Serpong > Laporan Utama

Peringati HKN, Siswa Tangsel Diajarkan ‘Jangan’ Merokok

Rabu, 15 November 2017 11:32 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Alfi Dinilhaq

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie
Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie meminta agar siswa di Kota Tangerang Selatan menjauhi rokok.
Foto : Alfi Dinilhaq

Share this








Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengajarkan ratusan siswa Tangsel untuk jangan merokok.

TANGERANG SELATAN - Guna memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN), Dinas Kesehatan Kota Tangsel menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah No 4 Tahun 2016 Terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dihadapan 400 orang siswa di Ciputat, di Graha Widya Bhakti Puspitek, Setu, Kota Tangsel, Selasa (14/11).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tangsel Suhara Manullang. HKN ke-53 ini rencananya akan digelar selama beberapa hari dan melibatkan 2.800 orang siswa-siswi tingkat SMP dan SMA yang berasal dari tujuh Kecamatan yang ada di Tangerang Selatan.

Suhara mengatakan Perda ini dibuat bukan untuk menakut-nakuti kaum perokok. Tetapi berupaya semaksimal mungkin agar semakin banyak orang yang paham terkait kawasan tanpa rokok di wilayah Tangerang Selatan.

"Perda ini bukan untuk menakut-nakuti, tujuan perda ini agar semakin banyak orang paham terkait Kawasan Tanpa Rokok, sehingga bisa diupayakan senihil mungkin (perokok aktif) walaupun tetap tidak sampai zero, karena itu hak orang lain juga," katanya. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dalam pemaparannya dihadapan ratusan siswa mengatakan, berdasarkan data saat ini terdapat 34,7% prevelensi penduduk yang merupakan perokok. Enam dari sepuluh siswa telah terpapar rokok dari orang lain di rumahnya sendiri.

"Anak muda apabila terpapar rokok akan berdampak buruk bagi prestasi akademik dan lainnya. Oleh karena itu, pada penerapannya perda ini perlu didukung berbagai pihak" terangnya.

Benyamin pun meminta agar para siswa-siswi bisa menjauhi diri dari  rokok, karena rokok bisa menjadi pintu masuk ke barang-barang negatif lain seperti narkoba, alkohol dan sejenisnya.

Kota Tangsel pada akhir 2016 lalu telah mensahkan Perda No 4 Tahun 2016 terkait Kawasan Tanpa Rokok. Salah satu pasalnya menyebutkan bila ada masyarakat yang kedapatan merokok di kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan tanpa asap rokok bisa dikenakan ancaman pidana selama 3 bulan atau denda sebanyak 2,5 juta rupiah.

Selain itu, alam aturan tersebut disebutkan jika ada 8 tempat yang dikategorikan sebagai kawasan tanpa rokok seperti fasilitas layanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum.