Serpong > Laporan Utama

Nyaris Roboh, Pagar Alun-alun Kota Tangerang Bahayakan Pejalan Kaki

Jumat, 10 November 2017 14:44 WIB
Editor : Galih Pratama | Reporter : Handrian

Kondisi pagar Alun-alun Kota Tangerang yang nyaris roboh.
Kondisi pagar Alun-alun Kota Tangerang yang nyaris roboh.
Foto : Handrian

Share this








Sudah satu tahun lebih, kondisi pagar Alun-alun Kota Tangerang dibiarkan nyaris roboh. Kondisi ini sangat membahayakan para pejalan kaki.

TANGERANG - Keberadaan Alun-alun Kota Tangerang di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tangerang, nampaknya tak lagi menjadi daya tarik bagi masyarakat. Kondisi fasilitas yang ada pun kini telah terabaikan. Terlihat dari pagar yang dibiarkan miring hingga nyaris roboh.

Tak ada pemeliharaan yang serius dari dinas terkait, membuat alun-alun yang sejatinya sebagai tempat yang nyaman bagi masyarakat, kini tak lagi ramah lingkungan. Terlebih, keselamatan para pejalan kaki terancam dengan kondisi pagar yang sangat memprihatinkan.

Seperti yang dikatakan oleh warga sekitar, Angger. Menurutnya, Alun-alun Kota Tangerang sudah tidak lagi diminatinya untuk menghabisi waktu senggangnya.

"Iya sekarang alun-alun sudah tidak ramai seperti dulu. Acara juga sudah jarang banget diadain di sini. Tapi masih ada juga sih yang lari pagi kalau hari minggu," ujarnya, Jumat (10/11/2017).

Selain itu, pagar terbuat dari tembok dan besi yang  berada di sebelah kiri dari pintu utama alun-alun itu, diakuinya sangat memprihatinkan dan membahayakan.

"Cepat atau lambat pasti roboh. Bisa menimpa pejalan kaki, karena miringnya ke arah trotoar," ungkapnya.

Sehingga ia pun berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang agar Alun-alun Kota Tangerang, dapat diperhatikan kembali.

"Jangan hanya buat taman-taman baru. Tapi taman yang lama tidak diurus," ucap warga Kelurahan Sukarasa itu.

Sementara salah seorang petugas keamanan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tangerang, Wawan menyebutkan, kondisi pagar yang berada bersebelahan dengan kantornya itu telah setahun lebih dibiarkan.

"Pagar itu hampir ambruk, waktu dulu ada pohon tumbang terkena pagar. Sampai sekarang cuma dikasih besi tambahan saja," katanya.