Serpong > Laporan Utama

Pemkab Tangerang Wacanakan Bus Sekolah Gratis

Jumat, 13 Oktober 2017 14:42 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ade Indra Kusuma

Bus sekolah gratis
Ilustrasi: Bus sekolah gratis. (Foto: poskotanews.com)
Foto : istimewa

Share this








Untuk mengurangi jumlah sepeda motor yang digunakan para pelajar, DPRD Kabupaten Tangerang pun mewacanakan agar Pemkab Tangerang menyediakan bus sekolah.

TANGERANG – Maraknya pelajar yang menggunakan sepeda motor berkontribusi pada kemacetan lalu lintas pada jam-jam tertentu. Untuk itu, DPRD Kabupaten Tangerang pun mewacanakan agar Pemkab Tangerang menyediakan bus sekolah gratis.

Wacana tersebut setidaknya dituangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Perhubungan di Kabupaten Tangerang, yang saat ini tengah dibahas di DPRD Kabupaten Tangerang.

Ahyani, anggota DPRD Kabupaten Tangerang menilai sarana transportasi umum di Kabupaten Tangerang  masih belum ramah terhadap pelajar, baik dalam penetapan tarif maupun kenyamanan.

"Raperda ini mengatur soal tonase, peremajaan kendaraan umum, pengaturan transportasi online, dan penyediaan transportasi untuk anak sekolah, car free day, pintu palang kereta api," ujarnya, Jumat (13/10/2017).

Penyediaan transportasi untuk anak sekolah, ditekan Ahyani yang juga Ketua Panitia Khusus Raperda tersebut dinilai penting, karena masih ada sekolah di Kabupaten Tangerang yang tidak dilalui oleh trayek angkutan umum.

"Dampaknya meski biaya sekolah sudah digratiskan, namun orang tua siswa masih harus mengeluarkan biaya tinggi untuk ongkos," tambahnya.

Ketiadaan trayek tersebut juga akhirnya memicu siswa membawa kendaraan pribadi seperti sepeda motor, padahal jika mengacu pada regulasi lalu lintas, anak di bawah umur dilarang mengendarai sepeda motor karena belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).

"Target dari penyediaan bus sekolah juga untuk mengurangi kemacetan," imbuh Ahyani.

Ahyani mencontohkan beberapa daerah yang sudah merealisasikan kebijakan ini, salah satunya adalah Kota Surabaya.

"Pengadaannya bertahap saja, dan diprioritaskan dijalur sekolah yang tidak ada trayek angkotnya, di Surabaya saja baru menyediakan lima bus sekolah," ucap Ahyani.