Serpong > Laporan Utama

Nasib Transportasi Tua

Hanya Tersisa 2 Becak di Taman Mangu Indah Tangsel

Rabu, 12 April 2017 13:30 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Handrian

Becak yang tersisa di perumahan Taman Mangu Indah, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.
Becak yang tersisa di perumahan Taman Mangu Indah, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.
Foto : Handrian

Share this








Kebanyakan tukang becak di sini telah beralih profesi. Tak sedikit dari mereka yang menjual becak untuk modal usaha.

TANGSEL – Pangkalan becak di Perumahan Taman Mangu Indah, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak seramai dulu. Bahkan kini, hanya nampak dua becak yang terparkir di pintu masuk perumahan.

Tergerusnya eksistensi becak di tempat ini disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah mudahnya sayarat kredit motor sehingga setiap orang memiliki kendaraan pribadi. Faktor lain yaitu berkembangnya moda transportasi yang lebih modern dari becak.

Hal tersebut diungkapkan Iskak (48), salah satu dari dua tukang becak yang tersisa di Perumahan Taman Mangu Indah. "Sekarang sudah gampang ngambil motor. DP murah, jadi warga banyak yang sudah punya motor,” ucapnya kepada Infonitas.com, Rabu (1242017).

Karena sepinya peminat, lanjut Iskak, sebagian tukang becak di perumahan tersebut beralih profesi. Baik itu menjadi tukang bangunan ataupun sejenisnya. Tidak sedikit juga yang menjual becaknya untuk membuka usaha.

"Ada yang jual ketoprak, ada yang beli motor buat ngojek, ada yang dijadikan odong-odong, ada juga yang dikiloin becaknya terus pulang kampung," beber tukang becak asal Tegal itu.

Baca Juga : Pelaku Begal di Cipondoh Dibekuk, Satu Ditembak

Berbagai hal di atas membuat becak yang beroperasi di kawasan Perumahan Taman Mangu Indah terus berkurang. Dari awalnya 25 becak, kini tersisa dua. Kedua becak tersebut adalah milik Iskak dan temannya, Paing (42).  

“Saya dari 2007 di sini. Waktu itu ada sekitar 25 becak. Mulai 2009, kondisi semakin sulit sehingga jumlahnya terus berkurang sampai sekarang,” kenang Iskak.

Paing yang saat diwawancara ada di bersama Iskak pun mengaku bahwa penumpang sudah semakin sepi. Makanya selain narik becak, ia menjalani pekerjaan sampingan sebagai ukang potong rumput.

"Saja juga kerja sebagai tukang rumput di rumah warga yang tidak ditinggalin penghuninya. Lumayan tambahan sebulan Rp.200.000," ucap pria yang tinggal di sebuah kontrakan di dekat kawasan Perumahan Taman Mangu Indah.

“Kalau cuma mengandalkan becak tidak cukup untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Paling juga Cuma empat penumpang sehari. Tarifnya juga tergantung jarak, mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 12.000. Jadi bisa keitung lah," katanya.

 

Berita Terkait