Serpong > Laporan Utama

Ini Hasil Kajian Kondisi Lahan Kampung Sengkol Tangsel

Sabtu, 13 Mei 2017 17:24 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Handrian

Suasana Kampung Sengkol, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu Pasca Bencana.
Suasana Kampung Sengkol, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu Pasca Bencana.
Foto : Handrian

Share this








Masifnya kegiatan penambangan di Kampung Sengkol sudah terjadi mulai tahun 1980 silam.

TANGSEL – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan (Tangsel) Charudin menyebutkan, hasil riset sementara lahan di Kampung Sengkol RT004/02, Kelurahan Muncul‎, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menunjukan adanya kegiatan eksplorasi tanah atau soil yang sangat masif.

"Kampung Sengkol yang beberapa hari lalu mengalami bencana pergeseran tanah hingga longsor, memiliki lereng bagian atas dengankemiringan 46- 55 derajat dengan ketinggian lereng 11 – 12 meter," ujar Chaerudin saat dikonfirmasi, Sabtu (13/5/2017).

Chaerudin pun mengakui, warga sekitar telah mengetahui tebing terbentuk karena pemotongan lereng. Masifnya kegiatan penambangan di Kampung Sengkol sudah terjadi mulai tahun 1980 silam. "Sekarang ini puluhan rumah yang berada di bawah dan pinggir lereng yang curam‎ juga terancam kena longsoran," ungkapnya.

Dari hasil kajian sementara peneliti dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen-ESDM), kata Chaerudin, menunjukan lereng bagian bawah memiliki kemiringan 35,5 derajat. Sedangkan ketinggiannya mencapai 4 meter.

"Faktor gerakan tanah dan banjir bandang di Kampung Sengkol itu akibat beberapa penyebab. Gerakan tanah diperkirakan karena guyuran curah hujan yang tinggi dengan durasi yang cukup lama," paparnya.

Peneliti juga melihat topografi di Kampung Sengkol sudah sangat membahayakan 54 rumah warga yang tinggal di bagian bawah tebing. Analisa gejala dari adanya mata air. Ditambah lagi akibat beban dari pemukiman di bagian atas lereng.

"Sumur pompa air, septic-tank dan saluran air atau drainase yang ada di pemukiman atas tebing berpotensi membuat kontur tanah terus bergerak," katanya.

Diketahui, hujan mengguyur pada Kamis (11/5/2017), mengakibatkan lima unit rumah rusak parah. Puluhan rumah lainnya yang berada persis di bawah tebing pun terancam diterjang longsor. Kemiringan lereng sangat curam, mencapai 35,5 - 55 derajat.