Serpong > Komunitas

PMBKTS, Berkomitmen Menjaga dan Melestarikan Budaya Batak di Tangsel

Selasa, 28 November 2017 14:51 WIB
Editor : Galih Pratama | Reporter : Alfi Dinilhaq

Persatuan Masyarakat Batak Kota Tangerang Selatan (PMBKTS) .
Persatuan Masyarakat Batak Kota Tangerang Selatan (PMBKTS) .
Foto : Alfi Dinilhaq

Share this








Anggota komunitas PMBKTS berasal dari lima puak, yang punya tujuan bersama untuk menjaga sekaligus melestarikan budaya Batak di Tangsel.

SERPONG - Persatuan Masyarakat Batak Kota Tangerang Selatan (PMBKTS) merupakan sebuah wadah sosial  non pemerintah dan non politik  yang berdiri pada 7 September 2017. Berdirinya PMBKTS atas dasar inisiatif dari lima puak atau golongan yang berada di perantauan, khususnya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Lima puak tersebut peduli terhadap budaya Batak yang terus tergerus oleh era-globalisasi. Adapun lima puak pendiri PMBKTS, yaitu Puak Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, dan  Angkola atau Mandailing.

“Inisiasi saya membuat ini karena budaya leluhur banyak mengalami pengikisan, maka untuk menguatkannya dengan membentuk PMBKTS. PMBKTS didirikan untuk menjaga dan melestarikan, mengembalikan ideologi bangsa serta budaya Batak,” jelas Ucok A.H. Siagian, Ketua PMBKTS.

Sesuai dengan motto “Mempertahankan dan Melestarikan Nilai-Nilai Budaya Leluhur di Tanah Rantau” PMBKTS ingin meningkatkan peran serta masyarakat Batak dalam penyelenggaraan pendidikan, seni budaya, dan adat istiadat. Kemudian meningkatkan peran serta masyarakat akan ke-bhinekaan yang berlandaskan budaya leluhur Batak, yaitu Daihan Na Tolu dan lain-lain.

 “PMBKTS sebagai wadah untuk melakukan kegiatan peningkatan dan pengembangan pengetahuan baik pendidikan maupun seni budaya bagi masyarakat Batak yang berada di perantauan,” jelas Ucok.

Berdirinya PMBKTS disambut baik oleh salah satu politisi dan Anggota DPR RI Maruarar Siarit yang juga berdomisili di Kota Tangsel. Ia mengatakan bahwa PMBKTS harus memberikan dampak negatif bagi seluruh masyarakat Kota Tangsel dengan menghormati budaya yang ada di Kota Tangsel.

“Orang Batak harus mempunyai tutur kata yang baik dan perilaku yang baik. Saya sangat mengapresiasi keberadaan PMBKTS. Agar semua selalu kompak dan bisa bersinergi dengan berbagai suku, bangsa, agama, dan etsnis yang ada di Kota Tangsel,” pungkasnya.