Serpong > Laporan Utama

Akses Jalan Ditutup, Warga Sukajadi Tangerang Terkurung

Kamis, 19 April 2018 11:11 WIB
Editor : Galih Pratama | Reporter : Ade Indra Kusuma

Kondisi jalan warga Sukajadi Tangerang yang ditutup akibat sengketa tanah.
Kondisi jalan warga Sukajadi Tangerang yang ditutup akibat sengketa tanah.
Foto : istimewa

Share this








Akibat sengketa tanah, warga Sukajadi Tangerang kesulitan untuk beraktivitas. Salah satu warga yang bersengketa, menutup akses jalan mereka.

TANGERANG - Sekitar 58 Kepala Keluarga di Gang Tunas III, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang sejak awal tahun terkurung.

Mereka tidak memiliki akses dengan bebas untuk menggunakan jalan lantaran pintu masuk maupun keluar dari wilayah tempat tinggal mereka ditutup oleh salah satu warga.

Saat memasuki Gang Tunas III, terdapat pagar besi bercat hijau. Ketika ingin memasuki gang tersebut, harus melewati izin dari petugas penjaga pintu terlebih dahulu. Di mana di sebelah saung terdapat tulisan tanah milik Hertati Suliarta.

Ketua RT 04 Sukajadi, Muharayah mengatakan sebelumnya pintu tersebut dipagar dan ditembok. Akan tetapi dihancurkan oleh sebagian warga yang menolak hal tersebut. Diketahui tanah di RT 04 memang masih bersengketa. Ada dua wilayah yang bersengketa, yaitu RT 04 dan RT 05.

"Tanah ini memang milik Hertati menang waktu di Pengadilan Negeri (PN) tapi kita lagi ajukan banding karena ini buat kepentingan warga juga," ujarnya, ditemui di kediamannya, Kamis (19/4/2018).

Untuk masuk ke jalan tersebut setiap warga harus melewati gang kecil. Ada tiga jalur akses keluar masuk tapi hanya muat untuk satu motor. Pihaknya juga sudah mengupayakan dengan melaporkan kepada banyak pihak. Termasuk ke Wali Kota Tangerang yang saat itu menjabat Arief R Wismansyah. Hanya saja dilimpahkan ke kelurahan.

"Hingga saat ini pihak kelurahan belum memberikan solusi bagi kami. Harus ada jalan terbaik bagi warga untuk akses keluar masuk jalan," ucapnya.

Sementara Camat Karawaci Suli Rosadi mengaku, akan mencari jalan tengah dan solusi terbaik dari masalah ini. "Kita siap kumpulkan dan mediasi seluruh warga terkait masalah ini, " tukasnya.