Serpong > Laporan Utama

Polrestro Tangerang Bebaskan 33 Orang yang Diduga Disekap

Sabtu, 13 Januari 2018 14:35 WIB
Editor : Ari Astriawan | Reporter : Ade Indra Kusuma

Polresta bebaskan 33 orang yang diduga disekap
Jajaran Polresta Tangerang membebaskan 33 orang yang diduga disekap di 3 lokasi di kawasan Sepatan, Tangerang.
Foto : istimewa

Share this








Para korban dibebaskan dari 3 tempat penampungan. Dari 33 orang, terdapat 10 perempuan dan 2 anak dibawah umur.

TANGERANG – Sebanyak 33 orang disekap di Sepatan, Kabupaten Tangerang. Dari jumlah tersebut, ada 10 perempuan dan 2 anak di bawah umur. Hal itu terkuak setelah jajaran Polresta Tangerang membebaskan mereka dari Sekapan, Jum’at (12/1/2018).

Diungkapkan Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, AKBP Deddy Supriyatna, pembebasan berhasil dilakukan berkat adanya laporan dari salah satu keluarga korban.

"Kami menindaklanjuti laporan dari warga bahwa ada anggota keluarganya sejak 8 Januari kemarin dilakukan penyekapan di Kampung Cadas, Sepatan," ujar Deddy kepada infonitas.com, Jumat (12/1/2018).

Saat didatangi, polisi mendapati 33 orang tengah berada dalam rumah kontrakan yang dijadikan tempat penampungan. Ada tiga lokasi yang telah didatangi oleh petugas. Dari 3 lokasi tersebut terdapat 33 orang yang mengaku sedang melaksanakan training pekerjaan. Mayoritas berusia mereka 17 - 20 tahun. Mereka kemudian diamankan guna dimintai keterangan.

Ia menambahkan puluhan orang yang disekap ini merupakan warga Jawa Barat. 10 orang di antaranya merupakan perempuan. "Mereka dari Ciamis, Cianjur, dan Banjar," tambah Deddy.

Dari informasi yang dihimpun dari keluarga korban, Deddy menduga para korban dimintai uang oleh seseorang setelah dikumpulkan di lokasi penampungan. Mereka juga ada yang disuruh bekerja.

"Ada beberapa hal yang kami sinkronkan. Ada yang diminta uang, ada yang bekerja menyalurkan beberapa produk, ini masih didalami termasuk juga ke keluarga korban yang melapor bahwa salah satu keluarga disekap dan dimintai uang," ungkapnya.

Dedy menyebut dari pengakuan para korban bahwa rumah kontrakan itu digunakan sebagai tempat diskusi.

Sebab mereka rencananya akan dipekerjakan sebagai sales obat - obatan.

"Kami masih mendalami terkait perizinan yang dimiliki dan melakukan pemeriksaan dokumen yang ada serta para saksi sebanyak 33 orang," papar Deddy.