Serpong > Laporan Utama

37 Persen Warga Pondok Aren Ber-KTP Jakarta

Rabu, 11 Januari 2017 18:27 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Handrian

Camat Pondok Aren Tangsel, Makum Sagita
Camat Pondok Aren Tangsel, Makum Sagita
Foto : Handrian

Share this





Ketidaktertiban identitas kependudukan itu akan berdampak negatif dalam mengurus administrtif di wilayah Tangerang Selatan.

TANGSEL – Plt. Camat Pondok Aren Makum Sagitada mengatakan, sekitar 37 warganya masih ber-KTP Jakarta. Menurutnya, kesadaran warga yang tinggal dikawasan perumahan komersil tersebut masih sanga rendah. Warga tidak tertib administratif kependudukan yang akan berimbas negatif kepada semua lini.

Dia berpendapat warga yang wilayahnya yang mayoritas kawasan perumahan komersil itu, dianggap masih rendah kesadaran warganya akan tertib administratif kependudukan.

"Sebanyak 37 persen lebih dari 11 kelurahan yang ada kebanyakan masih KTP Jakarta. Mereka biasanya tinggal di perumahan-perumahan seperti Bintaro dan sekitarnya," ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (11/1/2017).

Padahal menyambut Pilkada Banten tahun ini, Makmun mengaku telah menginstruksikan para lurah untuk gencar mensosialisasikan kepada warganya.

"Selain sosialisasi, kita juga berikan surat edaran kepada warga agar segera mengurus KTP Tangsel. Dalam sehari sih ada 100 yang merekam e-KTP. Tapi masih banyak juga yang belum," ungkapnya.

Sebab menurutnya, ketidaktertiban identitas kependudukan itu tak hanya mempengaruhi suara Pilkada Banten, namun juga akan berdampak negatif dalam mengurus administrtif di wilayah Tangerang Selatan.

"Dari 288 jiwa di Pondok Aren, tercatat hanya 188 pemilih. Tidak memiliki KTP Tangsel juga berpengaruh pada pendapatan daerah, serta sulitnya mengurus administratif bagi warga itu sendiri," terangnya.