Kegiatan Belajar Mengajar di SMPN 19 Kota Tangsel Belum Optimal
Serpong > Laporan Utama

Kegiatan Belajar Mengajar di SMPN 19 Kota Tangsel Belum Optimal

Senin, 09 Januari 2017 14:39 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Handrian

SMPN 19 Kota Tangerang Selatan
SMPN 19 Kota Tangerang Selatan

Share this





Masih banyak murid SMPN 19 Kota Tangsel yang merasa tidak nyaman dengan suasana dan jam belajar yang diterapkan pihak sekolah.

TANGSEL – Kegiatan belajar mengajar di SMPN 19 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sempat terhenti karena peristiwa longsor proyek turap pada Rabu (4/1/2017). Kini, kegiatan tersebut kembali berlangsung meski belum optimal.

Masih banyak murid yang merasa tidak nyaman. Sebab, pihak sekolah sengaja membagi 2 sesi jam belajar, pagi dan siang.

“Ruang kelasnya lagi diperbaiki, jadi besok masuk siang. Padahal enakan pagi. Kalo siang ngantuk panas juga," ujar Alexander Jerico, murid kelas VII usai pulang sekolah.

Rico berharap, proses renovasi kelas dapat berlangsung cepat. Sehingga, jam belajar dapat kembali normal.

"Pengennya cepet selesai dibenerin turap sama kelasnya. Biar ga longsor lagi, bisa sekolah pagi lagi," harapnya.

Diketahui sebelumnya, longsor terjadi di Jalan Kencana Loka RT07/03, Ciater Serpong, Rabu (4/1/2017). Sebanyak 5 ruangan gedung SMP Negeri 19 Kota Tangsel rusak parah diterjang longsor proyek turap yang sedang tahap penyelesaian oleh CV Inovasi Jaya selaku kontraktor.

 

 

 







Serpong > Laporan Utama

Polres Tangsel Sambut Baik Kedatangan Penjual Cobek

Kamis, 19 Januari 2017 16:22 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Tajudin penjual cobek
Tajudin penjual cobek

Share this





Polres Tangsel menyambut baik kedatangan Tajudin, penjual cobek di dampingi pengacaranya.

TANGSEL- Kedatangan penjual cobek, Tajudin (41) bersama kuasa hukumnya dari LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie ke Polres Tangerang (Tangsel), Kamis (19/1/2017), disambut baik pihak Porles Tangsel. Tajudin mendatangi Polres Tangsel untuk mengkonfirmasi beberapa barangnya yang sempat disita polisi.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho mengatakan barang-barang Tajudin seperti STNK, 2 buah SIM, KTP, dompet, dan handphone miliknya masih diamankannya. "Masih kami amankan, barang itu utuh. Silahkan kalau mau diambil, akan kami buatkan tanda terima," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (19/1/2017).

Alexander mengatakan barang-barang itu diamankan sampai tahap kedua atau penyerahan berkas, barang bukti dan tersangka ke penuntut umum. Setelah tersangka dilimpahkan ke kejaksaan, tidak ada pihak keluarga yang mengambilnya sehingga barang-barang tersebut tetap tersimpan di Polres Tangsel.

Sebelumnya, penjual cobek miskin, Tajudin dipenjara 9 bulan setelah dituduh mengeksploitasi anak lantaran megajak anaknya, Cepi (14) dan Dendi, yang masih usia sekolah ikut membantunya menjual cobek di sekitar Jalan Raya Perum Graha Bintaro, Kota Tangerang Selatan. Namun majelis hakim membebaskan Tajudin.

 







Serpong > Laporan Utama

Tukang Cobek Datangi Polres Tangsel

Kamis, 19 Januari 2017 16:10 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Tajudin bersama pengacaranya di Polres Tangsel
Tajudin bersama pengacaranya di Polres Tangsel

Share this





Tukang cobek yang bebas dari tuduhan eksploitasi anak datangi Polres Tangsel untuk menanyakan barang-barangnya yang sempat disita polisi.

TANGSEL- Tajudin (41) bersama kuasa hukumnya dari LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie sambangi Mapolres Tangerang (Tangsel), Kamis (19/1/2017). Mereka ingin mengkonfirmasi keberadaan barangnya disita polisi.

Tajudin ditahan 9 bulan setelah dituduh mengeksploitasi ana. Ia dituding eksploitasi anak karena mengajak kedua anaknya Cepi dan Deni yang masih usia sekolah menjual cobek di Jalan Raya Perum Graha Bintaro, Kota Tangerang Selatan.

Kasus itu kemudian masuk ke Pngadilan Negeri Tangerang. Majelis hakim memutus Tajudin bebas dari tuduhan eksploitasi anak. Hakim juga memerintahkan barang Tajudin yang sempat disita agar dikembalikan.

Pengacara Tajudin, Abdul Hamim mengatakan kliennya mendatangi Polres Tangsel untuk menanyakan STNK, SIM, KTP dompet dan handphone yang sempat disita polisi. “Klien kami tidak tahu keberadaan barang tersebut setelah ditangkap polisi,” katanya.

 

 

 







Serpong > Laporan Utama

Pemkot Tangsel Akan Berikan Dana Hibah untuk BNN

Kamis, 19 Januari 2017 10:20 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Kantor BNN Tangsel
Kantor BNN Tangsel

Share this





Pemkot Tangsel akan berikan bantuan dana hibah untuk pembangunan kantor BNN di Kecamatan Setu.

 

TANGSEL- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) akan memberikan dana hibah untuk Badan Narkotika Nasional (BNN). Dana bantuan itu dialokasikan utnuk pembangunan kantor baru BNN.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan kantor BNN yang berdiri di atas lahan seluar 1.500 meter di Kecamatan Setu sudah tidak layak lagi. “Kantor BNN akan dibangun berbentuk vertikal,” ujarnya, Kamis (18/1/2017).

Benyamin mengatakan, dengan adanya kantor baru, BNN akan lebih maksimal memberantas Narkoba. "Penyalahgunaan Narkoba di wilayah Tangsel masih tinggi. Banyak penggunanya dari kalangan remaja atau pelajar,” katanya.

 

 

 







Serpong > Laporan Utama

Wakil Walikota Minta PNS Tangsel Tes Urin

Rabu, 18 Januari 2017 17:28 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie bersama Ketua BNN Tangsel Heri Istu Hariono
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie bersama Ketua BNN Tangsel Heri Istu Hariono

Share this





ebagai bentuk perang penyalahgunaan narkotika, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie minta PNS tes urine.

TANGSEL – Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie minta Pegawai Negeri Sipil (PNS) melakukan tes urin. Hal itu sebagai upaya memerangi penyalahgunaan narkotika di kalangan aparat pemerintah.

Benyamin mengungkapkan hal itu saat menghadiri pemusnahan barang bukti sabu-sabu di Kantor BNN Tangsel, Rabu (18/1/2017). “Demi memerangi Narkoba, kami akan lakukan tes urin secara dadakan,” tuturnya.  

Ia menambahkan sebagai bentuk upaya pencegahan penggunaan Narkoba, Pemkot Tangsel dan BNN akan menggelar sosialisasi ke berbagai kelompok masyarakat tentang bahaya Narkoba. “Kami akan melibatkan pemuka agama agar setiap ceramah menyampaikan bahaya Narkoba,” ujarnya.

Sebelumnya, BNN Kota Tangsel memusnahkan sabu-sabu seberat 54,555 gram. Barang bukti itu disita dari 3 mahasiswa yang menjadi pengedar di kampusnya.

 







Serpong > Laporan Utama

BNN Tangsel Musnahkan Sabu-sabu Pakai Blender

Rabu, 18 Januari 2017 15:13 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Pemusnahan barang bukti sabu-sabu
Pemusnahan barang bukti sabu-sabu

Share this





BNN Tangsel musnahkan sabu-sabu seberat 54,555 gram pakai blender dicampur garam.

TANGSEL- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memusnahkan sabu-sabu seberat 54,555 gram menggunakan blender dicampur garam. Barang bukti senilai Rp 75 juta itu hasil pengungkapan kasus pada akhir 2016.

Kepala BNN Kota Tangsel Heri Istu Hariono menyebutkan puluhan gram barang haram tersebut didapat dari 3 pelaku AB (21), MTJ (25) dan KF (21) di kawasan Komplek Karang Tengah, Ciledug Tangerang jelang perayaan pergantian tahun 2016. "Barang bukti kami temukan di lipatan uang dan struk perbelanjaan yang berada di dalam tas ranselnya," ujarnya di Kantor BNN Kota Tangsel, Rabu (18/1/2017).

Ia menambahkan 3 tersangka akan dijerat hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. 

 







Serpong > Laporan Utama

DPA Terlambat Disusun, PNS Tangsel Telat Terima Gaji

Jumat, 13 Januari 2017 19:23 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie

Share this





Akibat DPA terlambat disusun, ribuan PNS dan TKS Tangsel telat terima gaji.

TANGSEL – Hingga pekan kedua Januari, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Tangerang Selatan (Tangsel) telat terima gaji. Hal itu disebabkan  Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) terlambat disusun.

Demikian diungkapkan Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie. “Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga kini belum menyelesaikan laporan DPA, sehingga gaji mereka telat,” ujarnya, Jumat (13/1/2016).

Benyamin menegaskan apabila penyusunan DPA selesai dan tidak ada lagi masalah administratif, maka gaji PNS dan TKS secepatnya dicairkan. “Kami pasti mencairkan gaji pegawai sepanjang DPA sudah beres,” tuturnya.

Benyamin mengakui keterlambatan penyusunan DPA tak lepas dari perubahan Organisasi Perangkat Daerah sesuai UU Pemerintah Daerah. Perubahan itu menjadikan struktur organisasi pemerintahan jadi lebih ramping.

 







Serpong > Laporan Utama

Kabid BPBD Tangsel Bikin Onar Terancam Kena Sanksi

Kamis, 12 Januari 2017 18:37 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Pemkot Tangsel
Pemkot Tangsel

Share this





Kabid BPBD Tangsel Kemal Mustapa terancam kena sanksi karena bikin onar usai pelantikan pejabat.

TANGSEL- Kepala Bidang BPBD Tangsel Kemal Mustapa yang bikin onar usai pelantikan pejabat terancam dikenakan sanksi. Kemal akan dipanggil oleh  Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Rencana pemanggilan Kemal diungkapkan Kepala BKPP Tangsel Apendi. Ia mengatakan proses pemanggilan tersebut menyusul prilaku tak terpuji Mustapa, yang membuat onar usai pelantikan pejabat eselon III di Gedung Balaikota Tangsel.

“Sanksi akan diberikan setelah kita panggil dan memintai keterangan apa motif dia melakukan tindakan memalukan seperti itu. Kalau ada unsur kesengajaan, kami akan berikan sanksi tegas," ujar Apendi saat dihubungi, Kamis (12/1/2017).

Sebelumnya, Kemal berbuat onar usai pelantikan pejabat Tangsel, Selasa (10/1/2017). Peristiwa itu disaksikan oleh Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Diduga, Kemal tak terima hasil rotasi pejabat karena ia tak naik jabatan.

 







Serpong > Laporan Utama

Pemkot Tangsel Lantik 160 Pejabat Eleson 3

Rabu, 11 Januari 2017 14:32 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Pelantikan
Pelantikan

Share this





Sebagai konsekuensi perubahan OPD, Pemkot Tangsel lantik 160 pejabat eselon 3.

TANGSEL- Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melantik pejabat eselon 3 sebanyak 160 orang, Selasa (10/1/2017). Pelantikan ini tergolong banyak sehingga Pemkot Tangsel perlu menyiapkan berbagai hal dalam waktu 1 bulan.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengakui persiapan pelantikan membutuhkan waktu lama. Pasalnya, pejabat yang dilantik berjumlah ratusan. “Tidak mudah melakukan kajian satu per satu,” ujarnya usai pelantikan di Balaikota Tangsel.

Ia mengungkapkan, setelah melantik pejabat eselon 3, Pemkot Tangsel akan melantik pejabat eselon 4 yang jumlahnya diperkirakan 500 orang. “Kira-kira pekan ini kami lantik pejabat eselon 4 di Balaikota Maruga,” tuturnya.

Benyamin menegaskan pelantikan besar-besaran itu sebagai konsekuensi perubahan struktur organisasi pemerintah daerah (OPD). “Kami berharap struktur baru menambah profesionalisme sekaligus meningkatkan pelayanan,” katanya.

Ada pun pejabat yang diganti atau bertukar posisi antara lain Dirut RSU Tangsel drg Maya Mardiana menjadi Sekdis Sosial. Dirut RSU dijabat oleh Suhara sebelumnya menjabat sebagai Puskemas Serpong. Pejabat lainnya, Taryono, sebelumnya Sekdis Dishubkominfo menjadi Sekdis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

 







Serpong > Laporan Utama

PNS Tangsel Telat Gajian

Rabu, 11 Januari 2017 13:55 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Pelantikan Kepala SKPD Tangsel
Pelantikan Kepala SKPD Tangsel

Share this





Akibat perombakan Organisasi Perangkat Daerah, PNS Tangsel telat gajian.

TANGSEL- Ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telat menerima gaji bulan Januari 2017. Keterlambatan itu akibat adanya perombakan Organisasi Perangkat Daerah.

Kepala Bidang Perbendaharaan Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tangsel Yuyus Jamalus membenarkan adanya keterlambatan gaji PNS dan TKS di lingkup Pemerintah Kota Tangsel. "Kami semua PNS, TKS sampai pada walikota hingga DPRD sementara ini belum terima gaji. Puasa sementara dulu," ujarnya saat dihububgi, Selasa (10/1/2017).

Ia mengatakan gaji PNS Pemkot Tangsel biasanya diterima pada awal bulan, sedangkan honorer TKS sudah dialokasikan pada masing-masing SKPD terkait. “Syarat distribusi gaji selain melampirkan SK harus ada bendahara di tingkat SKPD kemudian pengurusan rekening bank. Paling lama proses pengurusan sampai gaji cair selama 14 hari kerja," paparnya.

Dari perhitunganya, apabila jajaran staf dilantik pada awal pekan, baru sekitar t20 Januari gaji apat dicairkan. Namun apabila pelantikan diundur akan berdampak pada kepastian pencairan gaji. "Andai eselon tiga dan empat dilantik pada Senin (9/1), maka gaji dapat dicairkapan 22 Januari. Namun apabila pelantikan mundur otomatis akan berpengaruh," katanya.

 







Serpong > Laporan Utama

Pura-pura Jadi Pilot Pria Ini Tipu Korbannya

Senin, 09 Januari 2017 11:48 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Handrian

 Rido (28) pilot gadungan dibekuk Polres Tangsel.
Rido (28) pilot gadungan dibekuk Polres Tangsel.

Share this





Dalam akun sosial media sosialnya pemuda tersebut kerap mengumbar foto mengenakan seragam pilot di dalam ruang kendali pesawat.

TANGSEL – Setelah melakukan pengembangangan kasus pencurian Iphone 6 di sebuah toko handphone Super Mal Karawaci yang dilakukan oleh Rido (28) pekan lalu, Kepolisian Resort (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan bahwa pemuda tersebut juga seorang penipu.

Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan menyebutkan, selain melakukan pencurian pemuda bergaya parlente tersebut juga kerap melakukan aksi penipuan dengan modus berpura-pura mengaku sebagai seorang pilot maskapai Garuda.

“Setelah melakukan penyelidikan di situs infopenerbang.com , pelaku diketahui juga sering menipu sejumlah awak kabin pesawat, terutama kaum perempuan,” ujarnya di Polsek Kelapa Dua Tangsel, Minggu (8/1/2017).

Dalam akun sosial media sosialnya pemuda tersebut kerap mengumbar foto mengenakan seragam pilot di dalam ruang kendali pesawat. Rido juga mengaku pernah menebangkan pesawat dengan rute Jakarta menuju Banjarmasin.

 “Pelaku mengaku membuat foto berseragam itu di wahana simulator pesawat Boeing 727-800 di Mall Gandaria City Jakarta, dengan membayar Rp1,5 juta,” katanya.

Ayi pun mengimbau jika ada masyarakat yang merasa tertipu oleh pelaku, silahkan melaporkan kepada pihak kepolisian. “Silahkan saja datang ke Polsek Kelapa Dua jika ada merasa menjadi korban penipuan,” imbuhnya.