Serpong > Laporan Utama

Masalah Gizi Buruk Masih Melanda Tangsel

Rabu, 14 Maret 2018 15:16 WIB
Editor : Galih Pratama | Reporter : Alfriani Anisma Wibowo

Ilustrasi gizi buruk
Foto : istimewa

Share this








Selama Januari 2018, sebanyak 59 anak menderita gizi buruk di Tangsel. Kini masalah gizi buruk jadi perhatian Pemerintah Kota Tangsel.

TANGSEL - Selama bulan Januari 2018 tercatat ada 59 anak usia satu sampai 59 bulan yang menderita gizi buruk di Tangerang Selatan (Tangsel). Mereka berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah yang tersebar dari berbagai Kecamatan, seperti Pamulang, Serpong, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, Setu, dan Serpong Utara.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Tangsel Iin Sofiyawati mengatakan, dari 59 anak yang mengalami gizi buruk, sudah 26 anak lulus setelah diintervensi dengan pendampingan, sehingga menurun jadi 33 anak.

“Intervensi yang dilakukan berupa pendampingan dan kunjungan rumah oleh petugas kesehatan Puskesmas. Kunjungan itu dilakukan satu kali dalam seminggu,” ujarnya, Rabu (14/3/2018).

“Anak ditimbang dan diperiksa, dilihat tumbuh kembangnya sampai kembali dalam kondisi normal. Ini dilakukan untuk memastikan tumbuh kembang anak kembali normal setelah proses pemulihan yang dilakukan,” tambahnya.

Menurut Iin, persoalan gizi buruk di Tangsel menjadi perhatian serius Pemkot Tangsel, seiring gencarnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang terus digalakkan pemerintah kota Tangsel.

Dibanding kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten, Tangsel dianggap paling sedikit kasus gizi buruknya. "Kami masih lebih baik dalam bidang kesehatan masyarakat, di banding kota kabupaten lain di Provinsi Banten," katanya.