Serpong > Laporan Utama

Bayi Asal Ciputat Tangsel Diduga Jadi Korban Malpraktek

Rabu, 15 Maret 2017 15:48 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Handrian

Ilustrasi perawatan bayi.
Foto : istimewa

Share this





Setelah berobat, penyakit yang diderita bayi 11 bulan ini semakin tak karuan. Keluarga menduga bayi tersebut jadi korban malpraktek.

TANGSEL – Malang menimpa Kenzo Abrisam Reynard. Balita 11 bulan ini terlihat merintih menahan sakit invaginasi usus yang dideritanya. Parahnya, sakit yang diderita Kenzo tak kunjung sembuh meski beragam upaya pengobatan hingga operasi sudah dilakukan.

Gagalnya beragam upaya pengobatan ini menimbulkan kecurigaan pada diri Arief Firmansyah, ayah Kenzo. Ia menduga, buah hatinya jadi korban malpraktek. Dugaan tersebut muncul karena upaya pengobatan yang dilakukan tidak hanya gagal membuahkan hasil. Tapi juga membuat penyakit Kenzo terlihat semakin tak karuan.

 "Apa karena berobat pake BPJS (Kesehatan) ya anak saya jadi begini?" tanya keluh Arief saat ditemui Infonitas.com di rumahnya, Jalan Asem RT‎ 03/08, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (15/3/2017).

Arief bercerita, upaya pengobatan terhadap Kenzo dimulai sejak 18 November 2016. Saat itu, pertama kali ia mengetahui anaknya mengidap invaginasi usus setelah berobat ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel.

Sadar tidak bisa memberi perawatan yang sesuai karena keterbatasan alat dan fasilitas kesehatan, RSU Tangsel merujuk Kenzo ke Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Raden Said Sukanto (RS Polri), di Kramat Jati, Jakarta Timur. Di rumah sakit ini, Kenzo menjalani perawatan di Ruang ICU B.

"Pada tanggal 22 November 2016, Kenzo dioperasi perdana untuk ususnya. Operasi ini dilakukan oleh dokter Datok Simon, spesialis bedah anak di RS Polri," terang Arief.

Setelah menjalani operasi, lanjut Arief, Kenzo dirawat di Ruang ICU Anak selama sepekan. Saat itu, kondisi kenzo terlihat membaik. Bayi laki-laki itupun di pindah ke ruang rawat inap kelas 2 di Ruang Anggrek, RS Polri.

Baca Juga : Kenali Penyakit Binge Eating Disoder

Empat hari kemudian, jahitan pasca operasi di perut Kenzo jebol selebar empat centimeter. Pihak rumah sakit pun kembali melakukan operasi untuk menjahit bagian perut yang jebol tersebut.

"Jadi, operasi yang kedua itu hanya bertahan seminggu. Setelah itu perut Kenzo jebol lagi. Makin lebar ke bagian kiri dan tengah di bawah puser,” imbuh Arief.

Operasi pun kembali di lakukan. Tapi, perut Kenzo kembali jebol. Total sudah lima kali operasi yang dilakukan tim dokter RS Polri terhadap Kenzo.

Terkait penyakit Kenzo yang tak kunjung sembuh, bahkan makin tak karuan, pihak manajemen rumah sakit pun berjanji untuk bertanggung jawab dengan melakukan operasi keenam. Tapi, sampai sekarang janji tersebut belum terwujud.

‎"Mereka pernah janji tanggung jawab dengan operasi keenam. Saya ingin kali ini RS POLRI benar-benar bertanggung jawab. Sebab selama ini, sepertinya tidak ada tindakan yang signifikan terhadap anak saya," tegasnya.

Guna mengetahui jawaban atas dugaan malpraktek ini, Infonitas.com coba mengonfirmasi pihak RS Polri. Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan dari rumah sakit tersebut. 

Hunian Mewah Siap Huni

dibaca 360 kali