Serpong > Komunitas

Ini Cara Manual Tapi Cerdas Pelaku Mengoplos Gas di Tangerang

Sabtu, 13 Januari 2018 15:30 WIB
Editor : Ari Astriawan | Reporter : Ade Indra Kusuma

pengoplosan gas elpiji tangerang
Sebuah gudang tempat pengoplosan gas elpiji di Tangerang digerebek Bareskrim Mabes Polri.
Foto : Ade Indra Kusuma

Share this








Para pelaku pengoplos gas di Tangerang mengacu pada hukum fisika gas dengan memanfaatkan perbedaan suhu panas dan dingin pada tabung gas.

TANGERANG – Meski mampu meraih keuntungan hingga Rp600 juta per bulan, ternyata praktik ilegal pengoplosan gas elpiji yang digerebek polisi di Tangerang dilakukan secara manual. Bahkan dilakukan nyaris tanpa peralatan keamanan sama sekali.

Tetapi metodenya tergolong canggih, yakni dengan memanfaatkan hukum fisika gas. Tersangka F menerangkan kepada polisi tentang tata cara penyulingan gas dalam konferensi pers usai penggerebekan, Jumat (12/1/2018).

Pertama-tama, para pelaku menyiapkan tabung-tabung gas berukuran 3 kilogram, 12 kilogram, dan 50 kilogram yang akan dioplos. Gas bersubsidi dengan tabung 3 kilogram sebagai bahan baku utamanya.

Tabung-tabung 12 kilogram dan 50 kilogram yang kosong lebih dulu direndam di air dingin yang sebelumnya telah dimasukkan es. Sementara tabung 3 kilogram berisi gas dipanaskan lalu direndam selama setengah jam.

Saat perendaman itu dipasangkan selang atau pipa untuk memindahkan gas pada tabung 3 kilogram ke tabung 12 kilogram dan 50 kilogram. Suhu panas pada tabung 3 kilogram otomatis mengalirkan gas di dalamnya ke tabung 12 kilogram dan 50 kilogram yang bersuhu dingin.

Menurut polisi, satu tabung 12 kilogram membutuhkan sedikitnya empat tabung gas 3 kilogram, sedangkan satu tabung 50 kilogram membutuhkan 17 tabung gas melon.

"Sehari saja mereka bisa memproduksi seribu tabung gas, baik yang dua belas atau yang lima puluh kilogram," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto.

Proses penyulingan itu, kata Setyo, sangat berbahaya karena tanpa standar keamanan. Misalnya, karet pada tabung gas hasil penyulingan tak sesuai standar keamanan, sehingga berpotensi mudah meledak.