Serpong > Komunitas

Mencetak Atlet Panjat Tebing Berprestasi

Jumat, 10 Maret 2017 13:22 WIB
Editor : Admin | Reporter : Alfi Dinilhaq

Federasi Panjat Tebing Indonesia  Kota Tangsel.
Federasi Panjat Tebing Indonesia Kota Tangsel.
Foto : Geri B

Share this





Untuk mengasah kemampuan para anggotanya, FPTI Kota Tangsel rutin mengikuti berbagai ajang kompetisi panjat tebing, baik di dalam maupun luar negeri.

Info Komunitas - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) resmi berdiri pada 21 April 1988. Seiring berjalannya waktu, federasi ini terus berkembang di beberapa daerah di Tanah Air. Tak terkecuali di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Tepat 7 Februari 2010, FPTI Kota Tangsel terbentuk sebagai wadah para penggiat kegiatan alam, khususnya panjat tebing.
Sutisna, Ketua Umum FPTI Kota Tangsel mengatakan, FPTI Kota Tangsel berdiri atas persetujuan komunitas dan organisasi pencinta alam yang berada di wilayah Tangsel. “FPTI Tangsel berdiri dengan syarat persetujuan 7 komunitas dan organisasi pencinta alam di wilayah ini,” jelasnya.

Selain sebagai wadah para pencinta alam dan penggiat tebing, organisasi ini punya tujuan utama, yakni mencetak atlet panjat tebing berprestasi. Anggota yang bergabung pun berasal dari perwakilan beberapa organisasi penggiat alam, khususnya panjat tebing alam yang punya prestasi. “Kami memang lebih fokus untuk prestasi khususnya panjat tebing. Ada 25 anggota atau atlet binaan yang kini bergabung untuk mengikuti berbagai kompetisi,” ujarnya.

FPTI Kota Tangsel bisa dibilang rutin mengikuti berbagai kompetisi panjat tebing. Contohnya Sirkuit Panjang Tebing, yang merupakan kompetisi liga panjat tebing. Kegiatan ini digelar 4 kali dalam satu tahun. Tak hanya itu, Kejuaraan Daerah (Kejurda), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga Sea Games pun jadi agenda wajib yang diikuti para anggotanya. “Bahkan atlet binaan kami pernah ikut kejuaraan dunia panjat tebing di berbagai negara,” katanya.

Sementara meski menyandang status sebagai olahraga ekstrem, kata Sutisna, panjat tebing tetap aman untuk digeluti. Pasalnya, olahraga ini menggunakan standar keamanan yang sangat tinggi. “Banyak yang menduga olahraga ini berbehaya atau ekstrem. Padahal olahraga ini sangat aman. Asyiknya, ketika panjat tebing di daerah, kita bisa olahraga sekaligus berwisata alam,” tutupnya.