlah awak kabin pesawat, terutama kaum perempuan,” ujarnya di Polsek Kelapa Dua Tangsel, Minggu (8/1/2017).

Dalam akun sosial media sosialnya pemuda tersebut kerap mengumbar foto mengenakan seragam pilot di dalam ruang kendali pesawat. Rido juga mengaku pernah menebangkan pesawat dengan rute Jakarta menuju Banjarmasin.

 “Pelaku mengaku membuat foto berseragam itu di wahana simulator pesawat Boeing 727-800 di Mall Gandaria City Jakarta, dengan membayar Rp1,5 juta,” katanya.

Ayi pun mengimbau jika ada masyarakat yang merasa tertipu oleh pelaku, silahkan melaporkan kepada pihak kepolisian. “Silahkan saja datang ke Polsek Kelapa Dua jika ada merasa menjadi korban penipuan,” imbuhnya.







Serpong > Laporan Utama

Petugas PLN Tewas di Tiang Listrik SMPN 2 Tangsel

Senin, 13 Februari 2017 20:31 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Handrian

 Petugas PLN tersetrum di tiang listrik. (Handrian)
Petugas PLN tersetrum di tiang listrik. (Handrian)

Share this





Kasubag Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri sebut Satiri sedang memasang kabel baru.

TANGSEL- Seorang kontraktor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Satiri (50), meregang nyawa saat memasang jaringan baru di tiang listrik disamping SMPN 2 Tangerang Selatan (Tangsel), Desa Dangdang, Kecamatan Cisauk, Senin (13/2/2017).

Kasubag Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri mengatakan korban bertubuh gemuk dengan tinggi sekitar 165 centimeter itu tewas saat memasang jaringan kabel baru. Sementara, letak kabel tepat mengarah ke kabel laboratorium sekolah.

"Korban mengenakan blue jeans, kemeja biru motif putih, ikat pinggang logo security dam sepatu kulit warna hitam itu, sebelumnya minta izin dulu kepada security sekolah," ujar Mansuri kepada pewarta di Tangsel, Senin (13/2/2017).

Menurut keterangan security sekolah, kata Mansuri, korban yang menggunakan motor Suzuki Shogun 125R itu tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB dengan membawa gulungan kabel.

"Sekira 15 menit, penjaga kantin sekolah teriak karena melihat korban tergantung dan sudah terbujur lemas tidak sadarkan diri," paparnya.

Jenazah korban akhirnya dibawa pihak kepolisian ke Rumah Sakit Selaras. Almarhum diketahui merupakan warga Sudimara, Kecamatan Pinang Kota Tangerang.







Serpong > Laporan Utama

Enam Anggota Geng Motor Masih Buron di Tangsel

Senin, 13 Februari 2017 13:01 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Handrian

Rilis pelaku geng motor pencurian motor
Rilis pelaku geng motor pencurian motor

Share this





Polsek Ciputat telah meringkus empat dari 10 anggota geng motor pencurian dengan senjata tajam

TANGERANG SELATAN - Empat dari 10 anggota geng motor pelaku pencurian dengan senjata tajam diringkus Unit Reserse Kriminal Polsek Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pengungkapan pelaku dibantu oleh CCTV yang ada di Warung Internet, pada Selasa (7/2/2017) lalu.

Kapolres Tangsel, AKBP Ayi Supardan, menjelaskan dari empat pelaku tersebut, enam diantaranya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan satu diantaranya adalan Residivis dengan kasus serupa yang terjadi tujuh bulan lalu di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

"Pelaku berinisial BS, 21, EW, 29, SS,21, RS, 21, sudah kita amankan. Sementara A,21, S,18, M,18 dan MM,20, masih dalam pengejaran," katanya di Mapolsek Ciputat, Senin (13/2/2017).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho Hadi, menuturkan para pelaku datang menggunakan sepeda motor kemudian mengancam orang yang ada di dalam warnet dengan membawa golok dan celurit,"Atas perbuatan pelaku, dijerat pasal 365 ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara maksiman 12 tahun penjara," paparnya.

 







Serpong > Laporan Utama

7 Hari, Polisi Amankan 4 Pengedar Sabu

Senin, 30 Januari 2017 17:44 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Handrian

Barang bukti sabu 686,98 gram dirilis Mapolres Tangerang Selatan. (Handrian)
Barang bukti sabu 686,98 gram dirilis Mapolres Tangerang Selatan. (Handrian)

Share this





Informasi masyarakat sekitara apartemen menjadi langkah Sat Narkoba Polres Tangsel menangkap empat pengedar sabu.

TANGSEL - Sat Narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menyita barang bukti sedikitnya 686,98 gram sabu-sabu, dari empat bandar narkoba. Salah satu pelaku tertangkap di Apartemen Grand Park View Serpong.

Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan menyebutkan, keempat pelaku diamankan setelah adanya informasi masyarakat terkait sering terjadinya transaksi narkoba di apartemen tersebut.

"Setelah penyelidikan dan pengintaian pada 23 januari lalu, empat pelaku ditangkap bersama barang buktinya," ujar AKBP Ayi saat konferensi pers di Mapolres Tangsel, Senin (30/1/2017).

Keempat pelaku yaitu, Bancek (31), Senget (34), Gober (36) dan Bombom (33). Mereka, kata Ayi, merupakan pengedar jaringan wilayah Tangsel.

"Pelaku mengaku baru mengedarkan dua bulan terakhir. Biasa mengedarkan di wilayah Cilenggang, Cisauk, Pamulang, Samporia dan Serpong," ungkapnya.

 







Serpong > Laporan Utama

Tahun Ini Polres Tangsel Segera Punya Gedung Baru

Senin, 23 Januari 2017 14:07 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Handrian

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana meninjau proyek Polres Tangsel, Senin (23/1/2017). (Handrian)
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana meninjau proyek Polres Tangsel, Senin (23/1/2017). (Handrian)

Share this





Meski masih menumpang di bekas gedung Universitas Pembangunan Jaya, Mapolres Tangsel akan segera memiliki kantor baru.

TANGSEL - Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana sambangi lokasi proyek pembangunan Mapolres Tangsel di Jalan Promoter Jombang, Kelurahan Lengkong Gudang Timur Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel),pada Minggu (22/1/2017) sore.

Kasubag Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri menyebutkan kehadiran Wakapolda Metro Jaya bermaksud meninjau proyek pembangunan gedung Mapolres Tangsel yang hampir rampung.

"Beliau didampingi Kapolres Tangsel mendapat penjelasan dari tim pelaksana dan konsultan, bahwa progress pembangunan sudah 70 persen,"ujar AKP Mansuri kepada pewarta di Polres Tangsel, Senin (23/1/2017).

Mansuri menerangkan, Gedung Polres Tangsel yang sebelumnya diresmikan pada 19 Agustus 2016 lalu itu memiliki luas 10.200 meter persegi dengan luas bangunan 5.000 meter persegi.

"Pembangunan ditargetkan selesai tahun ini dan akan memiliki 5 lantai. Saat ini maaih menempati gedung bekas Universitas Pembangunan Jaya Bintaro," paparnya.

 

 







Serpong > Laporan Utama

Penjual Cobek Tunda Gugat Polres Tangsel

Jumat, 20 Januari 2017 14:42 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Tajudin
Tajudin

Share this





Penjual cobek tunda gugat Polres Tangsel karena menunggu putusan kasasi dari MA yang diajukan kejaksaan.

TANGSEL- Penjual cobek Tajudin (41) menunda mendaftarkan gugatan terhadap Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Penundaan itu karena pengacara Tajudin masih menunggu putusan kasasi dari Mahkamah Agung.

Abdul Hamim Jauzie, pengacara Tajudin, mengatakan penundaan terpaksa dilakukan karena jika kasasi jaksa dikabulkan Mahkamah Agung, maka kemungkinkan Tajudin kembali masuk penjara. “Kami menunggu putusan kasasi,” tutur Abdul saat ditemui di Mapolres Tangsel, Kamis (19/1/2017).

Abdul berharap Mahkamah Agung bijaksan memutus kasasi yang diajukan kejaksaan. "Ya kita mendoakan semoga kasasinya ditolak,” harapnya.

Diketahui, Tajudin harus menghuni penjara selama 9 bulan setelah dituduh mengeksploitasi keponakannya, Cepi  dan Dendi, yang ikut membantunya menjual cobek di sekitar Jalan Raya Perum Graha Bintaro, Kota Tangerang Selatan. Namun pengadilan memutus bebas Tajudin dalam kasus tersebut.

 







Serpong > Laporan Utama

Tukang Cobek Datangi Polres Tangsel

Kamis, 19 Januari 2017 16:10 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Tajudin bersama pengacaranya di Polres Tangsel
Tajudin bersama pengacaranya di Polres Tangsel

Share this





Tukang cobek yang bebas dari tuduhan eksploitasi anak datangi Polres Tangsel untuk menanyakan barang-barangnya yang sempat disita polisi.

TANGSEL- Tajudin (41) bersama kuasa hukumnya dari LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie sambangi Mapolres Tangerang (Tangsel), Kamis (19/1/2017). Mereka ingin mengkonfirmasi keberadaan barangnya disita polisi.

Tajudin ditahan 9 bulan setelah dituduh mengeksploitasi ana. Ia dituding eksploitasi anak karena mengajak kedua anaknya Cepi dan Deni yang masih usia sekolah menjual cobek di Jalan Raya Perum Graha Bintaro, Kota Tangerang Selatan.

Kasus itu kemudian masuk ke Pngadilan Negeri Tangerang. Majelis hakim memutus Tajudin bebas dari tuduhan eksploitasi anak. Hakim juga memerintahkan barang Tajudin yang sempat disita agar dikembalikan.

Pengacara Tajudin, Abdul Hamim mengatakan kliennya mendatangi Polres Tangsel untuk menanyakan STNK, SIM, KTP dompet dan handphone yang sempat disita polisi. “Klien kami tidak tahu keberadaan barang tersebut setelah ditangkap polisi,” katanya.

 

 

 







Serpong > Laporan Utama

Operasi Lilin, Polres Tangsel Turunkan 318 Personel

Kamis, 22 Desember 2016 11:23 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan memimpin apel Operasi Lilin.
Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan memimpin apel Operasi Lilin.

Share this





Dalam rangka Operasi Lilin, Polres Tangsel turunkan 318 personel dari berbagai unsur. Ada polisi hingga organisasi masyarakat.

TANGSEL – Dalam rangka Operasi Lilin, Polres Tangsel turunkan 318 personel untuk ditempatkan di berbagai titik. Personel itu berasal dari berbagai unsur pemerintah dan organisasi masyarakat. Ada dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, Damkar. Ada pul dari Pramuka, Orari, RAPI, hingga tim kesehatan.

Operasi Lilin digelar dari 23 Desember 2016 sampai 1 Januari 2017. Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Ayi Supardan mengatakan personel itu diturunkan untuk memberikan rasa aman kepada umat Kristiani menjalankan ibadah Natal.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap 4 terduga teroris di rumah kontrakan di Babakan Setu, Tangerang Selatan. Dari 4 tersangka, 3 di antaranya tewas ditembak. Selain itu, polisi juga menemukan bom aktif di rumah kontrakan tersebut. Dari hasil pengakuan tersangka, bom tersebut akan diledakkan di Pos Polisi Serpong.







Serpong > Laporan Utama

Polres Tangsel Tangkap 27 Penjahat Jalanan

Jumat, 16 Desember 2016 15:55 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Kasat Reskrim Polres Kota Tangsel AKP Alexander Yurikho menunjukkan barang bukti
Kasat Reskrim Polres Kota Tangsel AKP Alexander Yurikho menunjukkan barang bukti

Share this





Sepanjang Desember 2016, Polres Tangsel tangkap 27 penjahat jalanan. Dua di antaranya pelaku penipuan bermodus hipnotis.

TANGSEL - Kepolisian Resort (Polres) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap 27 penjahat jalanan sepanjang Desember dengan berbagai kasus. Penjahat itu merupakan hasil pengungkapan 7 Polsek di wilayah Tangsel.

Kasat Reskrim Polres Kota Tangsel AKP Alexander Yurikho mengatakan dari puluhan tersangka, 2 di antaranya pelaku penipuan dengan modus hipnotis. Tersangka tersebut  berinisial CA (20) dan AN (21).

Yurikho menceritakan kedua tersangka menipu korban perempuan berusia 85 tahun di pasar BSD Serpong. “Tersangka mengambil uang korban sebanyak Rp 1,7 miliar. Uang itu dibelikan mobil BMW. Mobil itu sudah kami sita” katanya.

Ia menambahkan, CA dan AN adalah warga Tiongkok asal Singkawang. Polisi menduga kasus penipuan itu melibatkan orang asing. “Ada indikasi keterlibatan WNA asal Republik Rakyat Cina (RRC), yang masih buronan,” katanya.







Serpong > Laporan Utama

Polres Tangsel Selidiki Minuman Snow White Karaoke Matador

Senin, 28 November 2016 11:41 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Handrian

Pengunjung karaoke dirawat di rumah sakit usai tenggak snow white.
Pengunjung karaoke dirawat di rumah sakit usai tenggak snow white.

Share this





Polres Tangsel selidiki minuman snow white setelah beberapa orang dilarikan ke rumah sakit setelah menenggak minuman tersebut di Karaoke matador.

TANGSEL - Satuan Reskriminal (Reskrim) Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menyelidiki keberadaan minuman Snow White yang diduga ilegal di Karaoke Matador, Serpong Tangsel. Penyelidikan itu menyusul belasan pengunjung karaoke dilarikan ke rumah sakit usai menenggak minuman andalan Matador tersebut, Minggu (27/11/2016).

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho mengatakan beberapa orang telah dimintai keterangan. “Kami juga memeriksa jenis monuman snow white yang disebut pengelola karaoke sebagai minuman kesehatan,” katanya, Senin (28/11/2016) 

Ia menambahkan, penyidik akan memeriksa apakah minuman itu merupakan produksi pabrikan atau hasil racikan ala Matador. “Kalau itu produksi pabrikan, kita akan cari siapa yang mendistribusikannya,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, belasan pengunjung tempat hiburan malam Karaoke Matador, Serpong, Tangsel, dilarikan ke rumah sakit usai menenggak minuman berlabel snow white, Minggu (27/11/2016) malam. Mereka mengalami pusing, mual hingga muntah-muntah.‎







Serpong > Laporan Utama

Pengedar Ekstasi Diringkus Polres Tangsel

Kamis, 24 November 2016 19:04 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Barang bukti narkoba disita polisi
Barang bukti narkoba disita polisi

Share this





2 pemuda pengedar ekstasi dirungkus Polres Tangsel di rumah kontrakan yang kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

TANGSEL - Kedua pengedar narkoba jenis sabu dan ekstasi, Shodikin (32) dan Rendi (26), tak berkutik saat dibekuk tim buser Polres Tangerang Selatan (Tangsel). Mereka ditangkap di rumah kontrakan di Kampung Buaran, Serpong Tangsel, Rabu malam (23/11/2016).

Kasubag Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri menyebutkan kedua pelaku tertangkap setelah adanya laporan masyarakat bahwa lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi narkoba. "Buser Polsek Cisauk langsung melakukan penyelidikan ke kontrakan pelaku," ujarnya, Kamis (24/11/2016).

Saat penyergrapan, lanjut Mansuri, ditemukan barang bukti narkoba golongan 1. “Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, kedua pelaku positif mengonsumsi narkoba.  "Barang bukti diamankan, 1 paket sabu 0,63 gram, 8 butir ekstasi, 1 buah alat hisap dan timbangan digital serta uang tunai Rp600.000," terangnya.

untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku di tahan di Mapolsek Cisauk. "Untuk Narkotika Golongan I, melanggar Pasal 114 Subsider Pasal 112 UU RI NO.35 Tahun 2009 Tentang Narkoba," jelasnya.