Serpong > Laporan Utama

Ini Penyebab Gas 3 Kg dan 12 Kg Langka di Kota Tangerang

Jumat, 12 Januari 2018 14:25 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ade Indra Kusuma

Penggerebekan gudang pengoplos gas di kota tangerang
Ribuan tabung gas 3 kg dan 12 kg disita Bareskrim Mabes Polri dalam penggerebekan gudang pengoplos gas di Kavling DPR Blok C, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Foto : Ade Indra Kusuma

Share this








Ribuan tabung gas 3 kg dan 12 kg disita Bareskrim Polri dalam penggerebek gudang pengoplosan tabung gas di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

TANGERANG - Terungkap sudah terjadinya kelangkaan gas melon di wilayah Jabodetabek. Pada Jumat (12/1/2018), Bareskrim Mabes Polri penggerebekan gudang pengoplos ribuan tabung gas di Kavling DPR Blok C, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menggelar langsung hasil penggerebekan ini. "Kemarin baru saja kami lakukan penyergapan. Ini yang menyebabkan tabung gas tiga kilo langka di pasaran," ujar Setyo saat ditemui di lokasi penggerebekan, Jumat (12/1/2018).

Hasil penggerebekan itu, polisi mengamankan seorang berinisial F yang diduga menjadi penanggung jawab di gudang pengoplosan gas tersebut.
"Total ada 4.200 gas melon, 3.600 tabung gas 12 kg, dan 110 tabung gas 50 kg, dan barang bukti yang kami amankan di gudang ini," ucapnya.

Setyo menjelaskan dalam menjalankan bisnis gelap tersebut, pelaku membeli ribuan gas melon yang dijual di pasaran. Kemudian gas melon tersebut dioplos ke tabung gas 12 kg.

"Harga tabung 12 kg itu dijual murah ke masyarakat. Keuntungan satu tabungnya berkisar Rp 40.000. Mereka mendistribusikan ke Jabodetabek. Meski dijual murah, tapi ini sangat bahaya untuk masyarakat. Mudah meledak," kata Setyo.

Pengamatan infonitas.com di lokasi, gudang tersebut memang berada di tempat terpencil. Berada di kawasan persawahan dan rawa-rawa. Suasananya pun tampak sepi sehingga tidak mudah dikenali dan diketahui. Bahkan di dinding gudang ini tertulis area no smoking mudah meledak.