Rabu, 14 Maret 2018 11:05:00
Editor : Galih Pratama | Reporter : Ade Indra Kusuma
Ketua Komisi Yudisial: PN Tangerang Sudah Lama Dimata-matai KPK
Ketua Komisi Yudisial (KY) Aidul Fitriciada Azhari saat dimintai keterangan oleh awak media terkait OTT KPK di PN Tangerang.
Foto : Ade Indra Kusuma
 

TANGERANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tujuh orang, baik di jajaran Pengadilan Negeri Tangerang maupun pihak swasta terkait dugaan kasus perdata.

Hakim yang mengalami kasus tersebut yakni Widya Nurfitri dan Panitera Pengganti, yaitu Tuti Atika turut dicokok KPK pada Senin (12/3/2018) malam.

Setelah kejadian tersebut, Ketua Komisi Yudisial (KY) Aidul Fitriciada Azhari langsung menyambangi PN Tangerang pada Selasa (13/3/2018). Ia mengungkapkan PN Tangerang menjadi target operasi, baik itu dari KPK, KY dan Mahkamah Agung (MA).

"Ada informasi di sini (PN Tangerang) salah satu target. Sudah lama dimata - matai untuk pengawasan hakim," ujar Aidul saat dijumpai di PN Tangerang, Selasa (13/3/2018).

Ia menyatakan jika yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran akan diganjar sanksi tegas. Terlebih dalam kasus suap terhadap perkara yang ditangani.

"Diberhentikan dengan tidak hormat. Sudah banyak Hakim yang diberhentikan karena suap," ucapnya.

Dirinya berharap agar para hakim menghindari praktik suap. Sebab dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan pastinya merusal institusi peradilan.

"Hukum menjadi rusak karena suap. Jadi harus dari awal mereka menyadari ketika mengadili perkara bukan urusan besar atau kecil. Tapi para Hakim harus bisa memahami tidak boleh bertemu dengan sejumlah pihak atau menerima tamu dari orang - orang terkait kasus yang sedang ditanganinya," kata Aidul.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda